Home » Headline » Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Sebagai Momentum Tingkatkan Kewaspadaan Menjaga Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Sebagai Momentum Tingkatkan Kewaspadaan Menjaga Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

dito 01 Okt 2023 114

NasionalPos.com, Jakarta- Pada setiap Tanggal 01 Oktober merupakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Salah satu momen terjadinya tragedy berdarah yang kemudian berdampak memicu timbulnya peristwa pelanggaran HAM berat yang merupakan Sejarah buruk dalam perjalanan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45 ini, demikian disampaikan Dr Kristiya Kartika pengamat politik kepada wartawan, Minggu, 1 Oktober 2023 di Jakarta.

“Peringatan hari kesaktian Pancasila, pada dasarnya untuk memperkokoh keberadaan dan peran Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki peran strategis sebagai fondasi dasar sebuah negara.”ucap Dr Kristiya Kartika yang juga mantan Ketua Presidium PP GMNI di era tahun 1990-an.

Selain itu, lanjut Kristiya, Pancasila memiliki makna sebagai pedoman dasar untuk mengatur penyelenggaraan ketatanegaraan yang meliputi bidang ideologi, politik, hukum, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan, bahkan semua bidang kehidupan maupun perilaku setiap warga negara Indonesia hendaknya berpedoman pada Pancasila, bukan berpedoman pada ideologi yang lain.

“Di tengah terpaan pengaruh kekuatan global, kita seharusnya menguatkan dan melengkapi diri agar tidak terjerembab di dalam pengaruh perkembangan zaman. Salah satunya adalah dengan menggali kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.”tukas Dr Kristiya.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Kementan Turunkan Tim Pemantau Hewan Kurban

Menurut Dr Kristiya, Era globalisasi dan modernisasi merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh semua bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Disadari atau tidak, hal tersebut  berdampak dalam kehidupan bangsa dan negara.

Pada sebagian masyarakat yang memiliki tingkat kedewasaan tinggi, globalisasi akan menjadikan mereka lebih kuat rasa nasionalisme dan patriotismenya, namun demikian pada realitasnya, pada perkembangannya, memasuki era reformasi dikarenakan munculnya eforia terhadap reformasi, dan bahkan dikarenakan Pancasila hanya di jadikan symbol belaka, sehingga berdampak pada melemahnya kewaspadaan bangsa Indonesia untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa,

hal ini terbukti, tatkala di era reformasi, adanya tangan-tangan asing yang memanfaatkan Gerakan reformasi untuk melakukan amandemen UUD 1945 dengan sebuah konsepsi baru yang menghilangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, akibatnya UUD 1945 telah menjadi UUD 2002 yang terindikasi dirasuki oleh kepentingan asing, dan tindakan tersebut, nampak lebih halus, lebih strategis dan lebih senyap untuk menghilangkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di dalam UUD 1945, daripada Gerakan yang terjadi pada 30 September 1965 silam.

“Ya, kita semua telah hilang kewaspadaan untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa, sehingga tanpa disadari Pancasila terindikasi dihilangkan pada amandemen UUD 1945 menjadi UUD baru tahun 2002, sehingga mengakibatkan pangkal dari semua persoalan yang semakin membuat Indonesia karut marut adalah dihilangkannya Pancasila sebagai Identitas Konstitusi.”tandas Dr Kristiya.

Baca Juga :  Kasal Pimpin Langsung Operasi Amfibi di Latgabma Super Garuda Shield 2022

Dari situlah, lanjut Dr Kritiya, awal bangsa ini mulai dipisahkan dari Ideologinya. Awal bangsa ini mulai meninggalkan Pancasila sebagai grondslag dan Staatsfundamentalnorm. Juga menjadi awal persoalan bangsa semakin kompleks karena ketidakadilan dan kemiskinan struktural terjadi,

Berangkat dari kesadaran kolektif Masyarakat, maka mulai muculnya wacana untuk kembali kepada UUD 1945 naskah asli yang disusun oleh para pendiri bangsa. Untuk kemudian disempurnakan dengan cara yang benar, dengan cara adendum, sehingga tidak menghilangkan Pancasila sebagai staatsfundamentalnorm. Agar Indonesia kembali dengan sistemnya sendiri, seperti diucapkan oleh H.O.S Cokroaminoto yaitu; Zelfbestuur.

“Oleh karena itu, peringatan hari kesaktian Pancasila masih sangat relevan  untuk dijadikan momentum kebangkitan bagi kita, tingkatkan kewaspadaan membangun kembali jati diri bangsa. Bangsa ini bisa berdiri tegak, hanya jika mau kembali menghidupkan dan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, yang pada akhirnya tidak menggoyahkan Pancasila sebagai dasar negara. Di situ kesaktian Pancasila diuji.”pungkas Dr Kristiya Kartika.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PGRI Lubuk Linggau Bahas Perlindungan dan Profesionalisme Guru

Andi Ledi Lubuk Linggau

11 Agu 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat diwakili Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Achmad Hasian Ritonga, membuka Serasehan Pengurus PGRI Kota Lubuk Linggau bersama pemangku kepentingan pendidikan di Gedung Guru, Kelurahan Senalang, Selasa (11/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Lubuk Linggau JUARA.” …

Dosen Dipecat Laporkan Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Naim ke Polda Metro Jaya

dito

11 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta –  Berangkat dari persoalan PHK sepihak tanpa pemberitahuan dan tanpa pesangon, yang di duga dilakukan oleh pihak Universitas Trisakti dan di dukung oleh Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Na’im terhadap seorang dosen senior berinisial NIS, dengan alibi tidak dibayarkannya hak tersebut di karenakan yang bersangkutan masih dikategorikan sebagai calon dosen tetap selama 2015-2025, Serta …

Wali Kota Hadiri Rapat Paripurna DPRD Lubuk Linggau

Andi Ledi Lubuk Linggau

10 Agu 2026

NASIONALPOS.COM/LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau dalam rangka mendengarkan laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD terhadap hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Lubuk Linggau Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan …

Predikat AA Istimewa, Pesisir Selatan Raih Nilai 98,80 pada Indeks Reformasi Hukum 2026

Primadoni,SH

09 Agu 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ,kembali mencatat capaian positif dalam pelaksanaan reformasi hukum. Berdasarkan hasil penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) Tahun 2026 oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat, Pesisir Selatan memperoleh nilai 98,80 dengan predikat AA (Istimewa). Hasil penilaian tersebut menjadi gambaran atas pelaksanaan reformasi hukum yang berlangsung …

Sambut HUT ke-81 RI, Robi Binur Imbau Warga Kibarkan Merah Putih

Primadoni,SH

08 Agu 2026

Pessel , Nasionalpos.com — Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Fraksi Partai Demokrat, Robi Binur, mengimbau masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) umumnya, khususnya Kecamatan Koto XI Tarusan untuk memasang dan mengibarkan bendera Merah Putih di halaman rumah masing-masing dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Imbauan tersebut …

Reshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi

Dhio Justice Law

07 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …

x
x