Home » Nasional » NU Circle Desak Presiden Keluarkan Perppu Darurat Pendidikan Nasional

NU Circle Desak Presiden Keluarkan Perppu Darurat Pendidikan Nasional

ardi 08 Des 2023 107

NasionalPos.com,Jakarta  Hasil penilaian program pelajar internasional atau Programme for Internasional Student Assessment (PISA) untuk Indonesia semakin menunjukkan kondisi gawat darurat pendidikan nasional. Kompetensi literasi membaca, numerasi dan sains siswa Indonesia semakin memburuk.

Situasi ini sangat berpengaruh terhadap indeks modal manusia Indonesia (Human Capital Index) yang mengukur produktivitas manusia hingga 18 tahun ke depan.

Wakil Ketua Perkumpulan Nusantara Utama Cita (NU Circle) Achmad Rizali meminta Presiden Joko Widodo segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) tentang Perbaikan Mutu Pendidikan Nasional. Selanjutnya, Presiden diharapkan segera mengeluarkan Peraturan Presiden atau Instruksi Presiden tentang Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar.

“Melihat hasil PISA, sudah saatnya Presiden Jokowi lebih peduli pada pendidikan nasional. Harus ada kebijakan cepat dan revolusioner semacam Perppu dan Inpres untuk memperbaiki mutu pendidikan nasional, mulai dari tingkat yang paling mendasar. Perppu ini sudah keharusan dan tidak bisa ditunda-tunda lagi,” tegas Achmad Rizali di Jakarta, usai mengevaluasi hasil PISA yang dikeluarkan tahun ini, Jumat (8/12/2023).

Untuk diketahui, hasil Programme for Internasional Student Assessment atau PISA Indonesia tahun 2022 baru saja dikeluarkan Desember 2023. Skor PISA untuk literasi membaca siswa Indonesia turun dari 371 (tahun 2018) menjadi 359 (tahun 2022). Begitu juga skor kompetensi matematika siswa Indonesia turun dari 379 (tahun 2018) menjadi 366 (tahun 2022). Kompetensi sains juga turun dari 389 (2018) menjadi 383 (2022).

Baca Juga :  BPK RI Didesak Untuk Segera Lakukan PDTT Terhadap Sengkarut Proyek BTS

Selama 20 tahun Indonesia mengikuti tes asesmen yang dilakukan negara maju (OECD), skor Indonesia tidak bergerak dari level terendah yaitu level 1 dan 2. Sekitar 82 persen siswa Indonesia berada di level 1, yang artinya buta secara fungsional baik dalam literasi membaca maupun matematika.

“Pendidikan nasional sedang tidak baik-baik saja. Sektor pembangunan manusia Indonesia agar bisa menjadi manusia unggul semakin terancam. Negara tidak boleh berdiam diri dan membiarkan kompetensi manusia Indonesia semakin terpuruk. Harus ada upaya sistematis terstruktur dan masif untuk memperbaiki semua ini,” tegas Achmad Rizali.

Ditegaskan Achmad, situasi ini semakin runyam ketika Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) menargetkan Indeks Modal Manusia (Human Capital Index/HCI) Indonesia mencapai 73% pada tahun 2045. Saat ini, HCI Indonesia 54% (2020). Dengan tingkat skor PISA dan berbagai asesmen nasional yang terus memburuk, yang dihitung melalui Harmonize Test Sore (HTS), sangat mustahil Indonesia mampu mencapai HCI hingga 73%.

Baca Juga :  Artis Tasya Kamila, Apresiasi Konsep Posyandu Remaja Ala Banyuwangi

“Sangat mustahil Indonesia bisa mencapai HCI 73 persen ketika semua kinerja pendidikan tidak menunjukkan perbaikan. Artinya produktivitas manusia Indonesia semakin merosot dan terus memburuk. Ini sangat mengkhawatirkan karena rendahnya mutu manusia Indonesia berimplikasi pada gangguan stabilitas keamanan nasional, meningkatnya pengangguran, kriminalitas, kerusuhan sosial dan tentu saja memperburuk ekonomi nasional,” tegasnya.

Saat ini memang ada inisiatif masyarakat yang melakukan Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika dan Membaca. Inisiatif ini hanya bisa dilakukan secara sporadis di tengah jumlah siswa yang sangat besar dan luas wilayah Indonesia yang sangat luas. Padahal untuk mengatasi buruknya kompetensi puluhan juta siswa Indonesia, dibutuhkan kerja kolosal seluruh pihak secara nasional dengan komando khusus, anggaran yang sangat besar dan payung hukum yang kuat.

Harus dibuat kebijakan pendidikan nasional yang revolusioner termasuk mengganti seluruh menteri di bidang pembangunan manusia, baik Menteri Pendidikan maupun Menteri Koordinator PMK. Tanpa kebijakan revolusioner, banyak hal yang dipertaruhkan bangsa ini.

“Selama pendekatannya tidak revolusioner, pemerintah telah mempertaruhkan nasib generasi emas Indonesia semakin menjadi generasi cemas di masa yang akan datang,” tegas Achmad Rizali prihatin.(*)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pasal 33 UUD 1945: Pertaruhan Politik Terbesar Prabowo

Dhio Justice Law

13 Jul 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Kemenangan politik jauh lebih mudah diraih daripada kemenangan sejarah. Presiden Prabowo Subianto telah memenangkan kontestasi politik. Namun, untuk memenangkan sejarah, ia harus membuktikan satu hal yang jauh lebih sulit: menjadikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai kenyataan, bukan sekadar retorika konstitusi. Di sinilah letak …

Usut Tuntas Tragedi Longsornya TPST Bantar Gebang, LSM Poros Rawamangun Desak Aparat Hukum Periksa Agung Pujo Winarko’

dito

13 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Tragedi longsornya bukit sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, yang menewaskan tujuh orang pada Maret 2026 lalu, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.   Hingga kini, proses penegakan hukum dinilai belum sepenuhnya mengungkap seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab atas insiden tersebut, tentunya kondisi tersebut menjadi keprihatinan …

ORARI Jalin Kerjasama dengan PPM-LVRI untuk Pembinaan SDM, Dukungan Komunikasi dan Penguatan Bela Negara

dito

11 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Bertempat di Sekretariat ORARI Pusat, Gedung Bank DKI lantai 10, Jl. Suryopranoto no 8, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Juli 2026, ditandatangani Nota Kesepahaman antara ORARI dengan Pemuda Panca Marga Legiun Veteran RI (PPM-LVRI) dilanjutkan dengan syukuran dalam rangka ulang tahun ke 58 Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).   Pada kesempatan itu, dalam sambutannya …

Warga Desak APH & Satpol PP Banyuwangi “JANGAN TUTUP MATA!!! Aduan Masyarakat Jangan Diabaikan

- Banyuwangi

10 Jul 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Dugaan masih beroperasinya aktivitas Prostitusi Terselubung di kawasan PAKEM, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kembali menuai sorotan masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat penegak hukum (APH), agar segera turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya …

Saling Tuding dan Saling Lapor, Konflik Perawat dan Security di Puskesmas Krui Masuk Ranah Hukum

- Banyuwangi

10 Jul 2026

Pesisir Barat, Nasinalpos.com – Sebuah Peristiwa memalukan yang mencoreng nama baik Dunia Medis di kabupaten Pesisir Barat Lampung kini menjadi sorotan masyarakat, Salah Seorang tenaga pengamanan (Security) berinisial AD diduga terlibat perkelahian dengan seorang tenaga kesehatan (perawat) berinisial AH di UPTD Puskesmas Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat saat ada seorang pasien membutuhkan rujukan …

HUT ke 58 ORARI Momentum Untuk mengembalikan ORARI sesuai dengan Marwahnya

dito

09 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada Peringatan HUT ke 58 ORARI, saat yang tepat untuk melakukan refleksi oleh seluruh Komponen ORARI, baik pengurus maupun anggota, demikian di sampaikan oleh Ketua Umum ORARI Pusat hasil Munaslub ORARI 2022, Suryo Susilo YBØJTR kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2026 di Jakarta “Saat ini ORARI masih dalam kondisi yang memprihatinkan,” menurut Suryo. …

x
x