Home » Headline » Netty Aher: Jadi Fenomena Gunung Es, Pemerintah Harus Berani Berantas Kasus TPPO

Netty Aher: Jadi Fenomena Gunung Es, Pemerintah Harus Berani Berantas Kasus TPPO

dito 29 Mei 2023 165

NasionalPos.com, Jakarta– Sebanyak 26 WNI korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar telah dipulangkan ke Indonesia, setelah hampir sebulan terjebak di wilayah konflik perbatasan Myanmar-Thailand. Para WNI ini tiba di Jakarta pada Kamis, 25 Mei 2023 pukul 21.30 WIB.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengapresiasi langkah repatriasi yang dilakukan Tim Gabungan Satgas Anti TPPO Thailand. Kendati demikian, ia meminta pemerintah agar lebih berani dalam memberantas mafia TPPO.

“Kasus TPPO di Indonesia ini seperti gunung es, di mana yang terungkap hanyalah segelintir kejadian. Di luar itu, ada banyak kasus yang belum terungkap dan para pelakunya masih berkeliaran. Pemerintah harus lebih berani mengungkap dan memberantas mafia TPPO,” kata Netty kepada pers, di Jakarta, Senin 29/5/2023.

Baca Juga :  Di Momentum HUT Polri Ke 77, Pemuda Berharap Semoga Polri semakin kuat, profesional, dan dicintai Rakyat

Karena itu, Netty meminta pemerintah agar mengambil pelajaran dari kasus yang terjadi guna meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan proses pengiriman WNI ke luar negeri.

“Fungsi pengawasan dan pencegahan harus efektif untuk melindungi WNI agar tidak menjadi korban TPPO. Pemerintah kan memiliki perangkat hukum dan dukungan anggaran. Pastikan hal itu memberi dampak signifikan dalam upaya melindungi WNI yang hendak bekerja ke luar negeri,” kata Netty.

Politisi Perempuan PKS ini menyebut bahwa kejahatan TPPO di Indonesia sangat terorganisir dan rapi, pemerintah tidak boleh kalah strategi dalam menghadapinya.

“Adakalanya permainan mafia TPPO ini melibatkan oknum petugas sebagai backingan, sehingga dapat terus beroperasi meskipun sudah ada perangkat hukumnya. Pemerintah jangan kalah strategi,” katanya.

Baca Juga :  Pemerhati Soroti Pelatih U-16 Prioritaskan Pemain Berpostur Tinggi

Oleh sebab itu, Netty meminta pemerintah agar berani membongkar sampai ke akar-akarnya, termasuk membersihkan dan memproses hukum oknum yang diduga terlibat.

“Jika serius melindungi rakyatnya, pemerintah hatus membersihkan mafia TPPO, termasuk menyisir oknum-oknum petugas yang terlibat.”tukas Netty.

Terakhir, Netty mengutip data BP2MI, di mana pada rentang 2014-2022, ada 704 orang PMI asal NTT yang pulang dari Malaysia dalam kondisi tidak bernyawa.

“Angka ini sangat memprihatinkan. Setiap pekan ada 1 sampai 2 orang PMI yang meninggal dari Malaysia.Jika demikian, dimana tanggungjawab negara dalam melindungi rakyatnya,” pungkasnya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x