Home » Headline » Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Sebagai Momentum Tingkatkan Kewaspadaan Menjaga Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Sebagai Momentum Tingkatkan Kewaspadaan Menjaga Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

dito 01 Okt 2023 95

NasionalPos.com, Jakarta- Pada setiap Tanggal 01 Oktober merupakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Salah satu momen terjadinya tragedy berdarah yang kemudian berdampak memicu timbulnya peristwa pelanggaran HAM berat yang merupakan Sejarah buruk dalam perjalanan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45 ini, demikian disampaikan Dr Kristiya Kartika pengamat politik kepada wartawan, Minggu, 1 Oktober 2023 di Jakarta.

“Peringatan hari kesaktian Pancasila, pada dasarnya untuk memperkokoh keberadaan dan peran Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki peran strategis sebagai fondasi dasar sebuah negara.”ucap Dr Kristiya Kartika yang juga mantan Ketua Presidium PP GMNI di era tahun 1990-an.

Selain itu, lanjut Kristiya, Pancasila memiliki makna sebagai pedoman dasar untuk mengatur penyelenggaraan ketatanegaraan yang meliputi bidang ideologi, politik, hukum, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan, bahkan semua bidang kehidupan maupun perilaku setiap warga negara Indonesia hendaknya berpedoman pada Pancasila, bukan berpedoman pada ideologi yang lain.

“Di tengah terpaan pengaruh kekuatan global, kita seharusnya menguatkan dan melengkapi diri agar tidak terjerembab di dalam pengaruh perkembangan zaman. Salah satunya adalah dengan menggali kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.”tukas Dr Kristiya.

Baca Juga :  Pastikan Tampil Di Singapore Air Show, JAT Bertolak dari Yogyakarta Menuju Batam

Menurut Dr Kristiya, Era globalisasi dan modernisasi merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh semua bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Disadari atau tidak, hal tersebut  berdampak dalam kehidupan bangsa dan negara.

Pada sebagian masyarakat yang memiliki tingkat kedewasaan tinggi, globalisasi akan menjadikan mereka lebih kuat rasa nasionalisme dan patriotismenya, namun demikian pada realitasnya, pada perkembangannya, memasuki era reformasi dikarenakan munculnya eforia terhadap reformasi, dan bahkan dikarenakan Pancasila hanya di jadikan symbol belaka, sehingga berdampak pada melemahnya kewaspadaan bangsa Indonesia untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa,

hal ini terbukti, tatkala di era reformasi, adanya tangan-tangan asing yang memanfaatkan Gerakan reformasi untuk melakukan amandemen UUD 1945 dengan sebuah konsepsi baru yang menghilangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, akibatnya UUD 1945 telah menjadi UUD 2002 yang terindikasi dirasuki oleh kepentingan asing, dan tindakan tersebut, nampak lebih halus, lebih strategis dan lebih senyap untuk menghilangkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di dalam UUD 1945, daripada Gerakan yang terjadi pada 30 September 1965 silam.

“Ya, kita semua telah hilang kewaspadaan untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa, sehingga tanpa disadari Pancasila terindikasi dihilangkan pada amandemen UUD 1945 menjadi UUD baru tahun 2002, sehingga mengakibatkan pangkal dari semua persoalan yang semakin membuat Indonesia karut marut adalah dihilangkannya Pancasila sebagai Identitas Konstitusi.”tandas Dr Kristiya.

Baca Juga :  Endang Nugrahani Dikukuhkan Jadi Ketua YKI DKI Jakarta

Dari situlah, lanjut Dr Kritiya, awal bangsa ini mulai dipisahkan dari Ideologinya. Awal bangsa ini mulai meninggalkan Pancasila sebagai grondslag dan Staatsfundamentalnorm. Juga menjadi awal persoalan bangsa semakin kompleks karena ketidakadilan dan kemiskinan struktural terjadi,

Berangkat dari kesadaran kolektif Masyarakat, maka mulai muculnya wacana untuk kembali kepada UUD 1945 naskah asli yang disusun oleh para pendiri bangsa. Untuk kemudian disempurnakan dengan cara yang benar, dengan cara adendum, sehingga tidak menghilangkan Pancasila sebagai staatsfundamentalnorm. Agar Indonesia kembali dengan sistemnya sendiri, seperti diucapkan oleh H.O.S Cokroaminoto yaitu; Zelfbestuur.

“Oleh karena itu, peringatan hari kesaktian Pancasila masih sangat relevan  untuk dijadikan momentum kebangkitan bagi kita, tingkatkan kewaspadaan membangun kembali jati diri bangsa. Bangsa ini bisa berdiri tegak, hanya jika mau kembali menghidupkan dan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, yang pada akhirnya tidak menggoyahkan Pancasila sebagai dasar negara. Di situ kesaktian Pancasila diuji.”pungkas Dr Kristiya Kartika.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

x
x