Home » Nasional » Lapas Banyuwangi Kenalkan Produk Hasil Karya Warga Binaan Lewat Car Free Day

Lapas Banyuwangi Kenalkan Produk Hasil Karya Warga Binaan Lewat Car Free Day

Syamsul Bahri 04 Nov 2024 86

 

Nasionalpos.com ll Banyuwangi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi mengenalkan berbagai produk hasil karya Warga Binaan pada car free day yang berada di sekitar Taman Blambangan, Banyuwangi, Minggu (3/11).

Berbagai produk mulai dari celengan karakter berbahan koran bekas, souvenir, kotak tisu hingga batik mampu menarik perhatian masyarakat yang sedang berolahraga maupun menikmati hari libur bersama keluarga.

Kepala Lapas Banyuwangi, Agus Wahono menyebut hadirnya Lapas Banyuwangi dalam salah satu stand pada car free day itu bertujuan untuk mengenalkan produk hasil kreatifitas Warga Binaan dan mengedukasi masyarakat bahwa para pelanggar hukum diberikan pembinaan sebagai salah satu upaya reintegrasi sosial.

“Produk yang kami pamerkan menjadi bukti nyata bahwa melalui program pembinaan mampu menumbuhkan kreatifitas dari Warga Binaan yang dapat dijadikan sebagai bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiga Menteri Dijadwalkan Hadir, Saksikan Langsung Banyuwangi Ethno Carnival 2024

Selain itu, produk-produk yang dihasilkan dari tangan-tangan kreatif Warga Binaan itu sejalan dengan salah satu 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam hal penguatan dan peningkatan pendayagunaan Warga Binaan untuk menghasilkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami akan terus mengembangkan program pembinaan, agar Warga Binaan mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing dengan produk yang beredar di pasaran,” terangnya.

Menurutnya, dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengenal produk hasil karya Warga Binaan, diharapkan mampu menarik daya beli masyarakat dan menumbuhkan semangat bagi Warga Binaan untuk terus meningkatkan kreatifitas dan keterampilannya.

Baca Juga :  Anggota Polres Lumajang Cepat Tanggap, Bantu Mendorong Truck Mogok di Jalan Raya

“Untuk memasarkan produk tersebut, kami telah menyediakan galeri yang berada tepat di depan Lapas,” ungkapnya.

“Beberapa produk juga kami tawarkan secara online melalui platform e-commerce,” imbuhnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa dari berbagai hasil karya Warga Binaan, produk batik menjadi produk unggulan yang telah banyak dipesan oleh konsumen dari berbagai instansi dan daerah.

Batik yang diberi nama Batik Jeruji dengan motif khas gajah oling jeruji itu bahkan digunakan oleh Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan IPIPAS) Jawa Timur untuk dijadikan seragam dalam pertemuan tertentu.

“Alhamdulillah kami telah menyelesaikan lebih dari 200 lembar kain batik pesanan PIPAS Jatim,” pungkasnya.

(S.Bahri/Info Pas)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

Serah Terima Kunci Rumah Parahyangan Garden City di Margaasih: Wujudkan Impian Hunian Nyaman dan Strategis

Suryana Korwil Jabar

25 Apr 2026

Bandung, 25 April 2026, ARMEDIA.NEWS – Momen yang dinanti-nantikan akhirnya tiba! Perumahan Parahyangan Garden City yang berlokasi di Jl. Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mengadakan acara serah terima kunci rumah bagi para pembeli unit huniannya. Acara ini menjadi bukti komitmen pengembang dalam menyelesaikan proyek lebih cepat dari waktu yang dijanjikan dan memberikan hunian …

Argento Resmi Kembalikan Berkas, Tegaskan Keseriusan Maju sebagai Bacalon Ketua DPD II Golkar Pesisir Barat

Admin Redaksi

24 Apr 2026

NASIONALPOS.com Pesisir Barat – Dinamika politik internal Partai Golkar di Kabupaten Pesisir Barat semakin menghangat. Salah satu bakal calon (bacalon) Ketua DPD II Golkar, Argento, secara resmi mengembalikan berkas pendaftaran kepada panitia penjaringan, sebagai bentuk keseriusan dirinya dalam mengikuti proses pemilihan ketua partai. Pengembalian berkas tersebut dilakukan di sekretariat DPD II Golkar Pesisir Barat dan …

22 Tahun Penantian Berakhir: UU Perlindungan PRT Disahkan, Negara Hadir untuk Pekerja Domestik

dito

23 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) menjadi tonggak historis dalam reformasi kebijakan ketenagakerjaan nasional. Setelah lebih dari dua dekade diperjuangkan, regulasi ini tidak hanya mencerminkan kemajuan legislasi, tetapi juga menjadi bentuk koreksi atas ketimpangan struktural yang selama ini menempatkan pekerja domestik dalam posisi rentan dan minim perlindungan. Secara empiris, urgensi kehadiran UU …

x
x