Home » Top News » Pererat Harmonisasi Hubungan Rusia-Indonesia, Bisa Berdampak Indonesia Semakin Maju

Pererat Harmonisasi Hubungan Rusia-Indonesia, Bisa Berdampak Indonesia Semakin Maju

dito 24 Jul 2024 134

NasionalPos.com, Jakarta-  Hubungan Rusia-Indonesia tidak pernah retak dan putus. Pada era kepemimpinan Presiden Suharto, Hubungan kedua negara ini hanya menjadi dingin dan tidak aktif karena orientasi Indonesia pada era orde baru sangat dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran dan ideologi barat yang sampai saat ini dipimpin oleh Amerika Serikat. Namun demikian, Indonesia saat itu, tetap tidak ingin kehilangan hubungan dengan Rusia yang dalam berbagai bidang termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa tetap memberikan dukungan pada Indonesia, demikian disampaikan Laurentius Raymond Jr Pardamean Sihombing kepada Nasionalpos.com, Rabu, 24 Juli 2024 melalui saluran telpon Jakarta-Moskow.

“Rusia dalam konteks hubungan Indonesia-Rusia, menjadi pihak yang lebih aktif untuk kembali menghangatkan hubungan kedua negara dengan pada tahun 1990-an akhir menawarkan skema imbal dagang antara Rusia dan Indonesia.”ungkap Laurentius Raymond Jr Pardamean Sihombing yang juga pakar hukum Luar Angkasa & Diaspora di Rusia.

Pada saat itu, sambung Raymod, Presiden Megawati Soekarnoputri-lah yang kemudian mengunjungi Moskow untuk menandatangani lebih dari 8 MoU kerjasama Indonesia-Rusia dan yang paling terlihat adalah munculnya pesawat tempur Rusia Sukhoi di jajaran alutsista Indonesia,

Sementara itu, perang dingin menurut versi barat, berakhir pada saat bergabungnya Jerman Barat dan Jerman Timur dan kemudian diikuti dengan bubarnya Uni Soviet pada 1991 yg ditandai dengan perjanjian «Beloveshkaya Puscha» di Belarusia. Menurut versi Barat, perang dingin dimenangkan oleh Amerika Serikat.

Sedangkan perang dingin menurut versi Rusia, perang dingin berakhir pada saat Presiden JFKennedy memutuskan untuk berunding dengan Uni Soviet setelah Uni Soviet berhasil melakukan ujicoba pertama Bom Atom Termal di Kazakhstan dan mengirim sampelnya ke Kuba yang membuat Administrasi Presiden AS JFKennedy memutuskan untuk berunding. Saat itu, di Indonesia pengaruh terbesarnya adalah perubahan rezim dari Rezim Sukarno ke Rezim Suharto. Perubahan inilah yang kemudian mempengaruhi kebijakan luar negeri Indonesia yang sebelumnya sangat dekat ke Uni Soviet menjadi menjauh dari Uni Soviet dan Rusia (setelah 1991).

“Rusia sendiri sejak era Suharto tidak pernah mengubah politiknya atau menarik dukungannya terhadap Indonesia baik di forum PBB maupun organisasi Internasional lainnya. Sementara Indonesia karena perubahan rezim tersebut (dari rezim Soekarno ke rezim Soeharto), mulai menjadi dingin dan terkesan memilih-milih dengan Rusia karena ketakutan akan ditinggalkan oleh partner bisnis baru yang saat itu adalah AS dan sekutunya. “tutur Laurentius Raymond Jr Pardamean Sihombing yang juga pengamat militer dan geopolitik Rusia

Baca Juga :  The Best Productivity Tools for Remote Work

Lebih lanjut Raymod mengatakan bahwa usai terjadinya perang dingin, pada realitasnya hubungan bilateral Rusia-Indonesia masih menghadapi tantangan, adapun tantangan utama yang perlu diatasi untuk semakin mempererat hubungan Rusia — Indonesia ada dua. Pertama, kelesuan dan dinginnya hubungan antara Indonesia dengan Rusia sejak jaman Suharto harus mulai ditinggalkan. Indonesia harus lebih aktif dalam hal ini.

Pihak Indonesia perlu untuk melihat contoh-contoh negara-negara di ASEAN yang tetap aktif membina hubungannya dengan Rusia tanpa takut akan sanksi atau menurunnya hubungan dagang antara negaranya dengan negara-negara sekutu Barat. Misalnya negara Vietnam yang sampai saat ini berhasil tetap dekat secara ekonomi dengan barat dan dengan Rusia. Atau misalnya lagi negara Malaysia yang masuk dalam persemakmuran dengan inggris yang notabene sekutu utama barat (AS).

Malaysia bisa menjaga keseimbangan hubungannya dengan negara-negara barat dan dengan Rusia. Semua negara yang berhasil menjaga keseimbangan hubungan dengan Rusia dan dengan koalisi Barat menurut saya justru menjadi contoh utama yang harus ditiru Indonesia kalau Indonesia masih tetap menganut asas bebas aktif.

Sedangkan tantangan kedua, adalah perbedaan budaya. Dalam banyak hal, khususnya terkait dengan perundingan bisnis dan dagang, terdapat miskomunikasi baik disisi Indonesia maupun Rusia. Indonesia perlu memiliki tim perunding dengan Rusia yang dibekali dengan pengetahuan yang kuat dan mendalam mengenai kultur Rusia yang sama sekali berbeda dengan kultur eropa barat, AS, apalagi Asia.

Kalau melihat beberapa proyek kerjasama strategis Rusia di Indonesia atau sebaliknya, ada beberapa lubang yang seharusnya bisa diatasi dengan pengetahuan mengenai kultur dan karakteristik berbisnis orang Rusia. Begitupula sebaliknya, buat orang Rusia, sulit sekali memahami kultur bisnis dan budaya berbisnis orang-orang Indonesia.

“Misalnya, budaya menolak. Kita di Indonesia terbiasa menolak dengan senyuman atau dengan melambaikan tangan dan melenggang pergi. Sementara di Rusia, senyuman diartikan sebagai tanda persetujuan. Masih banyak lagi contoh seperti ini yang bisa digali dan dijadikan pembelajaran. Di Moskow, ini menjadi salah satu materi perkuliahan yang saya bawakan di beberapa Universitas dan Akademi. Menariknya, justru baru semenjak 2022, makin banyak pendengar Rusia yang tertarik mengikuti materi yg saya bawakan ini.”tukas Laurentius Raymond Jr Pardamean Sihombing yang saat ini menjabat sebagai Presiden Russian-Indonesian business alliance

Baca Juga :  Peluang Aparat Penyidik TNI AL Dan PPNS KKP Sebagai Penyidik Asal Tindak Pidana Perikanan

Raymond juga menambahkan bahwa langkah solusi yang tepat, konkrit dan nyata untuk semakin mengharmonisasikan hubungan bilateral Indonesia-Rusia di tengah krisis multidimensional ini, satu-satunya yang bisa dilakukan oleh Indonesia dan Rusia adalah dengan memulai langkah pertama yaitu menjajaki potensi kerjasama tanpa rasa takut terkena sanksi dari koalisi barat dan seterusnya.

Langkah menjajaki itu, bisa saja melalui berbagai aktivitas, diantaranya bisa melalui kegiatan Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) bersama Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Rusia (PPIR) dan Forum Peduli Literasi Masyarakat (FILEM) menyelenggarakan Webinar “Indonesia-Rusia: Mempererat Persahabatan di tengah Krisis Multidimensi” pada tanggal 20 Juli 2024, sebagai ajang diskusi yang patut diapresiasi, yang juga bisa menjadi ajang penjajakan gagasan atau brainstorming untuk melangkah lebih berani menjajaki potensi kerjasama tanpa rasa takut terkena sanksi dari koalisi barat.

Dalam keterangannya, Raymod juga mengungkapkan bahwa setelah Covid -19 melanda Rusia, kemudian dilanjutkan dengan perang di Ukraina dan perang di Timur Tengah (Israel — Palestina), Rusia telah berubah menjadi negara yang sangat kuat baik secara militer maupun secara teknologi dan ekonomi. Rusia telah menjadi negara yang bukan saja berdaulat secara wilayah, namun juga berdaulat secara energi, secara pangan, berdaulat secara teknologi, berdaulat secara militer, berdaulat secara finansial, berdaulat secara sumber daya manusia, kesehatan dan seterusnya.

“Menurut hemat saya, Indonesia perlu mengambil banyak contoh baik dari Rusia agar bisa berdaulat secara teknologi, finansial, ekonomi, energi dll, itu semua bisa di wujudkan oleh Indonesia, salah satunya dengan mempererat hubungan Rusia-Indonesia di berbagai bidang, terutama bidang teknologi, perdagangan maupun investasi, yang mempunyai prinsip saling memberdayakan, saling menguntungkan, dan saling menguatkan, bukan melemahkan, ya, intinya pererat harmonisasi hubungan Rusia-Indonesia, bisa berdampak  Indonesia semakin maju untuk siap menyambut Indonesia Emas 2024 mendatang. “pungkas Raymond

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Komisi IV DPR RI Terima Audensi Siap Perjuangkan Nasib Pembudidaya Benih Lobster

Admin Redaksi

29 Apr 2026

  Jakarta,Nasionalpis.com JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Melati, mengusulkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) khusus pengelolaan Benih Bening Lobster (BBL). Langkah ini diambil sebagai respons konkret terhadap berbagai persoalan di sektor kelautan yang berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan dan pembudidaya. Melati menegaskan, pembentukan Panja merupakan bentuk keseriusan Komisi IV dalam menampung serta menindaklanjuti aspirasi …

Kapolres Sumenep Perbaiki Jembatan Demi Kelancaran Aktivitas Warga

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

27 Apr 2026

NASIONALPOS.com | Sumenep, Jatim – Senin, 27 April 2026, wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Kapolres Sumenep dengan menginisiasi sekaligus memimpin langsung kegiatan perbaikan jembatan di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep. Jembatan yang selama ini menjadi akses vital warga diketahui mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga menghambat aktivitas masyarakat, baik dalam kegiatan …

Wujud Kepedulian Kapolres Sumenep, Tampung Aspirasi Masyarakat Pada Giat Curhat Kamtibmas 

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

27 Apr 2026

NASIONALPOS.com | Sumenep – Senin, 27 April 2026, Kapolres Sumenep melaksanakan kegiatan Curhat Kamtibmas bersama masyarakat di Desa Babalan, Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini merupakan upaya Polri dalam menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat guna menyerap aspirasi serta mengetahui berbagai permasalahan yang berkembang di lingkungan warga. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sumenep hadir bersama jajaran dan disambut oleh …

Warga Bluto Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Polres Sumenep Lakukan Penanganan

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

27 Apr 2026

NASIONALPOS.com | SUMENEP, Jatim– Seorang warga lanjut usia di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur miliknya sendiri pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.   Korban berinisial J (76), perempuan, warga Dusun Libiliyan, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga setempat setelah sebelumnya korban dilaporkan …

Diduga Kredibilitas Sekolah PKBM di Kabupaten Garut Dipertanyakan Masyarakat ?

Admin Redaksi

25 Apr 2026

  Garut,Nasionalpos.com Garut, Polemik tentang dunia pendidikan di kab.Garut yang selama ini.didengar dengan bumbu yg begitu tidak sedap dan tidak enak didengar .seperti halnya di dunia pendidikan yang selama ini digembor gemborkan tentang Dana pendidikan yang pantastis Namun sungguh aneh yang menimpa anak didik pkbm yang berada dikecamatan garut kota .kelurahan kota kulon, dimana salah …

Koordinator Terminal Arya Wiraraja, Imam Hanafi Sebut Penumpang AKAP Masih Stabil Pasca Hari Raya Idul Fitri 2026

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

25 Apr 2026

NASIONALPOS.com | Sumenep, Jatim – Hari Raya Idul Fitri 1447 / 2026 telah berlalu, namun hal itu tidak berarti petugas BPTD Perhubungan terminal Bus Arya Wiraraja Sumenep bisa santai dalam aktifitas keseharian dalam menjalankan tugasnya.   Handoko Imam Hanafi, S.Sos. adalah Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Arya Wiraraja Sumenep di bawah BPTD Kelas …

x
x