Home » Nasional » Tolak Kegiatan Lomba Mewarnai ‘Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa’ Karena Berpotensi Menyuburkan Pungli Pendidikan di Banyuwangi  

Tolak Kegiatan Lomba Mewarnai ‘Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa’ Karena Berpotensi Menyuburkan Pungli Pendidikan di Banyuwangi  

Eni 03 Agu 2024 215

 

NASIONALPOS.com ll BANYUWANGI – Forum Rakyat Peduli Pendidikan Banyuwangi (FRP2B) dengan tegas menolak kegiatan Lomba Mewarnai dengan tema “Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa” karena rawan pungutan liar (Pungli).

Dalam pamflet yang beredar disekolah-sekolah, dijelaskan bahwa lomba yang akan digelar pada Senin 5 Agustus 2024 tersebut akan digelar serentak di sekolah-sekolah kelompok bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kabupaten Banyuwangi dengan menarik biaya pendaftaran Rp7 Ribu/peserta. (3/8/2024)

Berdasarkan hasil investigasi FRP2B, lomba yang katanya bertujuan memecahkan rekor muri dengan peserta lomba mewarnai terbanyak itu mengarah ke unsur pemaksaan dan berpotensi menjadi sarana pungli dan tindak pidana korupsi.

Sebagai contoh, di grup-grup whatsapp wali murid beredar pesan ajakan yang dikirimkan oleh guru kelas agar seluruh siswa wajib mengikuti lomba tersebut.

Selain itu, FRP2B menemukan bukti bahwa para kepala sekolah secara terang-terangan mengintimidasi para guru supaya mewajibkan seluruh siswa di kelasnya masing-masing untuk mengikuti lomba.

Baca Juga :  Tanggul di Garden City Periuk Jebol, H Saiful Milla Minta Agar segera Membuat Tanggul Permanen

FRP2B juga menemukan bukti adanya rencana pembagian keuntungan dari keseluruhan uang pendaftaran event tersebut, seperti fee untuk jajaran Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, organisasi di bawah naungan Dinas Pendidikan, dan fee untuk pihak eksternal.

Secara kasar, FRP2B menghitung biaya untuk mengadakan kegiatan lomba mewarnai itu semestinya tidak lebih dari Rp500/peserta. Karena sesuai famplet yang beredar, panitia hanya menyediakan kertas lembar kerja sedangkan alat menggambar disiapkan sendiri oleh peserta.

Maka FRP2B menganalisa bahwa ada potensi pungli untuk setiap peserta sekitar Rp6.500 dan jika dikalikan dengan data Dapodik siswa KB, TK, dan SD se Kabupen Banyuwangi kurang lebih ada sekitar 128 ribu siswa, maka potensi pungli dalam kegiatan ini sekitar Rp832.000.000 (Delapan Ratus tiga Puluh Dua Juta Rupiah).

Atas dasar keprihatinan dan semangat memberantas pungli dan korupsi di tanah air, maka dengan ini FRP2B secara tegas mendesak:

Baca Juga :  HUT Ke 14, KAI Sarinah Dan KAI Juanda Islah

1. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi membatalkan lomba   mewarnai ‘Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa’

2. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi mencabut surat rekomendasi atau persetujuan atas pelaksanaan lomba mewarnai ‘Merah Putih dalam Karya Anak Bangsa’

3. Panitia segera mengembalikan seluruh biaya pendaftaran yang telah dibayarkan maksimal pada 5 Agustus 2024

5. Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Banyuwangi segera bertindak tegas dan cepat untuk mencegah terjadinya pungli dalam acara tersebut.

6. Bupati Banyuwangi untuk menegur Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi agar tidak gegabah dalam membuat kegiatan berbayar.

7. DPRD Banyuwangi harus segera melakukan pengawasan dan evaluasi menyeluruh terkait kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.

7. Lembaga Swadaya Masyarakat, Pers, dan lembaga anti korupsi untuk bersama-sama menolak kegiatan yang rawan pungli dan korupsi ini.

(Imam RI)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Klarifikasi Dugaan Pungli, SMAN 3 Painan Tegaskan Dana Orang Tua Merupakan Sumbangan Berdasarkan Kesepakatan Bersama

Primadoni,SH

19 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri (SMAN) 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pihak sekolah bersama Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat (Sumbar) memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka menegaskan bahwa dana yang selama ini dibayarkan oleh orang tua siswa bukanlah pungutan liar, melainkan sumbangan yang …

Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

x
x