Home / Headline / Nasional

Jumat, 1 Juli 2022 - 10:39 WIB

Pakar UGM :Bukan Tanaman, tapi Obat Turunan Ganja Yang Bisa dilegalkan

NasionalPos.com, Jakarta– Berkaitan  dengan adanya polemik di masyarakat mengenai legalisasi penggunaan ganja, maka ada pendapat lainnya yang menyebutkan bahwa Ganja bisa digunakan untuk terapi atau obat karena di dalamnya mengandung beberapa komponen fitokimia yang aktif secara farmakologi. Ganja mengandung senyawa cannabinoid yang di dalamnya terdiri dari berbagai senyawa lainnya, Hanya saja, untuk legalisasi ganja medis, obat yang berasal dari ganja, seperti Epidiolex bisa menjadi legal ketika didaftarkan ke badan otoritas obat, seperti Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) dan disetujui untuk dapat digunakan sebagai terapi, demikian disampaikan Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Apt Zullies Ikawati, Ph.D, kepada pers, Jumaat,( 1 /7/2022) di Jakarta

“Menurut saya, semestinya bukan melegalisasi tanaman ganja karena potensi untuk penyalahgunaannya sangat besar. Siapa yang akan mengontrol takarannya, cara penggunaannya, dan lainnya walaupun alasannya adalah untuk terapi,” ungkap Zullies

Baca Juga  Rumah Politikus Golkar Digeledah KPK

Menurutnya, soal ganja medis, untuk penggunaannya dapat melihat dari obat-obatan golongan morfin. Morfin juga berasal dari tanaman opium dan menjadi obat legal selama diresepkan dokter. Selain itu, sambung dia, dapat digunakan sesuai indikasi, seperti nyeri kanker yang sudah tidak respons lagi terhadap analgesik lain dengan pengawasan distribusi yang ketat, Oleh sebab itu, semestinya yang dilegalkan bukan tanaman ganjanya, tetapi obat yang diturunkan dari ganja dan telah teruji klinis dengan evaluasi yang komperhensif akan risiko dan manfaatnya.

“Tanamannya yakni opium tetap masuk dalam narkotika golongan satu karena berpotensi penyalahgunaan yang besar, begitu pun dengan ganja, sedangkan yang mesti dilegalkan adalah obat hasil pengolahan ganja” tukas Zullies.

Baca Juga  Cegah Manipulasi Pemberian Status Opini WTP Melalui Pembentukan Team Khusus

Zullies juga mengingatkan bahwa semua pihak terutama pemerintah perlu bersikap hati-hati terhadap adanya wacana legalisasi ganja, karena jika tidak berhati-hati akan menjadi suatu kondisi yang justru bisa membahayakan bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda, karena itu diperlukan sosialisasi agar terbentuk pemahaman yang massif mengenai legalisasi ganja ini, bukan penggunaan ganja yang di legalkan, melainkan tetapi obat yang diturunkan dari ganja dan telah teruji klinis dengan evaluasi yang komperhensif akan risiko dan manfaatnya.

“ya, harus ada pemahaman yang komprehensif dan massif mengenai ganja medis, jangan sampai terjadi kesalahan dalam memahami masalah ini, bisa fatal”pungkas Zullies

 

 

Share :

Baca Juga

MUI Kembali Izinkan Salat dengan Saf Rapat di Masjid

Nasional

MUI Kembali Izinkan Shalat dengan Saf Rapat di Masjid
Farjrin Rasyid Pendiri Bukalapak

Ekonomi

Bos Bukalapak Farjrin Rasyid Jadi Direktur Telkom
PSBB Kota Tangerang

Headline

Hari ini, PSBB di Kota Tangerang Diberlakukan
b2816033 a057 48e7 8202 83383b269125

Headline

Jepang Akan Mencabut Larangan Masuk Bagi Warga Negara Asing
jasa raharja

Nasional

Menhub Dapat Penghargaan dari Polri dan Jasa Raharja
pelabuhan tanjng priok

Ekonomi

Ribuan Orang Mudik Lebaran Lewat Pelabuhan Bakauheni
habibrohman effendy simbolon edit

Headline

Meskipun Sudah Minta Maaf, MKD Tetap Proses Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Effendy Simbolon
IMG 20190425 WA0011 512x384

Nasional

Komit dengan Keamanan Laut, Bakamla Jalin Kerjasama dengan BMKG