Home » Headline » Dunia Gagal Cegah Konflik dan Kehancuran Ekonomi, Sebut PM Modi

Dunia Gagal Cegah Konflik dan Kehancuran Ekonomi, Sebut PM Modi

dito 02 Mar 2023 87

NasionalPos.com, New Delhi- Diperoleh informasi dari kantor berita Aljazeera menyebutkan bahwa Perdana  Menteri India Narendra Modi mengkritik institusi global, karena gagal mengatasi tantangan terbesar. Dia pun menyerukan negara-negara untuk menemukan titik temu dalam mengatasi masalah yang memecah belah. Berbicara pada pembukaan pertemuan para Menteri Luar Negeri Kelompok 20 (G20) di New Delhi, Kamis 2/3/2023,

Modi mengatakan bahwa negara di dunia harus mengakui bahwa multilateralisme saat ini sedang dalam krisis.

“Pengalaman beberapa tahun terakhir krisis keuangan, perubahan iklim, pandemi covid-19, terorisme dan perang jelas menunjukkan bahwa tata kelola global telah gagal,” kata Modi kepada wartawan.
Menurutnya, G20 seharusnya tidak membiarkan masalah yang tidak dapat diselesaikan terus membesar. Antisipasi persoalan selama ini tidak dilakukan organisasi dunia sehingga masalah yang saat ini mencuat sulit diatasi. India memegang Presidensi G20 tahun ini.

Baca Juga :  Perayaan Natal Di Kantor (DPD) Dewan Pimpinan Daerah PSI Kota Surabaya 2024

Namun, hubungan militer New Delhi dengan Moskow menimbulkan kecanggungan dalam menjalankan tugas sebagai kepresidenan tersebut. India merupakan pembeli utama persenjataan dan energi Rusia, sehingga tidak secara langsung mengutuk invasi sekutunya ke Ukraina. Adapun Menteri Luar Negeri India Vinay Kwatra mengatakan perang Rusia di Ukraina diharapkan menjadi poin diskusi penting dalam pertemuan tersebut.

Pada pertemuan itu, Modi meminta negara-negara ekonomi terkemuka untuk membantu orang-orang yang paling rentan di dunia dan mengembalikan stabilitas, kepercayaan diri dan pertumbuhan ekonomi global. Kurangnya konsensus pada pertemuan pejabat keuangan mencerminkan hasil KTT G20 November lalu di Bali, Indonesia, yang mengeluarkan deklarasi yang mengakui perbedaan antar negara.

Baca Juga :  Aliansi Buruh DSS TGSL Desak Ida Fauziyah Cabut Permenaker No.5 Tahun 2003 Yang Memihak Pengusaha

New Delhi juga ingin mengarahkan pembicaraan ke isu-isu seperti pengentasan kemiskinan dan perubahan iklim. Delegasi dari Eropa dan Amerika Serikat telah menganggap Rusia bertanggung jawab atas konflik tersebut. Bahkan, Jerman mengatakan akan menggunakan pertemuan itu untuk melawan propaganda Rusia.

Berbicara di sela-sela pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Belanda Wopke Hoekstra mengatakan Rusia bertanggung jawab penuh atas perang tersebut dan harus terus dikenai sanksi.

Pertemuan para Menteri Luar Negeri G20 terjadi setelah pertemuan para Menteri Keuangan di Bengaluru bulan lalu, yang gagal menyepakati pernyataan bersama tentang perang di Ukraina.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Reshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi

Dhio Justice Law

07 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …

PRAKTISI HUKUM ANDI DARWIN RANRENG, EKSEKUSI LAHAN 6.900 M² TERANCAM MERAMPAS HAK MILIK PIHAK KETIGA SELUAS 4,5 HEKTAR

dito

06 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Perkembangan sengketa tanah di kawasan Tallo, Makassar, yang kini digunakan sebagai Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, nampak menemukan titik terang benderang untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan kliennya sebagai pemilik lahan tersebut, yang tidak di pindah tangan kan ke pihak manapun,demikian di sampaikan Andi Darwin R. Ranreng, Pimpinan DRR Associates Legal Consultants yang bertindak …

PMKRI CABANG JAKARTA PUSAT DIPERCAYA MENJADI TUAN RUMAH KONGRES XXXV DAN MPA XXXIV PMKRI TAHUN 2028

dito

29 Jul 2026

Nasionalpos.com, Ruteng-   Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat Sanctus Robertus Bellarminus resmi dipercaya menjadi tuan rumah Kongres XXXV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIV PMKRI Tahun 2028. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI yang dipimpin oleh Mandataris Terpilih Cristian A. D. Rettob, setelah forum memberikan kesempatan kepada …

Yayasan Trisakti Tolak Keras Rencana Ubah Status Universitas Trisakti Jadi PTN-BH

dito

27 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Adanya isu yang beredar tentang rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi RI untuk mengubah Status UNIVERSITAS TRISAKTI dari Perguruan Tinggi Swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri, Badan Hukum (PTN-BH),       Menanggapi permasalahan tersebut, pada acara konferensi pers, Senin, 27 Juli 2026, bertempat di Kantor Yayasan Trisakti di kawasan Rawasari Jakarta Timur. …

Tabur Bunga Peringatan 30 Tahun Malapetaka 27 Juli 96, Menjadi Momentum Refleksi Demokrasi Kekinian

dito

27 Jul 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Peringatan 30 tahun Peristiwa 27 Juli 1996 diperingati oleh jajaran DPP PDI Perjuangan melalui aksi tabur bunga di gedung DPP PDI-P di Diponegoro no 58 Jakarta Pusat.   Acara tabur bunga ini dipimpin oleh fungsionaris partai di depan Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.   Sementara itu acara tabur bunga, Digelar …

PMKRI SOROTI DUGAAN PEMBIARAN POLRES MANGGARAI, PENANGANAN KASUS PENGEROYOKAN KETUA PMKRI JAKARTA PUSAT DINILAI TIDAK PROFESIONAL

dito

26 Jul 2026

Nasional pos.com, Ruteng- Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus, menuai sorotan tajam.   Pasalnya hingga beberapa hari setelah laporan polisi dibuat, belum terlihat adanya langkah penegakan hukum yang memberikan kepastian kepada korban.   Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai profesionalisme Polres Manggarai dalam menangani perkara kekerasan yang terjadi …

x
x