Home » Headline » Mahasiswa Lebih Cerdas Dibandingkan Tim Ekonomi Prabowo

Mahasiswa Lebih Cerdas Dibandingkan Tim Ekonomi Prabowo

Dhio Justice Law 06 Jul 2025 310

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)

 

NasionalPos.com, Jakarta – Publik Tanah Air dibuat kecewa sekaligus sedih dan prihatin atas fakta yang terungkap dari hasil riset peneliti asal Republik Ceko, Vit Machacek dan Martin Srholek tentang ketidakjujuran akademik. Indonesia juara kedua dalam publikasi artikel ilmiah pada jurnal predator setelah Kazakstan. Hasil riset itu menemukan banyak artikel akademik Indonesia diterbitkan pada jurnal predator antara tahun 2015 – 2017.

 

Untuk diketahui, jurnal predator adalah publikasi ilmiah yang tidak memenuhi standar etika dan kualitas penulisan ilmiah. Jurnal ini tidak menerapkan standar ilmiah untuk memastikan kualitas, validasi dan orisinalitas karya sebelum dipublikasi atau dikenal publik dengan istilah jurnal ‘abal-abal’.

 

Bagi kalangan akademisi atau peneliti, publikasi karya ilmiah di sebuah jurnal itu penting. Tujuannya untuk memberikan referensi bagi siapapun yang menyusun karya ilmiah dengan tema yang sama atau yang ada hubungannya. Selain itu, bagi kalangan dosen bisa bertujuan untuk memenuhi syarat memangku jabatan akademik, syarat untuk program beasiswa, dan sertifikasi.

 

Belakangan, muncul kabar yang tampaknya bisa mengobati kekecewaan dan rasa sedih publik soal nasib pendidikan Tanah Air. Betapa tidak, ternyata Mahasiswa (civitas akademika) Indonesia itu jauh lebih cerdas dari orang-orang yang mengklaim diri hebat dan punya prestasi bagi negeri, seperti Tim Ekonomi Prabowo yang kini berkuasa.

 

Tagar #KaburAjaDulu

Pada Februari 2025 lalu, publik ramai membincangkan soal kemunculan tagar #KaburAjaDulu yang merupakan ekspresi kekecewaan anak-anak muda soal mahalnya biaya pendidikan Tanah Air. Para anak muda dan mahasiswa tentu tidak asal ‘bunyi’, mereka menjadi korban mahalnya biaya pendidikan sementara ketersediaan lapangan kerja minim.

 

Para mahasiswa dan anak muda khawatir akan masa depannya jika biaya pendidikan tinggi, sementara lapangan kerja tak tersedia. Jika, anak-anak muda tak punya kualitas pendidikan yang baik, maka itu berarti masa depan bangsa ini bisa dipastikan hancur dan Indonesia Emas tahun 2045 benar-benar hanya slogan atau ‘omon-omon’.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polresta Sidoarjo Amankan 4 tersangka pengedar narkotika Diwilayah Sidoarjo

 

Faktanya, biaya pendidikan tinggi memang tak terhindarkan dengan kebijakan PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum). Dalam kebijakan ini, memberikan otonomi penuh bagi Perguruan Tinggi Negeri (milik pemerintah) termasuk menentukan besaran biaya kuliah dengan kata lain kampus-kampus negeri berubah jadi perusahaan yang berorientasi pada bisnis atau mengejar keuntungan materi. Tak sedikit mahasiswa yang memiliki prestasi akademik tinggi terancam drop out (DO) hanya karena tak mampu bayar kuliah.

 

Di sisi lain, lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) telah memprediksi tingkat pengangguran di Indonesia pada 2025 mencapai 5 persen. Indonesia posisi kedua tertinggi di Asia setelah Cina yang diproyeksi 5,3 persen.

 

Data dari World Economic Outlook edisi April 2025, IMF mencatat trend pengangguran (unemployment rate) terus naik. Pada tahun 2024 lalu 4,9 persen naik pada 2025 menjadi 5,0 dan diprediksi tahun depan menjadi 5,3 persen.

 

Dari data itu, maka publik bisa memaklumi mengapa anak-anak muda dan mahasiswa khawatir akan masa depannya hingga memunculkan tagar #KaburAjaDulu. Bukan sekadar permakluman, tapi publik juga menilai anak-anak muda dan mahasiswa ternyata jauh lebih cerdas dari Tim Ekonomi Prabowo.

 

Anak Buah Prabowo Dukung #KaburAja Dulu ?

Tagar #KaburAjaDulu yang ramai di sosial media saat itu mendapat respon dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan. Pada acara Kumparan Economic Insight Navigating Uncertainty, Steering Growth di Jakarta, Rabu (19 Februari 2025), Luhut mengklaim Indonesia baik-baik saja dan tak perlu ada yang pergi keluar negeri.

Baca Juga :  Dugaan Gratifikasi Penanganan Kasus KB di Laporkan ke KPK

“Jadi kalau ada yang bilang itu Indonesia gelap, yang gelap kau bukan Indonesia. Jadi kita jangan terus mengklaim anak-anak muda pergi saja,” kata Luhut. justru

 

Namun belakangan, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding justru mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk bekerja ke luar negeri. “Dialog saya saat seminar dengan mahasiswa Undip (Universitas Diponegoro), tidak ada pernyataan mengusir atau memaksa masyarakat bekerja diluar negeri. Saya mengatakan ada 1,6 juta job order diluar negeri, dan ini kesempatan mahasiswa dan masyarakat untuk mengisi lowongan ini,” kata Karding di Bandara Soetta, Minggu (29 Juni 2025).

 

Karding menjelaskan banyak keuntungan bekerja diluar negeri, selain gaji besar, memperluas jaringan, transfer skill dan lainnya. Ia menyebut gaji perawat di Jepang sebesar Rp25 juta dan gaji sebesar itu bisa dikumpulkan selama 5 bulan bekerja di Jakarta.

 

Dari pernyataan Menteri P2MI itu, maka publik bisa menilai bahwa tampaknya kini pembantu Presiden Prabowo akhirnya mendukung tagar #KaburAjaDulu. Meski sebelumnya, Ketua DEN, Luhut Binsar Panjaitan keberatan dengan tagar #KaburAjaDulu yang dimotori para anak muda dan mahasiswa.  Bahkan, Luhut mengklaim Indonesia baik-baik saja, sehingga tak perlu kabur ke luar negeri.

 

Kalau sudah begini, publik pun bisa menilai bahwa ternyata mahasiswa itu jauh lebih cerdas dari Tim Ekonomi Presiden Prabowo. Mahasiswa bahkan bisa memprediksi kondisi ekonomi Tanah Air akan semakin terpuruk dan berdampak pada pendidikannya. Karena itu, mahasiswa ingin kabur ke luar negeri sebagai solusi mengatasi masalah. Mahasiswa bukan kabur sebagai pengecut, tapi kabur dan akan kembali ke Tanah Air dengan menyandang gelar akademis yang bisa membanggakan dan mengabdi pada negeri.

Wallahualam bissawab.

 

(Tulisan ini digali dari beragam sumber)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Di tengah di gelar nya Aksi 27 Agustus 2026, Botok Cs Berkesempatan Audiensi Dengan Pimpinan DPR RI Di Sidang Paripurna

dito

27 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Dari pantauan di lapangan di informasikan, massa aksi, sudah berdatangan ke depan gedung DPR RI sejak Pukul 08.30 WIB, massa yang datang nampak dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, serta dari kelompok masyarakat lainnya baik dari dalam Kota Jakarta maupun dari sekitar Bodetabek dan dari luar Bodetabek,   Sementara itu, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati …

Sekda Lubuk Linggau Hadiri Simposium Internasional Rakernas JKPI XII

Andi Ledi Lubuk Linggau

27 Agu 2026

Nasionalpos.com-Sekretaris Daerah Kota Lubuk Linggau, H Trisko Defriyansa, menghadiri Simposium Internasional bertema “Pulau-Pulau Penghasil Rempah”, Kamis (27/8/2026), di Gamalama Ballroom Bela Hotel, Kota Ternate. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakerna) JKPI XII yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026. Baca Juga :  BPSDM Kemendes Diminta Evaluasi ‘Output’ Kinerja Pendamping DesaSimposium diikuti kepala …

Saat RUU Perampasan Aset Jadi Ancaman Ekosistem Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Mengapa RUU Perampasan Aset tak kunjung disahkan? Jawaban yang paling sering terdengar adalah karena persoalan hukumnya rumit. DPR harus berhati-hati. Ada kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, perlindungan hak milik, pembuktian terbalik, hingga mekanisme perampasan aset tanpa putusan pidana. Terdengar semua alasan itu masuk akal. Tetapi …

Meneladani Akhlak Rosulullah SAW Sebagai Qudwah Berbangsa dan Bernegara

dito

25 Agu 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan penuh cinta dan penghormatan.     Momen ini dikenal sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya menjadi perayaan sejarah kelahiran manusia agung, tetapi juga momentum untuk merenungi nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan, demikian di sampaikan oleh Dr KH Yusuf Aman …

Kabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan

Dhio Justice Law

24 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya. Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar  pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi …

Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

x
x