Home » Headline » Aksi SPAI di Kemenaker, Di Duga Ada Kejanggalan

Aksi SPAI di Kemenaker, Di Duga Ada Kejanggalan

dito 21 Feb 2025 72

NasionalPos.com, Jakarta- Di duga ada kejanggalan pada aksi yang di gelar oleh Serikat Pengemudi Angkutan Indonesia (SPAI) senin 17 Februari 2025 di depan Kementerian Tenaga Kerja RI terkait Tunjangan Hari Raya (THR) yang diperuntukan bagi Mitra Pengemudi Ojek Online, dan di duga ada nya unsur politis dan rekayasa pada aksi tersebut, demikian disampaikan oleh Andi Kristiyanto, S.Sos Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional kepada wartawan, Jumaat, 21 Februari 2025 di Jakarta.

“Adapun kejanggalan itu antara lain SPAI sebagai inisiator aksi bukanlah kumpulan orang-orang bodoh, mereka adalah kumpulan orang-orang cerdas, berpengalaman dalam organisasi, strategy dan management issue serta aksi.”ungkap Andi

Menurut Andi Issue THR dengan segala tuntutan aksinya merupakan hal yang “nyleneh” dan hanya memberikan harapan palsu kepada mitra pengemudi Ojek Online serta terkesan mengada-ada tidak mungkin juga jika issue dan tuntutan aksi yang digelar kemarin tanpa dikaji terlebih dahulu, dan dirinya yakin sejatinya kawan-kawan SPAI tau bahwa hubungan mitra pengemudi Ojek online dengan Aplikator adalah Kemitraan dan masuk dalam kategori Pekerja Gigs. karena dalam pekerjaan nya bersifat independen, temporer, berdasarkan proyek jangka pendek, serta jadwal dan ruang kerja yang relatif fleksibel, jadi secara pola pikir rasional mustahil dengan status Ojol yang saat ini berstatus Mitra dapat menerima THR dari dari Aplikator.

Baca Juga :  Kunjungan KPU DKI Jakarta Diterima PJ Gubernur

“Selain itu,  terdapat kejanggalan yakni Jika kita lihat Jumlah peserta atau massa Aksi yang hadir bisa dikatakan cenderung sangat sedikit dan sangat tidak merepresentasikan kawan-kawan mitra pengemudi Ojek online lain nya, dan anehnya hingga membuat sekelas Wakil menteri bahkan Menteri nya “kebakaran Jenggot” mau turun untuk menemui mereka.” Ucap Andi

Padahal lanjutnya, pernyataan wakil menteri dan menteri tenaga kerja sudah sangat jelas bahwa beliau sudah beberapa kali bertemu untuk membuka ruang diskusi kepada perwakilan peserta aksi. harus nya kan sudah tuntas mengenai aspirasi itu tanpa harus menggelar aksi massa, sedangkan kejanggalan berikutnya, terdapat dugaan bahwa aksi ini mengandung unsur politis, pasalnya dihari yang bersamaan dengan aksi tersebut ada 2 (dua) aksi di tempat berbeda yang salah satu nya di gelar oleh mahasiswa, yang menjadi pertanyaan, kenapa hampir seluruh media tertuju hanya di salah satu titik aksi yaitu Kementerian Tenaga Kerja lokasi di mana aksi kawan-kawan SPAI digelar. dan hampir semua pemberitaan di hari itu mengangkat tentang aksi yang di lakukan oleh SPAI,

Baca Juga :  Pemprov DKI Jakarta Beri Sanksi Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Berpotensi Cemari Udara

“Sehingga terkesan ada upaya untuk menutup informasi mengenai aksi yang digelar oleh mahasiswa di hari itu, ya, janganlah memperalat ojol untuk kepentingan tertentu yang sama sekali tidak terkait dengan kepentingan ojol.”pungkas Andi.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

Desa Kalibarumanis “Ketuk Pintu” DPRD, Kebun Plasma Lonsum Dipertanyakan: Hak Warga Mandek???

- Banyuwangi

22 Apr 2026

Banyuwangi,  Nasionalpos.com – Pemerintah Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, secara resmi mengajukan permohonan hearing kepada Ketua DPRD Banyuwangi terkait belum jelasnya realisasi kebun plasma oleh PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Alas Sukses Estate). Rabu (22/4/2026). Permohonan tersebut tertuang dalam surat tertanggal 20 april 2026 yang ditandatangani Kepala Desa Kalibarumanis, H. Andrian Bayu Donata, S.H. Desa …

Panitia Musda Ke-III Resmi Buka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Bara

Admin Redaksi

21 Apr 2026

Pesisir Barat NASIONALPOS.com – Panitia Musyawarah Daerah (Musda) Ke- III DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Barat resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua DPD Kabupaten Pesisir Barat untuk masa bakti 2026-20231 mendatang. Pengumuman ini disampaikan melalui konferensi pers yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Barat Lampung, pada Selasa 21 April 2026. Ketua …

Aspirasi Warga Banyuwangi Akan Disuarakan di Ibu Kota, Komunitas IWB Siapkan Massa

- Banyuwangi

20 Apr 2026

Banyuwangi ,Nasionalpos.com – Aspirasi warga Banyuwangi dipastikan akan bermuara ke ibu kota. Komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB) menegaskan rencana aksi pada 26 April 2026 di Jakarta bukan sekadar wacana, melainkan langkah terukur yang telah melalui prosedur resmi. Pihak IWB menyebutkan, surat pemberitahuan aksi telah dilayangkan dan diterima oleh aparat, termasuk Polres Jakarta Selatan dan Polda …

Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

x
x