Home » Headline » Persiapan Akhir Jelang Ardex 2023

Persiapan Akhir Jelang Ardex 2023

dito 28 Jul 2023 174

NasionalPos.com, Yogjakarta – BNPB terus melakukan persiapan akhir jelang ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (Ardex) 2023 yang akan berlangsung pada 1 – 4 Agustus 2023 di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini akan melibatkan peserta dari ASEAN dan negara-negara mitra.

Persiapan yang utama yaitu memastikan latihan gladi lapang atau field training exercise (FTX) berjalan dengan aman dan lancar. Hal tersebut mengingat melibatkan personel Urban Search and Rescue (USAR) beberapa negara yang akan melakukan latihan teknik SAR, khususnya dalam mengevakuasi korban yang terjebak reruntuhan. Bersama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan akses atau pun arena berlatih yang aman.

FTX yang akan berlangsung di Stadiun Sultan Agung, Bantul, disimulasikan bersamaan dengan gladi pos komando atau command post exercise (CPX). Persiapan CPX pun terus dilakukan seperti pemutakhiran scenario atau pun injek yang digunakan dalam simulasi nanti. CPX ini nantinya akan melibatkan para pelaku dari tingkat lokal, nasional dan regional ASEAN, seperti USAR dan emergency medical team (EMT).

Baca Juga :  93 Pegawai Diduga Terlibat Kasus Pungli Rutan, Segera Disidang Dewas KPK

Pada penyelenggaraan CPX dan FTX yang berlangsung pada 3 Agustus 2023, panitia Ardex akan melakukan pralatihan kepada para pelaku. Ini bertujuan untuk memberikan gambaran mekanisme dan tujuan latihan sehingga mereka dapat memahami proses selama latihan berlangsung.

Demikian juga dengan rencana pelaksanaan gladi ruang atau table top exercise (TTX), yang akan berlangsung pada 1 Agustus 2023 nanti.

Skenario latihan akan menggunakan bencana geologi sesuai dengan rencana kontinjensi Kabupaten Bantul, yaitu bahaya gempa bumi dengan magnitudo 6,6. Episentrum berada di Kecamatan Pleret.

Sementara itu, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) BNPB telah menyelenggarakan workshop terkait penyusunan pembelajaran Ardex 2023.

Workshop pada 26 – 28 Juli 2023 ini bertujuan untuk menggali poin-poin penting yang akan dimasukkan ke dalam laporan setelah penyelenggaraan berakhir. BNPB berharap laporan itu nantinya dapat digunakan sebagai pembelajaran maupun rekomendasi mekanisme tanggap darurat yang melibatkan entitas ASEAN.

Baca Juga :  Istana Siapkan Keppres Pemberhentian Sementara Ketua KPK

Pada sambutan pembukaan workshop, Kepala Pusdiklat PB BNPB Kheriawan menyampaikan, laporan tersebut akan merangkum berbagai hal selama penyelenggaraan Ardex ini.

“Workshop ini untuk menyusun pembelajaran Ardex 2023, yang diselenggarakan melalui metode TTX, CPX dan FTX,” ujar Kheriawan.

Sedangkan Plh Kepala Pelaksana BPBD DIY Danang Syamsurizal menyambut baik penyusunan dokumen ini sehingga ini dapat memperkaya dokumen rencana kontinjensi di wilayahnya.

Secara khusus, pihaknya juga mendukung penyelenggaraan Ardex 2023 karena ini dapat meningkatkan pemahaman sehingga nantinya semua pihak dapat siap untuk menghadapi bahaya gempa bumi.

“Kita harus memiliki kesiapan dan kesiapsiagaan menghadapi gempa,” ujarnya.

Ardex 2023 di Yogyakarta ini selenggarakan BNPB dan AHA Centre atau ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster. Dalam penyelenggaraanya, acara dua tahunan ini akan dihadiri perwakilan negara-negara mitra yang nantinya akan bertugas sebagai observer, seperti dari Amerika Serikat, Australia, Korea, India, Italia, Jerman, Jepang, Kanada, Republik Rakyat Tiongkok, Selandia Baru, Swiss, Timor Leste dan Uni Eropa.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

x
x