Home » Headline » ISCW Desak Menpora Serius Selenggarakan PON Ke-21 di Sumut dan Aceh

ISCW Desak Menpora Serius Selenggarakan PON Ke-21 di Sumut dan Aceh

dito 11 Jun 2024 260

NasionalPos.com, Jakarta-   Direktur Indonesia Sport Corruption Watch (ISCW), Rudy Darmawanto, SH pesimis dengan kesuksesan PON di Sumatra utara pada September 2024 ini, sikap itu dia sampaikan ke wartawan yang menemui nya di kantor ISCW.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sikap pesimis itu dilatarbelakangi ketika dirinya mencermati kondisi sport center yang sedang dibangun, sampai saat ini  belum juga selesai, masih dalam kondisi apa adanya, dan bahkan Pembangunan masih berlangsung sampai saat ini yang pencapaiannya belum mengalami progress pekerjaan tak sesuai ekspetasi maupun target penyelesaian pekerjaan, padahal pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tinggal tiga bulan lagi pada 9 September 2024.

“Pada tahun 2021 saat itu provinsi Papua menjadi tuan rumah PON yang Ke-20, disitulah diumumkan bahwa PON Ke-21 tahun 2024 akan diselenggarakan secara bersama di provinsi Sumatra Utara dan provinsi Aceh, namun pada perkembangannya hingga saat ini, berbagai kesiapan pelaksanaan PON nampaknya kurang mendapatkan perhatian serius.”ungkap Rudy Darmawanto, SH kepada nasionalpos.com, Selasa, 11 Juni 2024 di Jakarta.

Bukan hanya itu, sambung Rudy,  gaung acara PON yang seharusnya sudah terlihat, kenyataannya belum kelihatan kesemarakannya, begitu pula mengenai pembangunan venue-venue olahraga, semarak PON Sumut-Aceh juga kurang terasa di masyarakat. Fenomena itu juga terlihat pada Warga DKJ tidak merasa “Demam PON”, yang mengetahui hanya pengurus cabang olahraga, Pemprov Jakarta atau kalangan tertentu saja.

Hal ini sangat mengherankan, apalagi umbul-umbul perhelatan Pekan Olahraga (PON) semestinya sudah ramai terpasang khususnya di Kota Medan dan Deli serdang Sumatra Utara tempat cabang-cabang olahraga dipertandingkan, sedangkan di Provinsi lainnya, masyarakatnya menyambut PON dengan antusias, seperti penyelenggaraan PON di masa-masa lalu,

Masyarakat di seluruh Indonesia, menyambut penyelenggaraan PON dengan penuh semangat, suasananya pun di semarakkan oleh hadirnya umbul-umbul mascot PON di seluruh Kota di Indonesia, Suasana tersebut semestinya sudah terjadi pada persiapan PON di Sumut dan di Aceh, akan tetapi, Sport center PON di Sumut yang seharusnya sudah selesai, dan lapangannya juga semestinya sudah diuji coba atlet guna menyesuaikan diri dengan venue yang baru dibangun, serta seharusnya sudah bisa uji coba lapangan, tapi kenyataannya, saat ini progresnya baru sekitar 40-50 persen.

Baca Juga :  Strategi Pengendalian Banjir Diterapkan Pj Gubernur Heru

Tidak cuma venue olahraga, logistik dan infrastruktur setiap cabang olahraga (Cabor) harus sudah ada, seperti pencatatan skor, pencetak penjadwalan harus dirancang secara digital dan elektronik. Itu harus disiapkan semua cabang olahraga, apalagi mempersiapkannya butuh jangka waktu lama. Idealnya sejak jauh hari sebelumnya sudah dipersiapkan dan sudah diuji coba di venue olahraga

“Saya melihat, nampaknya pihak penyelenggara seperti tidak bersemangat mempersiapkan PON ini, Seharusnya gema PON sudah menggaung ke seluruh daerah dan dimana-mana masyarakat sudah membicarakan PON, Padahal untuk menjadi tuan rumah PON butuh perjuangan berat, melakukan lobi-lobi di tingkat nasional, Karena tuan rumah PON daerahnya akan mendapatkan pemasukan daerah yang sangat besar dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional ini.”ucap Rudy

Misalnya, lanjut Rudy, semua hotel dan penginapan pasti dipakai untuk atlet dan official. Belum lagi kuliner dan UMKM, aksesoris PON sebagai cenderamata dalam berbagai bentuk akan laris terjual, ekonomi rakyat pasti meningkat pesat. Tapi kenyataannya persiapan perhelatan PON ini gaungnya biasa-biasa saja, seolah-olah ini beban berat sampai-sampai pelaksanaannya seperti keterpaksaan.

Menurut Rudy, dengan segala kekurangan sarana dan prasarana pekan olahraga (PON) , semua pihak harus bekerja keras sampai di hari pelaksanaan perhelatan olahraga empat tahunan ini. Sumber Daya Manusia (SDM) pendukung kegiatan PON harus sudah direkrut dan dilatih yakni pencatat di scoringboard, petugas pembawa baki medali dan petugas lapangan lainnya ditiap-tiap cabor yang dipertandingkan di Sumut.

Baca Juga :  Kasad Tepati Janjinya. Bergerak Cepat, Terbuka Tangani Kasus di Papua

Lebih lanjut Rudy juga mengingatkan selain masalah infrastruktur, venue, beserta sarana prasarana lainnya, ada bidang yang juga memerlukan perhatian serius yakni publiksi pekan olahraga nasional (PON) yang sudah seharusnya lebih digencarkan, salah satunya setiap saat menggelar konferensi pers dari panitia untuk menyampaikan bagaimana perkembangan atau kesiapan panitia PON dan venue-venue yang dibangun progressnya sudah sejauh mana. Karena PON ini adalah perhelatan akbar event olahraga terbesar di tanah air sehingga tahapan demi tahapan harus diketahui masyarakat.

“Kita contohkan ketika pandemi Covid 19, setiap hari gugus tugas yang dibentuk pemerintah memberi laporan perkembangannya, berapa yang tertular bertambah, berapa meninggal, berapa yang sembuh, setiap hari laporan itu sampai ke masyarakat di seluruh tanah air., Semestinya perkembangan seperti itulah harus dilakukan panitia. Ajak segenap media mempublikasikan setiap hari terkait perhelatan PON”.tegas Rudy.

Selain publikasi yang massif, imbuh Rudy, juga perlu adanya sosialisasi yang juga massif ke masyarakat, agar masyarakat dapat mendukung kesuksesan pelaksanaan PON ke 21, untuk itulah terkait dengan pelaksanaan PON tersebut, dirinya mengajak seluruh masyarakat Daerah Khusus Jakarta (DKJ) mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-21 diprovinsi Sumut dan Aceh yang menjadi tuan rumah. Maka masyarakat harus ikut mengelorakannya dan mendukung atlet-atlet yang akan bertanding, dirinya juga mengajak semua pihak agar menggelorakan semangat PON, dan berharap agar seluruh masyarakat Indonesia tidak lupa memanjatkan doa agar perhelatan olahraga akbar ini sukses diselenggarakan.

“Tidak hanya itu, agar PON dapat berlangsung sukses, Kami juga mendesak Menpora agar serius menyelenggarakan event akbar pekan olahraga nasional sebagai ajang pencarian bakat atlet-atlet olahraga potensial dari berbagai daerah yang nantinya dapat mengikuti serta mewakili event olahraga dikancah internasional.”pungkas Rudy.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Meneladani Akhlak Rosulullah SAW Sebagai Qudwah Berbangsa dan Bernegara

dito

25 Agu 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan penuh cinta dan penghormatan.     Momen ini dikenal sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya menjadi perayaan sejarah kelahiran manusia agung, tetapi juga momentum untuk merenungi nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan, demikian di sampaikan oleh Dr KH Yusuf Aman …

Kabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan

Dhio Justice Law

24 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya. Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar  pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi …

Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Menkumham Di desak Andi Darwin R Rangreng SH MH, Segera Tutup Celah Hukum Pembentukan Organisasi Advokat Lewat Jalur ORMAS

dito

22 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan semakin menjamurnya organisasi advokat baru yang terbentuk di duga adanya celah hukum selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membentuk organisasi advokat melalui jalur pendaftaran Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) berbasis perkumpulan. Maka kepada wartawan, Sabtu, 22/8/2026 di Jakarta, Praktisi hukum Andi Darwin R Rangreng SH MH, ia mengatakan bahwa dirinya …

Mukerda III MUI Provinsi Jakarta Sudah Sukses di Laksanakan, MUI Siap Siaga Menyongsong Lima Abad Jakarta

dito

21 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pada tanggal, 18-19 Agustus 2026 bertempat di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Jakarta Barat, telah terselenggara Musyawarah Kerja Daerah ke 3 ( Mukerda III) MUI Provinsi DKI Jakarta dengan Mengusung tema “Khidmah Keumatan Menyongsong Lima Abad Jakarta”, acara ini menjadi agenda strategis untuk merumuskan program kerja dan memperkuat sinergi keumatan yang berada …

x
x