Home » Headline » Mantan Ajudan SYL Akui Serahkan Tas Isi Dolar

Mantan Ajudan SYL Akui Serahkan Tas Isi Dolar

dito 17 Apr 2024 118

NasionalPos.com, Jakarta- Mantan ajudan Syahrul Yasin Limpo (SYL), Panji Harjanto, menjalani sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (17/4/2024). Pada kesempatan itu, dia mengakui telah menyerahkan tas berisi uang dolar AS kepada ajudan Firli Bahuri.

Namun, Panji mengatakan tidak mengetahui tujuan pemberian tas berisi uang tersebut dan besaran jumlahnya. “Saya hanya memegang tasnya untuk dikasih ke sesama ajudan sesuai perintah,” ujarnya.

Baca Juga :  Hari Santri 2025 Dimulai, Santri Didorong Jawab Tantangan Zaman

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan terhadap SYL. Sedangkan mantan Menteri Pertanian 2019-2023, SYL, didakwa melakukan pemerasan serta menerima gratifikasi total Rp44,5 miliar di Kementerian Pertanian

Menurut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Panji yang dibacakan jaksa, Firli pernah meminta Rp50 miliar kepada SYL. Hal itu diketahui Panji saat mendengar percakapan SYL dengan mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan, Muhammad Hatta.

Baca Juga :  PPM Cetak Sejarah Baru, Patriani Paramita Mulia Di Lantik Sebagai Ketum Wanita Pertama PP Pemuda Panca Marga

Mendengar percakapan yang berlangsung di ruang kerja SYL tersebut, Panji memutuskan untuk meninggalkan ruangan. “Saya merasa itu adalah percakapan rahasia sehingga saya keluar,” ujarnya dalam BAP.

Panji juga mengaku mengetahui atasannya sedang terjerat masalah di KPK. Hal itu diketahuinya saat SYL mengumpulkan para pejabat eselon satu di rumah dinasnya untuk menunjukkan surat perintah penyidikan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

22 Tahun Penantian Berakhir: UU Perlindungan PRT Disahkan, Negara Hadir untuk Pekerja Domestik

dito

23 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) menjadi tonggak historis dalam reformasi kebijakan ketenagakerjaan nasional. Setelah lebih dari dua dekade diperjuangkan, regulasi ini tidak hanya mencerminkan kemajuan legislasi, tetapi juga menjadi bentuk koreksi atas ketimpangan struktural yang selama ini menempatkan pekerja domestik dalam posisi rentan dan minim perlindungan. Secara empiris, urgensi kehadiran UU …

x
x