Home » Nasional » Ramuan Pak Kumis Jamu Tawon Klenceng Ditarik dari Peredaran, Kenapa ya???? 

Ramuan Pak Kumis Jamu Tawon Klenceng Ditarik dari Peredaran, Kenapa ya???? 

- Banyuwangi 16 Mei 2025 372

BANYUWANGI, NASIONAL POS –

Dua produk jamu tradisional yang sempat populer di kalangan masyarakat, yakni Ramuan Pak Kumis dan Jamu Tawon Klanceng, ternyata mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) yang dilarang! Fakta mengejutkan ini terungkap setelah tim Banyuwangi Update melakukan konfirmasi langsung kepada Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Kementerian Kesehatan RI.

Dalam keterangan resminya, pihak Direktorat menyatakan bahwa kedua produk tersebut tidak memiliki izin edar dan telah resmi ditarik dari peredaran karena terbukti mengandung zat berbahaya bagi tubuh manusia. Hal ini jelas melanggar ketentuan keamanan produk obat tradisional di Indonesia.

Baca Juga :  Kunjungan MONEV Kadivpas Kanwil Kemenkumham Jatim ke Lapas Kelas IIB Lumajang.

“Produk ‘Ramuan Pak Kumis’ yang diproduksi oleh CV. Sumber Sehat Lestari dan ‘Jamu Tawon Klanceg’ merupakan produk tidak terdaftar dan telah ditarik karena mengandung BKO (bahan kimia obat),” demikian bunyi pernyataan yang diterima redaksi, Jumat (16/05/2025).

Pihak Direktorat juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli produk-produk jamu yang mencurigakan, terutama dari platform e-commerce. Bahkan, mereka meminta masyarakat untuk aktif melaporkan tautan atau toko online yang masih nekat menjual produk tersebut.

Menariknya, Direktorat juga menyampaikan bahwa jamu gendong siap minum yang dibuat secara perorangan dari bahan alami tidak memerlukan izin edar, selama tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Baca Juga :  Pemerintah di Desak Lebih Optimal Tanggulangi Problematika Cegah Stunting

Kabar ini sontak mengejutkan banyak pihak, mengingat kedua produk sempat dipasarkan secara luas dan dipercaya memiliki khasiat. Kini, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dan tidak mudah tergiur dengan klaim jamu yang belum terbukti secara medis, selain itu, Banyuwangi Update terus mencari alamat perusaahan kedua jamu tersebut untuk melakukan komfirmasi.

Banyuwangi Update akan terus memantau perkembangan dan melakukan penelusuran terhadap potensi peredaran produk-produk sejenis di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

Serah Terima Kunci Rumah Parahyangan Garden City di Margaasih: Wujudkan Impian Hunian Nyaman dan Strategis

Suryana Korwil Jabar

25 Apr 2026

Bandung, 25 April 2026, ARMEDIA.NEWS – Momen yang dinanti-nantikan akhirnya tiba! Perumahan Parahyangan Garden City yang berlokasi di Jl. Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mengadakan acara serah terima kunci rumah bagi para pembeli unit huniannya. Acara ini menjadi bukti komitmen pengembang dalam menyelesaikan proyek lebih cepat dari waktu yang dijanjikan dan memberikan hunian …

x
x