Home » Nasional » Mahendra Sulaksana Kontrol Blok Hunian, Sapa Warga Binaan.

Mahendra Sulaksana Kontrol Blok Hunian, Sapa Warga Binaan.

Eni 10 Sep 2024 60

 

NASIONALPOS.com ll Pagi ini, (10/09) setelah pelaksanaan apel pagi, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang, Mahendra Sulaksana, Bersama dengan Kasi Adm. Kamtib serta Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), melakukan inspeksi langsung ke semua blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP). Inspeksi dimulai dari Blok A, di mana Mahendra memantau kondisi kamar hunian bersama dengan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi kamar dan blok hunian di dalam Lapas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas rutin untuk memastikan keamanan, ketertiban, dan kelayakan fasilitas penahanan. Dalam kesempatan tersebut, Mahendra mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kamar hunian. “Sekarang kita memasuki musim penghujan. Oleh karena itu, pastikan tempat-tempat kosong di kamar langsung dibersihkan untuk menghindari penumpukan sampah yang bisa menjadi sarang nyamuk. Hindari juga menggantung pakaian di sembarang tempat agar kamar terlihat lebih rapi dan bersih,” tegasnya.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Jember Ikuti Penguatan Pemberantasan Pungutan Liar Yang Di Adakan Oleh Kanwil Kemenkumham Jawa Timur

Sementara itu, Kepala Keamanan Pramita Ananta, menjelaskan bahwa telah ada aturan mengenai jumlah pakaian yang boleh dimiliki oleh WBP di Lapas Lumajang. “Setiap WBP diperbolehkan memiliki maksimal 4 setelan pakaian dan satu baju keamanan. Ini adalah salah satu ketentuan yang harus dipatuhi untuk menjaga kerapihan dan ketertiban,” jelas Ananta.

Selain itu, kontrol blok hunian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan WBP terhadap aturan yang berlaku. Nurcahyo mengatakan melalui kegiatan ini, para warga binaan dapat merasa lebih diawasi dan termotivasi untuk mematuhi peraturan yang ada. “Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif dan mendukung proses pembinaan bagi para warga binaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pakar UGM :Bukan Tanaman, tapi Obat Turunan Ganja Yang Bisa dilegalkan

Kegiatan kontrol ini mendapat respons positif dari para WBP. Mereka merasa diperhatikan dan mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan masukan langsung kepada pimpinan lapas. Salah satu WBP menyatakan, “Kami merasa lebih aman dan terjamin dengan adanya kontrol rutin seperti ini. Kami juga bisa menyampaikan langsung jika ada masalah yang perlu diperhatikan.”

**Humas/Eni**

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

x
x