Home » Nasional » Tolak Kegiatan Lomba Mewarnai ‘Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa’ Karena Berpotensi Menyuburkan Pungli Pendidikan di Banyuwangi  

Tolak Kegiatan Lomba Mewarnai ‘Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa’ Karena Berpotensi Menyuburkan Pungli Pendidikan di Banyuwangi  

Eni 03 Agu 2024 296

 

NASIONALPOS.com ll BANYUWANGI – Forum Rakyat Peduli Pendidikan Banyuwangi (FRP2B) dengan tegas menolak kegiatan Lomba Mewarnai dengan tema “Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa” karena rawan pungutan liar (Pungli).

Dalam pamflet yang beredar disekolah-sekolah, dijelaskan bahwa lomba yang akan digelar pada Senin 5 Agustus 2024 tersebut akan digelar serentak di sekolah-sekolah kelompok bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kabupaten Banyuwangi dengan menarik biaya pendaftaran Rp7 Ribu/peserta. (3/8/2024)

Berdasarkan hasil investigasi FRP2B, lomba yang katanya bertujuan memecahkan rekor muri dengan peserta lomba mewarnai terbanyak itu mengarah ke unsur pemaksaan dan berpotensi menjadi sarana pungli dan tindak pidana korupsi.

Sebagai contoh, di grup-grup whatsapp wali murid beredar pesan ajakan yang dikirimkan oleh guru kelas agar seluruh siswa wajib mengikuti lomba tersebut.

Selain itu, FRP2B menemukan bukti bahwa para kepala sekolah secara terang-terangan mengintimidasi para guru supaya mewajibkan seluruh siswa di kelasnya masing-masing untuk mengikuti lomba.

Baca Juga :  Tim GWI Bersama Tim Ormas BPPKB Banten, Berikan Bantuan Sosial Kepada Warga Yang Kurang Mampu Di Lokasi Desa Winong

FRP2B juga menemukan bukti adanya rencana pembagian keuntungan dari keseluruhan uang pendaftaran event tersebut, seperti fee untuk jajaran Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, organisasi di bawah naungan Dinas Pendidikan, dan fee untuk pihak eksternal.

Secara kasar, FRP2B menghitung biaya untuk mengadakan kegiatan lomba mewarnai itu semestinya tidak lebih dari Rp500/peserta. Karena sesuai famplet yang beredar, panitia hanya menyediakan kertas lembar kerja sedangkan alat menggambar disiapkan sendiri oleh peserta.

Maka FRP2B menganalisa bahwa ada potensi pungli untuk setiap peserta sekitar Rp6.500 dan jika dikalikan dengan data Dapodik siswa KB, TK, dan SD se Kabupen Banyuwangi kurang lebih ada sekitar 128 ribu siswa, maka potensi pungli dalam kegiatan ini sekitar Rp832.000.000 (Delapan Ratus tiga Puluh Dua Juta Rupiah).

Atas dasar keprihatinan dan semangat memberantas pungli dan korupsi di tanah air, maka dengan ini FRP2B secara tegas mendesak:

Baca Juga :  Karnaval Pawang Nusantara Warnai Peringatan HUT RI ke-79 di Kalipuro

1. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi membatalkan lomba   mewarnai ‘Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa’

2. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi mencabut surat rekomendasi atau persetujuan atas pelaksanaan lomba mewarnai ‘Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa’

3. Panitia segera mengembalikan seluruh biaya pendaftaran yang telah dibayarkan maksimal pada 5 Agustus 2024

5. Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Banyuwangi segera bertindak tegas dan cepat untuk mencegah terjadinya pungli dalam acara tersebut.

6. Bupati Banyuwangi untuk menegur Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi agar tidak gegabah dalam membuat kegiatan berbayar.

7. DPRD Banyuwangi harus segera melakukan pengawasan dan evaluasi menyeluruh terkait kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.

7. Lembaga Swadaya Masyarakat, Pers, dan lembaga anti korupsi untuk bersama-sama menolak kegiatan yang rawan pungli dan korupsi ini.

(Imam RI)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Tutup Kejuaraan Taekwondo Piala Dansat Siber TNI: Ini Pesan Ketum PPM-LVRI Berto

dito

27 Okt 2026

NasionalPos.com, Binjai- Tim Taekwondo Tiger Sumatra Binjai meraih juara umum Kejuaraan Taekwondo Piala Dansat Siber TNI yang ditutup Ketua Umum Pemuda Panca Marga (PPM), Berto Izak Deko, di Gedung Olahraga (GOR) Kota Binjai, Jalan Jambi, Minggu (25 Oktober 2026).   Kejuaraan perdana yang digelar Tiger Sumatra Binjai itu diikuti atlet, pelatih, dan penonton dengan antusias. …

Poros Rawamangun Sorot Kualitas Kinerja Inspektorat Pemprov DKI Jakarta Terhadap Dua Proyek Pengadaan di DKI Jakarta

dito

27 Okt 2026

NasionalPos. com, Jakarta-  Tekad Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono, untuk membersihkan di kalangan Pemprov DKI Jakarta dari tindak pidana korupsi, ternyata masih terganjal dengan adanya temuan dua kasus yang hingga saat ini belum ada penetapan tersangka nya, yakni Dua proyek pengadaan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang di temukan oleh BPK.   …

Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

Kantor Hukum Layangkan Pemberitahuan Aksi, Kepastian Hukum di Polresta Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

20 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALIS. COM – Gelombang penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan bakal menjadi sorotan. Kantor Hukum Rifki Pria Hartawan Usman, S.H. & Rekan secara resmi menyampaikan pemberitahuan aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di depan Kantor Polresta Banyuwangi. Dalam surat pemberitahuan tertanggal 19 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Kapolresta Banyuwangi, …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

x
x