Home » Headline » Dunia Gagal Cegah Konflik dan Kehancuran Ekonomi, Sebut PM Modi

Dunia Gagal Cegah Konflik dan Kehancuran Ekonomi, Sebut PM Modi

dito 02 Mar 2023 102

NasionalPos.com, New Delhi- Diperoleh informasi dari kantor berita Aljazeera menyebutkan bahwa Perdana  Menteri India Narendra Modi mengkritik institusi global, karena gagal mengatasi tantangan terbesar. Dia pun menyerukan negara-negara untuk menemukan titik temu dalam mengatasi masalah yang memecah belah. Berbicara pada pembukaan pertemuan para Menteri Luar Negeri Kelompok 20 (G20) di New Delhi, Kamis 2/3/2023,

Modi mengatakan bahwa negara di dunia harus mengakui bahwa multilateralisme saat ini sedang dalam krisis.

“Pengalaman beberapa tahun terakhir krisis keuangan, perubahan iklim, pandemi covid-19, terorisme dan perang jelas menunjukkan bahwa tata kelola global telah gagal,” kata Modi kepada wartawan.
Menurutnya, G20 seharusnya tidak membiarkan masalah yang tidak dapat diselesaikan terus membesar. Antisipasi persoalan selama ini tidak dilakukan organisasi dunia sehingga masalah yang saat ini mencuat sulit diatasi. India memegang Presidensi G20 tahun ini.

Baca Juga :  Satgas Merah Putih-II Kembali Airdrop 11,2 Ton Bantuan ke Gaza

Namun, hubungan militer New Delhi dengan Moskow menimbulkan kecanggungan dalam menjalankan tugas sebagai kepresidenan tersebut. India merupakan pembeli utama persenjataan dan energi Rusia, sehingga tidak secara langsung mengutuk invasi sekutunya ke Ukraina. Adapun Menteri Luar Negeri India Vinay Kwatra mengatakan perang Rusia di Ukraina diharapkan menjadi poin diskusi penting dalam pertemuan tersebut.

Pada pertemuan itu, Modi meminta negara-negara ekonomi terkemuka untuk membantu orang-orang yang paling rentan di dunia dan mengembalikan stabilitas, kepercayaan diri dan pertumbuhan ekonomi global. Kurangnya konsensus pada pertemuan pejabat keuangan mencerminkan hasil KTT G20 November lalu di Bali, Indonesia, yang mengeluarkan deklarasi yang mengakui perbedaan antar negara.

Baca Juga :  Idealnya, Kebutuhan CCTV di Jakarta Capai 70 Ribu Titik

New Delhi juga ingin mengarahkan pembicaraan ke isu-isu seperti pengentasan kemiskinan dan perubahan iklim. Delegasi dari Eropa dan Amerika Serikat telah menganggap Rusia bertanggung jawab atas konflik tersebut. Bahkan, Jerman mengatakan akan menggunakan pertemuan itu untuk melawan propaganda Rusia.

Berbicara di sela-sela pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Belanda Wopke Hoekstra mengatakan Rusia bertanggung jawab penuh atas perang tersebut dan harus terus dikenai sanksi.

Pertemuan para Menteri Luar Negeri G20 terjadi setelah pertemuan para Menteri Keuangan di Bengaluru bulan lalu, yang gagal menyepakati pernyataan bersama tentang perang di Ukraina.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

x
x