Home » Nasional » Tolak Kegiatan Lomba Mewarnai ‘Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa’ Karena Berpotensi Menyuburkan Pungli Pendidikan di Banyuwangi  

Tolak Kegiatan Lomba Mewarnai ‘Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa’ Karena Berpotensi Menyuburkan Pungli Pendidikan di Banyuwangi  

Eni 03 Agu 2024 192

 

NASIONALPOS.com ll BANYUWANGI – Forum Rakyat Peduli Pendidikan Banyuwangi (FRP2B) dengan tegas menolak kegiatan Lomba Mewarnai dengan tema “Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa” karena rawan pungutan liar (Pungli).

Dalam pamflet yang beredar disekolah-sekolah, dijelaskan bahwa lomba yang akan digelar pada Senin 5 Agustus 2024 tersebut akan digelar serentak di sekolah-sekolah kelompok bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kabupaten Banyuwangi dengan menarik biaya pendaftaran Rp7 Ribu/peserta. (3/8/2024)

Berdasarkan hasil investigasi FRP2B, lomba yang katanya bertujuan memecahkan rekor muri dengan peserta lomba mewarnai terbanyak itu mengarah ke unsur pemaksaan dan berpotensi menjadi sarana pungli dan tindak pidana korupsi.

Sebagai contoh, di grup-grup whatsapp wali murid beredar pesan ajakan yang dikirimkan oleh guru kelas agar seluruh siswa wajib mengikuti lomba tersebut.

Selain itu, FRP2B menemukan bukti bahwa para kepala sekolah secara terang-terangan mengintimidasi para guru supaya mewajibkan seluruh siswa di kelasnya masing-masing untuk mengikuti lomba.

Baca Juga :  Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) Terhadap Tersangka ED, HH dan M dalam Perkara Suap dan/atau Gratifikasi Perkara Ronald Tannur

FRP2B juga menemukan bukti adanya rencana pembagian keuntungan dari keseluruhan uang pendaftaran event tersebut, seperti fee untuk jajaran Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, organisasi di bawah naungan Dinas Pendidikan, dan fee untuk pihak eksternal.

Secara kasar, FRP2B menghitung biaya untuk mengadakan kegiatan lomba mewarnai itu semestinya tidak lebih dari Rp500/peserta. Karena sesuai famplet yang beredar, panitia hanya menyediakan kertas lembar kerja sedangkan alat menggambar disiapkan sendiri oleh peserta.

Maka FRP2B menganalisa bahwa ada potensi pungli untuk setiap peserta sekitar Rp6.500 dan jika dikalikan dengan data Dapodik siswa KB, TK, dan SD se Kabupen Banyuwangi kurang lebih ada sekitar 128 ribu siswa, maka potensi pungli dalam kegiatan ini sekitar Rp832.000.000 (Delapan Ratus tiga Puluh Dua Juta Rupiah).

Atas dasar keprihatinan dan semangat memberantas pungli dan korupsi di tanah air, maka dengan ini FRP2B secara tegas mendesak:

Baca Juga :  Jelang Tahap Pendaftaran Pilkada 2024, Polda Sulteng Mantapkan Rencana Pengamanan bersama KPU

1. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi membatalkan lomba   mewarnai ‘Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa’

2. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi mencabut surat rekomendasi atau persetujuan atas pelaksanaan lomba mewarnai ‘Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa’

3. Panitia segera mengembalikan seluruh biaya pendaftaran yang telah dibayarkan maksimal pada 5 Agustus 2024

5. Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Banyuwangi segera bertindak tegas dan cepat untuk mencegah terjadinya pungli dalam acara tersebut.

6. Bupati Banyuwangi untuk menegur Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi agar tidak gegabah dalam membuat kegiatan berbayar.

7. DPRD Banyuwangi harus segera melakukan pengawasan dan evaluasi menyeluruh terkait kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.

7. Lembaga Swadaya Masyarakat, Pers, dan lembaga anti korupsi untuk bersama-sama menolak kegiatan yang rawan pungli dan korupsi ini.

(Imam RI)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

x
x