Home » Nasional » Mengenang Kejayaan M. Yunus Wahyudi Si Harimau Blambangan Saat Jadi Petarung Jalanan

Mengenang Kejayaan M. Yunus Wahyudi Si Harimau Blambangan Saat Jadi Petarung Jalanan

Eni 26 Okt 2024 223

Banyuwangi – NASIONALPOS.com ll Jauh sebelum M.Yunus Wahyudi terjun ke dunia aktivis pergerakan di bumi Blambangan, putra ulama asal dusun Tegalrejo desa Kradenan kecamatan Purwoharjo kabupaten Banyuwangi itu lebih dulu dikenal sebagai petarung jalanan yang namanya sempat mewarnai ring-ring pertarungan di ibu kota Jakarta.

Bahkan nama M.Yunus Wahyudi juga sempat berkibar didalam sebuah acara televisi yang menampilkan pertarungan antar para jawara se-nusantara yakni acara TPI Fighting di era tahun 90an.

Salahsatu pertarungan M.Yunus Wahyudi yang paling diingat para penggemarnya adalah ketika dia harus berhadapan dengan Surono petarung asal Semarang.

Dimana saat itu M.Yunus Wahyudi yang masih berusia 26 tahun dengan pengalaman bertarung yang masih minim harus menghadapi Surono yang dari peringkat dan sisi pengalaman bertanding jauh diatasnya.

Baca Juga :  3 Petugas Penyuluh Agama Islam Banyuwangi Lolos Seleksi "SPARK 2024"

Namun dengan keyakinan serta kepiawaiannya menggunakan jurus-jurus bela diri yang dipelajarinya semenjak kecil serta tempaan dari berbagai pengasuh pondok pesantren dimana dia pernah belajar ilmu agama, dengan mudah Yunus bisa mengalahkan Surono.

Pertandingan saat itu harus dihentikan oleh wasit pada menit-menit awal setelah Surono berhasil dijatuhkan Yunus dan dihujani pukulan tanpa bisa membalas sedikitpun.

Namun walaupun meraih kemenangan, rasa rendah hati bisa dilihat dari gestur tubuh Yunus, dimana begitu dinyatakan sebagai pemenang dia langsung mendatangi Surono, merangkul serta memberikan semangat tanpa menunjukkan eforia kemenangan yang berlebihan.

Memang seperti itulah Yunus, oleh warga sekitar kediamannya, semenjak kecil dia adalah anak pendiam yang rajin mengaji di surau-surau dekat rumahnya, dia sangat identik dengan putra seorang ulama yang dibayangkan benak semua orang.

Baca Juga :  Komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB) Laksanakan Qurban Kedua di Masjid Al-Mukhlisin

Kini Yunus sudah tumbuh semakin matang, hasil mengembaranya menimba berbagai ilmu baik ilmu agama, kanuragan maupun kebatinan dia curahkan saat dirinya kembali ke kampung halamannya.

Di Banyuwangi, Yunus kini dikenal sebagai sosok berwibawa, berani dan tidak pandang bulu dalam mengkritisi semua kebijakan para pemimpinnya yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat namun Yunus akan menjadi sangat melankolis dan lembut saat berada dihadapan rekan-rekan juniornya yang telah dianggap sebagai adik-adiknya sendiri.

Sedangkan dihadapan para aktivis senior Banyuwangi, Yunus juga selalu menghargai, tidak segan bertanya serta menganggap mereka adalah kakak-kakaknya yang wajib dia hormati asalkan juga bisa menyayanginya sebagai adik yang masih perlu bimbingan.

Penulis: Syam Halim Tianaka (JKS) Blambangan Kidul/Red

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

Serah Terima Kunci Rumah Parahyangan Garden City di Margaasih: Wujudkan Impian Hunian Nyaman dan Strategis

Suryana Korwil Jabar

25 Apr 2026

Bandung, 25 April 2026, ARMEDIA.NEWS – Momen yang dinanti-nantikan akhirnya tiba! Perumahan Parahyangan Garden City yang berlokasi di Jl. Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mengadakan acara serah terima kunci rumah bagi para pembeli unit huniannya. Acara ini menjadi bukti komitmen pengembang dalam menyelesaikan proyek lebih cepat dari waktu yang dijanjikan dan memberikan hunian …

Argento Resmi Kembalikan Berkas, Tegaskan Keseriusan Maju sebagai Bacalon Ketua DPD II Golkar Pesisir Barat

Admin Redaksi

24 Apr 2026

NASIONALPOS.com Pesisir Barat – Dinamika politik internal Partai Golkar di Kabupaten Pesisir Barat semakin menghangat. Salah satu bakal calon (bacalon) Ketua DPD II Golkar, Argento, secara resmi mengembalikan berkas pendaftaran kepada panitia penjaringan, sebagai bentuk keseriusan dirinya dalam mengikuti proses pemilihan ketua partai. Pengembalian berkas tersebut dilakukan di sekretariat DPD II Golkar Pesisir Barat dan …

22 Tahun Penantian Berakhir: UU Perlindungan PRT Disahkan, Negara Hadir untuk Pekerja Domestik

dito

23 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) menjadi tonggak historis dalam reformasi kebijakan ketenagakerjaan nasional. Setelah lebih dari dua dekade diperjuangkan, regulasi ini tidak hanya mencerminkan kemajuan legislasi, tetapi juga menjadi bentuk koreksi atas ketimpangan struktural yang selama ini menempatkan pekerja domestik dalam posisi rentan dan minim perlindungan. Secara empiris, urgensi kehadiran UU …

x
x