Home » Headline » Suryo Susilo : Pernyataan Connie Simpan Dokumen Korupsi di Rusia, Berpotensi Mengganggu Hubungan Indonesia-Rusia

Suryo Susilo : Pernyataan Connie Simpan Dokumen Korupsi di Rusia, Berpotensi Mengganggu Hubungan Indonesia-Rusia

dito 15 Jan 2025 219

NasionalPos.com, Jakarta-  Di ujung tahun 2024, Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengaku sudah mengamankan beberapa dokumen penting Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Rusia, bahkan menurutnya, yang ia amankan dan notariskan di Rusia berpotensi menjadi bom waktu. Connie mengaku dititipi dokumen tersebut saat bertemu Hasto di Jakarta sebelum ditetapkan menjadi tersangka KPK.

“Jadi pada saat saya pulang ke Indonesia saya dititipi beberapa dokumen penting dan sudah saya amankan dan sudah saya notariskan di Rusia ini. Ya bisa saja itu jadi bom waktu, kita lihat saja,” kata Connie lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, seperti di kutip dari instragram milik Connie, Kamis, 26/12/2024 lalu.

Pernyataan Connie tersebut, sontak saja mendapatkan tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat di Indonesia, bahkan mendapatkan reaksi keras diantaranya dari Suryo Susilo Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Rusia (PPIR).

Kepada wartawan yang menghubunginya, Suryo Susilo mengatakan bahwa dirinya sangat menyayangkan pernyataan yang di sampaikan oleh Connie Rahakundini Bakrie, yang menyimpan bukti korupsi di Rusia, karena langkah Connie yang disebut mengamankan data Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Rusia punya dampak nasional dan internasional.

Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Rasio Tempat Hiburan 

“Dampak nasionalnya, selain memanaskan suhu politik di Indonesia juga timbul prasangka bahwa Pemerintah tidak serius dalam melakukan penanganan kasus korupsi dan penegakkan hukum kepada para koruptor. Sedangkan dampak internasionalnya, dokumen tersebut bisa jadi mengganggu keharmonisan hubungan Indonesia dengan Rusia,” ungkap Suryo Susilo kepada wartawan, Rabu, 15 Januari 2025 di Jakarta.

Lebih lanjut, Suryo mengatakan tindakan Connie itu tersebut dapat dikategorikan mengkhianati negara Indonesia dan melanggar hukum karena menyimpan bukti korupsi di luar negeri. Tindakan tersebut juga berpotensi mengadu domba serta memanaskan suhu politik dalam negeri, serta mengganggu hubungan harmonis Indonesia dengan Rusia yang tahun ini memasuki usia ke-75 tahun. Tidak hanya itu, pernyataan Connie juga bisa memicu berkurangnya kepercayaan masyarakat Rusia dan dunia Internasional terhadap penegakkan hukum di Indonesia.

Baca Juga :  FSAB : Peringatan Hari Pahlawan 2022 Momentum Aktualisasi Pahlawanku Teladanku

“Pernyataan Connie sungguh mencoreng muka bangsa Indonesia. Seharusnya kalau beliau seorang patriot dan memang punya data korupsi yang valid serta itikad yang baik, simpan saja di dalam negeri atau serahkan data tersebut langsung ke penegak hukum.” tukas Suryo Susilo.

Bahkan, lanjut Suryo, kalau memang data korupsi yang dimiliki oleh Connie itu valid, laporkan saja ke DPR RI, KPK, POLRI dan juga ke Kejaksaan Agung. Mereka itu Institusi negara yang resmi, bukan Institusi kekuasaan, serta keberadaan Institusi tersebut diatur oleh Undang-Undang untuk menegakkan hukum, termasuk dalam rangka pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Apapun alasan beliau menyimpan dokumen di Rusia terkait masalah yang berhubungan dengan hukum di Indonesia, itu jelas tidak dapat di benarkan, bahkan tindakan tersebut sangat berpotensi melanggar hukum, oleh sebab itu kami berharap Pemerintah dapat segera menindak tegas yang bersangkutan. Jika hal ini di biarkan, maka bisa mengganggu hubungan Indonesia-Rusia yang sedang diupayakan untuk ditingkatkan,” tandas Suryo.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Kuasa Hukum, Keluarga, dan Sahabat Almarhum Karim Gelar Tabur Bunga di Permindo

Primadoni,SH

04 Apr 2026

Padang, Nasionalpos.com — Kuasa hukum, keluarga, serta sahabat almarhum Karim menggelar konferensi pers di kawasan Jalan Permindo, tepatnya di depan Trenshop, Pasar Raya Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan aksi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan dan mengenang sosok almarhum Karim yang dikenal dekat dengan masyarakat sekitar. Dalam suasana haru, para sahabat dan rekan …

Pengamanan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Masjid Izzatul Islam Grand Wisata Libatkan Komunitas Lintas Agama

Hery

21 Mar 2026

Bekasi,NasionalPos — Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Izzatul Islam, kawasan Grand Wisata, berlangsung khidmat dan aman berkat dukungan pengamanan dari komunitas lintas agama yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Kerukunan Umat Beragama Grand Wisata (FPKUB GWS). Sejak pagi hari, ratusan jamaah telah memadati area masjid untuk menunaikan ibadah Sholat Ied. Di …

Ketika Replik Mengubah Arah Perkara: Kuasa Hukum Tergugat Kritisi Putusan PN Bale Bandung

Suryana Korwil Jabar

19 Mar 2026

Bandung, Nasional pos.com – Kuasa hukum Tergugat I dan Tergugat II menyampaikan kritik tajam terhadap putusan dalam perkara Nomor 247/Pdt.G/2025/PN.Blb yang di putus pada 26 Februari 2026. Meski menghormati proses peradilan, pihak tergugat menilai putusan tersebut mengandung sejumlah kejanggalan mendasar, baik dalam pertimbangan hukum maupun penerapan fakta persidangan. Dalam keterangan resminya, kuasa hukum menilai bahwa …

x
x