Home » Nasional » Penasehat Tim Fawait-Djoko Nyatakan yang Berlaku Teken Bupati bukan Wabup

Penasehat Tim Fawait-Djoko Nyatakan yang Berlaku Teken Bupati bukan Wabup

Eni 12 Des 2024 84

 

JEMBER – NASIONALPOS.com ll Beredar video pernyataan Dewan Penasehat Tim Pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jember Muhammad Fawait – Djoko Susanto (Fawait-Djoko), Fadil Muzakki Syah.

Dia menyinggung tentang wewenang antara Bupati dengan Wakil Bupati yang perlu diketahui terutama kalangan pendukungnya. Menurutnya, Bupati adalah pemegang kendali penuh.

“Tidak usah bingung nanti bagaimana? Satu komando dibawah Bupati Muhammad Fawait. Karena tiada tanda tangan Wakil Bupati, sekda, perangkat. Memang aturannya semua apa kata Bupati,” kata pria yang biasa disapa Lora Fadil itu.

Pernyataan Lora Fadil termuat dalam video berdurasi 1 menit 55 detik. Ia mengakui perekaman tersebut benar adanya dan merupakan inisiatif darinya untuk tujuan berbicara kepada banyak orang.

“Iya, saya yang membuat video itu,” ungkap Lora Fadil menanggapi konfirmasi sejumlah media yang menghubunginya pada Rabu, 11 Desember 2024 siang.

Baca Juga :  Dana Rp 35,5 Triliun Khusus Gaji-13 Bagi ASN Telah Dianggarkan Menkeu Sri Mulyani

Lora Fadil membeberkan latar belakang pembuatan video pernyataannya. Yakni, bermula dari berbagai macam informasi tentang sejumlah orang yang mulai membuat friksi dan terindikasi hendak mentransaksikan pos-pos jabatan.

“Setidak-tidaknya ada tiga orang. Saya tidak menyebut (nama) dulu. Mereka yang jelas membuka lapak jabatan,” ulasnya.

Ketiga orang yang dimaksud oleh Lora Fadil memiliki lintasan yang berbeda. “Ada yang politisi, dan ada yang dari dalam lingkungan ASN Pemkab Jember,” sambung Lora Fadil.

Jual-beli jabatan menjadi fenomena yang selalu terjadi di setiap selesainya Pilkada. Apalagi, tampuk kepala daerah berganti tangan.

Menurut Fadil, diantara orang dekat kepala daerah terpilih ada yang memanfaatkan situasi untuk mendapat keuntungan dari pejabat oportunis. Karena, kedekatan politik masih dianggap bisa menjadi jembatan bagi pejabat untuk menaikkan karir jabatan.

Baca Juga :  Pantai Boom Marina Banyuwangi Siap Sambut Yacht Internasional dengan Fasilitas TPI Baru

“Saya ingin menyelamatkan supaya tidak tertipu. Sesuai aturan yang ada, hanya berlaku keputusan Bupati. Selain Bupati, hanya bisa memberi saran,” tuturnya.

Pilkada Jember baru saja usai. Fawait- Djoko dinyatakan sebagai pemenang. Namun, sejumlah peristiwa terjadi sebelum Lora Fadil bersuara.

Duet tersebut menggelar acara pesta kemenangan sendiri-sendiri. Fawait tampak beberapa kali menghadiri tasyakuran bersama relawan.

Ada Sekretaris Disparbud Rachman Hidayat yang kepergok ikut acara Fawait di Kebonsari. Kemudian, Camat Sumbersari Jane Regar bersama Fawait menemui tokoh pendukung Fawait, yaitu mantan Bupati Jember MZA Djalal serta eks anggota DPRD Yudi Hartono.

Sedangkan, Djoko terlihat masih satu kali membuat kegiatan pertemuan kemenangannya yang berlangsung di aula STIKES. Djoko disitu bertemu dengan puluhan orang dari relawan Djos.(Red)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

dito

02 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta – ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% …

AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x