Home » Nasional » Menciptakan Situasi Kamtibmas Yang Lebih Kondusif di 2025, Memerlukan Kerja Sama Seluruh Elemen Masyarakat

Menciptakan Situasi Kamtibmas Yang Lebih Kondusif di 2025, Memerlukan Kerja Sama Seluruh Elemen Masyarakat

Kusmiati - Kabiro Surabaya 11 Jan 2025 250

 


NasionalPos.ComTulungagung – di awal Tahun Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Polres Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Rembug Kamtibmas.

Rembug Kamtibmas yang diselenggarakan oleh Polres Tulungagung bertujuan untuk mengevaluasi kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama Tahun 2024 serta merumuskan strategi yang akan diterapkan pada Tahun 2025.

Acara ini menjadi forum strategis untuk membangun sinergi antara Polres Tulungagung, tokoh masyarakat, tokoh agama, Pemerintah Daerah, Akademisi, influenser dan elemen masyarakat lainnya demi menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Tulungagung.

“Jadi Rembug Kamtibmas ini sebenarnya ikhtiar kami untuk menyampaikan gambaran situasi kamtibmas di Tulungagung tahun 2024 kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat”, ujar Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi usai acara Rembug Kamtibmas yang berlangsung di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (10/01/2025).

Baca Juga :  Acara Halal Bihalal Ganjar-Mahfud Meriah di Bandung, Dukungan Masyarakat Terhadap Ganjar Mahfud Menguat

“Yang kedua juga menyampaikan apa prediksi potensi kerawanan pada tahun 2025 yang harus kita antisipasi”, sambungnya.

di mana dalam acara itu banyak masukan dan saran, salah satunya kaitannya dengan penanganan konflik oknum perguruan pencak silat.

“Kami berterima kasih seluruh masyarakat yang hadir betul-betul menyampaikan saran masukan yang membangun bagi kami. Dari data kami di mana pada tahun 2024 situasi cukup kondusif jumlah tindak pidana menurun, jumlah kecelakaan menurun, konflik antar perguruan jumlah kejadian dan tersangka juga menurun”, kata AKBP Taat.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, situasi kamtibmas pada tahun 2024 yang sudah relatif kondusif merupakan tantangan seluruh elemen masyarakat di 2025 untuk mempertahankan dan bahkan membuat situasi menjadi lebih baik lagi.

“Tentunya untuk mempertahankan bahkan membuat lebih baik lagi diperlukan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, karena ini bukan hanya tugas Polri, ini tugas seluruh instansi dan masyarakat”, harapan Kapolres.

Baca Juga :  Pemilu Ditunda Memicu Munculkan Gerakan People Power

Kapolres menegaskan, kedepannya penanganan konflik antar oknum perguruan pencak silat menjadi prioritas.

“Penanganan atau pencegahan konflik antar oknum perguruan pencak silat, ini PR bagi kita semua. Bukan hanya Polri tetapi juga pemerintah daerah masyarakat seluruh pemangku kepentingan”, kata AKBP Taat.

Kapolres juga mengatakan, pendekatan kepada kelompok perguruan tidak hanya di tingkat Kabupaten (tokoh), sekarang Kapolres juga turun ke wilayah tingkat Kecamatan hingga ke Desa agar komitmen kesepakatan betul – betul optimal menjadi lebih paham dengan melakukan pendekatan pada teman teman Grassroot.

Selain penanganan konflik antar oknum perguruan pencak silat, penanganan narkoba dan judi juga menjadi atensi Polres Tulungagung dalam pemberantasannya.

(Kus)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sengketa Tanah 52 Hektar Manggala: Bukti Hanya Fotokopi, Di duga Pemprov-Pemkot Makassar Melanggar Konstitusi dan Hukum Agraria

dito

27 Agu 2026

Nasionalpos.com, Makassar-  Masih terkait dengan Sengketa lahan seluas 52 hektar di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, A. Darwin R Rangreng SH MH Kuasa hukum pihak pemilik sah, Hj. Magdalena de Munnik, Kepada wartawan, Kamis, 27 Agustus 2026 di Makassar, ia mengatakan kini perkara tersebut kembali mencuat ke permukaan setelah pihak pemilik sah, Hj. Magdalena …

Di tengah di gelar nya Aksi 27 Agustus 2026, Botok Cs Berkesempatan Audiensi Dengan Pimpinan DPR RI Di Sidang Paripurna

dito

27 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Dari pantauan di lapangan di informasikan, massa aksi, sudah berdatangan ke depan gedung DPR RI sejak Pukul 08.30 WIB, massa yang datang nampak dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, serta dari kelompok masyarakat lainnya baik dari dalam Kota Jakarta maupun dari sekitar Bodetabek dan dari luar Bodetabek,   Sementara itu, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati …

Sekda Lubuk Linggau Hadiri Simposium Internasional Rakernas JKPI XII

Andi Ledi Lubuk Linggau

27 Agu 2026

Nasionalpos.com-Sekretaris Daerah Kota Lubuk Linggau, H Trisko Defriyansa, menghadiri Simposium Internasional bertema “Pulau-Pulau Penghasil Rempah”, Kamis (27/8/2026), di Gamalama Ballroom Bela Hotel, Kota Ternate. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakerna) JKPI XII yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026. Baca Juga :  Kuasa Hukum Pengadu Mengawal Dugaan Kode Etik Oleh KPU Kabupaten …

Saat RUU Perampasan Aset Jadi Ancaman Ekosistem Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Mengapa RUU Perampasan Aset tak kunjung disahkan? Jawaban yang paling sering terdengar adalah karena persoalan hukumnya rumit. DPR harus berhati-hati. Ada kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, perlindungan hak milik, pembuktian terbalik, hingga mekanisme perampasan aset tanpa putusan pidana. Terdengar semua alasan itu masuk akal. Tetapi …

Meneladani Akhlak Rosulullah SAW Sebagai Qudwah Berbangsa dan Bernegara

dito

25 Agu 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan penuh cinta dan penghormatan.     Momen ini dikenal sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya menjadi perayaan sejarah kelahiran manusia agung, tetapi juga momentum untuk merenungi nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan, demikian di sampaikan oleh Dr KH Yusuf Aman …

Kabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan

Dhio Justice Law

24 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya. Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar  pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi …

x
x