Home » Ekonomi » Poros Rawamangun Sorot Kualitas Kinerja Inspektorat Pemprov DKI Jakarta Terhadap Dua Proyek Pengadaan di DKI Jakarta

Poros Rawamangun Sorot Kualitas Kinerja Inspektorat Pemprov DKI Jakarta Terhadap Dua Proyek Pengadaan di DKI Jakarta

dito 27 Okt 2026 2

NasionalPos. com, Jakarta- 

Tekad Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono, untuk membersihkan di kalangan Pemprov DKI Jakarta dari tindak pidana korupsi, ternyata masih terganjal dengan adanya temuan dua kasus yang hingga saat ini belum ada penetapan tersangka nya, yakni Dua proyek pengadaan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang di temukan oleh BPK.

 

Kedua Proyek tersebut adalah Proyek Rehabilitasi Total Gedung Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Daerah (UPPPD) Taman Sari

Merupakan proyek rehabilitasi bangunan kantor pajak daerah di kawasan Taman Sari bernilai Rp 31, 7 Milyar dengan APBD Tahun Anggaran 2024, serta Proyek Pembangunan Waduk Marunda Tahap II, Proyek pembangunan waduk pengendali banjir dengan nilai kontrak sebesar Rp84,4 miliar dengan APBD Tahun Anggaran 2023.

 

Terkait dengan dua proyek itu, kepada wartawan Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Poros Rawamangun, Selasa, 27 Oktober 2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa pihaknya menemukan dua dugaan kasus tersebut dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan, yang hingga saat ini belum ada tersangka nya

 

“Saya mengendus ada nya dugaan ketidak beresan birokrasi di Pemprov DKI Jakarta, khususnya terhadap pelayanan penyerapan anggaran pada dua proyek pengadaan besar tersebut” ungkap Rudy Darmawanto SH.

Baca Juga :  Selamat Natal dan Tahun 2025, KETUM MAUNG: Tebar Cinta Kasih, Kuatkan Bangunan Kemanusiaan

Menurut Rudy, pihaknya menengarai adanya dugaan kejanggalan dalam pengawasan internal serta indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan fisiknya yang terjadi pada proyek  Rehabilitasi Total Gedung Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Daerah (UPPPD) Taman Sari Jakarta Barat yang memiliki nilai pagu dan kontrak sebesar Rp31.775.911.361 (dengan nilai HPS Rp31.774.845.155,88) bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024. sehingga proyek rehabilitasi gedung tersebut di duga tidak sesuai perencanaan yang di setujui, akibat nya kualitas rehabilitasi gedung tersebut sangat buruk .

 

“Pada proyek tersebut kami pertanyakan kualitas dan kuantitas pengawasan internal Pemprov DKI Jakarta, sehingga hal itu bisa terjadi” tukas Rudy Darmawanto SH.

 

Tidak hanya itu, lanjut Rudy, pada Proyek Pembangunan Waduk Marunda Tahap II dengan nilai kontrak sebesar Rp84,4 miliar untuk Tahun Anggaran 2023, adapun dugaan temuan adanya potensi pengaturan pemenang tender, yang pihaknya menduga ada keterkaitan mantan petinggi perusahaan pemenang dengan kasus hukum/suap, hingga indikasi penggunaan material ilegal.

 

 

“Sampai sekarang belum ada tersangka nya, padahal ke dua proyek tersebut menggunakan dana APBD, dana dari rakyat yang membayar pajak, kemudian harus di pertanggung jawabkan penyerapan nya oleh Pemprov DKI Jakarta, nah kalau tidak ada tersangka nya, lalu siapa yang harus bertanggung jawab, oleh karena itu harus di usut tuntas agar ada yang bertanggung jawab terhadap dugaan korupsi dua proyek tersebut” tandas Rudy Darmawanto SH

Baca Juga :  Pertemuan Sabtu 12 Agustus 2023 Tak Layak Disebut Sebagai RUALB P3SRS Apartemen Puri Kemayoran

 

 

Lebih lanjut ia mengatakan jika pengawasan di internal Pemprov DKI Jakarta melemah, ya, sebaiknya Pemprov DKI Jakarta segera melakukan pembenahan internal, bukan hanya sekedar mengganti pejabat nya, tapi sistem pengawasan yang harus di ganti, misalnya setiap ada lelang proyek harus terbuka dengan melibatkan unsur masyarakat dan sebagai nya.

 

Tentu saja, imbuh Rudy, terkait masalah dua proyek tersebut, jika Inspektorat Pemprov DKI Jakarta tidak segera mengusut tuntas dengan menentukan siapa tersangka nya.

 

“Maka kami sebagai warga Jakarta, bakal melapor dan mendesak KPK atau kejaksaan untuk segera lakukan pemeriksaan dua kasus tersebut, kami tidak ingin dugaan kasus korupsi dua proyek itu di diamkan begitu saja, tanpa ada kasihan warga Jakarta sudah bayar pajak tapi duitnya di duga di selewengkan oleh birokrasi” pungkas Rudy Darmawanto SH

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Poros Rawamangun Desak Aparat Hukum, Usut Rp 50 Milyar APBD 2026 Pemprov DKI Jakarta, Untuk Pembangunan RSUD Cakung

dito

24 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Terkait dengan adanya temuan dugaan adanya dana Rp 50 Milyar bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 Pemprov DKI Jakarta, yang semestinya peruntukkannya membangun Rumah Sakit Daerah Cakung, yang total membutuhkan biaya Rp 400 milyar, namun hingga saat ini pembangunan fisiknya belum ada,   Maka kepada wartawan, Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Poros Rawamangun, …

Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

Kantor Hukum Layangkan Pemberitahuan Aksi, Kepastian Hukum di Polresta Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

20 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALIS. COM – Gelombang penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan bakal menjadi sorotan. Kantor Hukum Rifki Pria Hartawan Usman, S.H. & Rekan secara resmi menyampaikan pemberitahuan aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di depan Kantor Polresta Banyuwangi. Dalam surat pemberitahuan tertanggal 19 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Kapolresta Banyuwangi, …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Dugaan Penggelapan hingga Dokumen Tanah Perusahaan, Empat Laporan di Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

19 Okt 2026

Banyuwangi, Nasionalis.com – Penanganan empat laporan polisi di Polresta Banyuwangi menjadi perhatian tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor berinisial DPS dan IBP. Mereka meminta kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana terkait urusan keluarga, keuangan, dokumen hak atas tanah perusahaan, hingga penerimaan dana yang dipersoalkan. Sebagai tindak lanjut, tim kuasa hukum menyatakan …

x
x