Home » Headline » Praktisi Hukum : Pernyataan Ganjar Soal Jebloknya Penegakan Hukum di Era Jokowi, Diduga Tidak Berdasarkan Data & Fakta Yang Akuntabel

Praktisi Hukum : Pernyataan Ganjar Soal Jebloknya Penegakan Hukum di Era Jokowi, Diduga Tidak Berdasarkan Data & Fakta Yang Akuntabel

dito 20 Nov 2023 204

NasionalPos.com, Jakarta- Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo mengkritik penegakan hukum era Presiden   Jokowi, ia menyebut nilai rapor penegakan hukum serta hak asasi manusia (HAM) pemerintahan Presiden Jokowi saat ini jeblok, oleh karena itu, Ganjar memberi nilai rapor lima untuk era Presiden Jokowi atas penegakan hukum yang terjadi saat ini,

Hal itu disampaikan Ganjar saat pemaparan gagasannya di acara Ikatan Alumni (IKA) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang digelar di Hotel Four Points by Seraton Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu 18/11/2023 pekan lalu.

Pernyataan Ganjar tersebut, memicu munculnya respon dari berbagai kalangan Masyarakat, salah seorang diantaranya dari Andi Darwin Ranreng, SH,MH seorang praktisi hukum, saat ditemui wartawan, ia mengatakan dirinya sangat prihatin terhadap pernyataan Ganjar yang menyebut rapor merah penegakan hukum di era Jokowi, pasalnya pernyataan tersebut disampaikan diduga hanya berdasarkan asumsi subyektif tanpa data akurat, sehingga diduga ada sentiment negatif yang melatarbelakangi pernyataan tersebut.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan dari Mas Ganjar tersebut, karena diduga dia hanya mendasarkan penilaian itu dari asumsi, yang tidak didukung oleh data dan fakta yang akurat maupun akuntabel, sehingga hal itu dapat berimplikasi menimbulkan persepsi negatif dari Masyarakat.”ungkap Andi Darwin Ranreng, SH,MH kepada pers, pada hari Senin, 20 November 2023 di Jakarta.

Baca Juga :  Prajurit Marinir Tunjukkan Sikap Humanis di Tengah Aksi Massa

Menurut Andi, dalam memberikan penilaian terhadap kinerja penegakkan hukum dan HAM di era Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, selain di dasarkan dan didukung data yang akurat maupun fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, seharusnya mas Ganjar , jangan menilainya secara parsial atau case per case melainkan mesti memberikan penilaian secara komprehensif.

Pasalnya bicara soal kinerja itu sangat erat kaitannya dengan kebijakan, regulasi, peraturan hingga operasional implementasi dari regulasi tersebut, dalam memberikan penilaian juga mesti ada tolok ukurnya, maupun parameternya, dan juga harus ada pembuktian secara ilmiah, misalnya melalui survey atau jajak pendapat dll.

“Sedangkan mas Ganjar tidak pernah melakukan survey mengenai kondisi kinerja penegakkan hukum di Era Kepemimpinan Jokowi, kok bisa memberikan penilaian jeblok, ini kan aneh dan tidak mendasar, ya, saya menduga mas Ganjar terjebak oleh penggiringan opini negatif terhadap kinerja penegakkan hukum di Era Jokowi, kalau itu terjadi, ini bisa menjadi senjata makan tuan bagi mas Ganjar, karena bisa saja masyarakat berbalik menilai pernyataan mas Ganjar itu hoax atau subyektif yang didasarkan pada kepentingan kontestasi pilpres 2024.”tukas Andi Darwin Ranreng, SH, MH.

Baca Juga :  Polisi dan Warga Gotong Royong Dorong Mobil Mogok

Padahal, lanjut Andi, realitasnya dari hasil survei Litbang Kompas yang dirilis Agustus 2023 lalu, masalah penegakan hukum itu mencapai 64 persen tertinggi sepanjang pemerintahan Pak Jokowi, kemudian  kepuasan masyarakat pada penegakkan hukum mencapai 61,9% responden, selain itu regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin, dalam hal upaya penegakkan hukum, juga semakin memperlihatkan betapa seriusnya Presiden Jokowi dalam hal penegakkan hukum,

Ditambah lagi dengan adanya kepercayaan publik yang terus meningkat terhadap kinerja jajaran Korps Adyaksa (Kejaksaan) maupun terhadap kinerja institusi Kepolisian yang juga terus mengalami peningkatan karena dua institusi penegak hukum tersebut berhasil mengukir prestasi yang memenuhi harapan Masyarakat dalam hal penanganan dan penyelesaian kasus dan juga perkara besar maupun sulit.

“Ya, kami sangat berharap di arena kontestasi Pilpres 2024 mendatang jangan ada lagi pernyataan penilaian terhadap suatu kondisi maupun kinerja tanpa data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, dan jangan terjebak dengan penciptaan maupun penggiringan opini negatif, sehingga memicu memunculkan asumsi negative dan bisa memicu konflik, semoga Mas Ganjar tidak mengulangi pernyataan yang tidak berdasarkan data dan fakta yang akuntabel serta kredibel.”pungkas Andi Darwin Ranreng, SH, MH.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Wali Kota Buka Sosialisasi Pengelolaan LB3 Bagi Pelaku Usaha Penghasil LB3

Andi Ledi Lubuk Linggau

07 Sep 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat membuka Sosialisasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) bagi pelaku usaha penghasil LB3, baik medis maupun nonmedis, di Cinema Hall Lantai 5 Pemkot Lubuk Linggau, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Wujudkan Lubuk Linggau Bersih, Sehat, Aman, Nyaman, Maju dan Sejahtera – Lubuk Linggau Juara”. Dalam …

Di Momentum Hari Udara Bersih International, Biru Voice Desak Pemerintah Menjaga Udara Bersih Yang Sudah Semakin Polutif

dito

07 Sep 2026

National pos.com. Jakarta- Mengingat sifat polusi udara yang lintas batas, semua pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk melindungi atmosfer bumi dan memastikan udara yang sehat bagi semua orang.     Bekerja bersama, melintasi batas dan batas, antar sektor dan melampaui silo, akan membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan keuangan dan investasi untuk langkah-langkah dan solusi kualitas …

Masyarakat Nahdliyyin tidak Hendaki Muktamar NU ke 35 menuju ke 2029

dito

07 Sep 2026

NasionalPos.com-Jakarta Pasca terselenggaranya Muktamar NU ke 35 di Tambak Beras Jombang Jawa Timur, tentunya memicu terjadinya pihak yang tidak setuju dengan hasil Muktamar NU ke 35, terkesan ada campur tangan penguasa hari ini, demikian di sampaikan ustadz Damuri Fikri kepada wartawan, Senin, 7/9/2026 di Jakarta.   “Ya, kesan muktamar NU ke 35 menjadi ajang mencari …

Ketua Dewan Pembina Persatuan Golf Indonesia terima kunjungan Panitia LA Connection charity golf tournamen

dito

05 Sep 2026

NasionalPost.com, Jakarta- Panitia LA Connection charity golf tournamen yang merupakan komunitas para alumni yang pernah kuliah di kota Los Anggeles dan kota kota lain di Amerika Serikat, berencana menggelar kegiatan LA Connection charity golf tournamen di pondok indah golf course pada 28 Oktober 2026 mendatang, demikian disampaikan oleh ketua panitia Sofyan Saleh kepada wartawan, Sabtu, …

Insentif Baru BGN Harus Diikuti Grading SPPG

dito

05 Sep 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Pius Luistrilanang    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan bahwa insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak lagi disamaratakan sebesar Rp6 juta per hari. “Sekarang tidak, ya, tidak rata semua dapur semua kemudian dibayar Rp6 juta, itu tidak adil,” kata Sudaryono seusai rapat dengan Komisi IX DPR, Kamis, …

Perkuat Sinergi Posbankum Nagari, Bagian Hukum Setda Pesisir Selatan Koordinasi dengan Polsek Koto XI Tarusan

Primadoni,SH

03 Sep 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) didampingi pihak Kecamatan Koto XI Tarusan melakukan koordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Koto XI Tarusan dalam rangka memperkuat sinergi program Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Nagari. Koordinasi tersebut membahas penguatan pelaksanaan Posbankum Nagari sebagai salah satu upaya memperluas akses masyarakat …

x
x