Home » Top News » Kades Kalimo’ok Dinilai Lakukan Pemberhentian Sepihak terhadap PPKBD

Kades Kalimo’ok Dinilai Lakukan Pemberhentian Sepihak terhadap PPKBD

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H 27 Mei 2025 149

SUMENEP, NASIONALPOS.com – Pemberhentian Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), Siti Amsariyah di Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, Sumenep Jawa Timur oleh Kepala Desa (Kades) Kalimo’ok, Maryono secara sepihak yang dinilai cacat prosedural menuai kekecewaan sejumlah pihak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Detikposnews, Siti Amsariyah yang sudah bertugas selama kurang lebih 16 tahun sebagai PPKBD di Desa Kalimo’ok, Sumenep diajukan surat pengunduran diri oleh Kades Kalimo’ok tanpa melalui mekanisme yang telah diatur dalam Undang Undang tentang desa.

Hal itu diakui oleh Suhandono selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kalimo’ok saat dikonfirmasi bahwa dirinya hanya diberi tembusan surat pengajuan pengunduran diri dari Kades tanpa melalui Musyawarah Desa (Musdes) terlebih dahulu.

Saya hanya diberi tembusan Surat pengunduran diri yang dibuat oleh Kades Kalimo’ok, Maryono. Sebelumnya tidak pernah dilakukan Musdes berkenaan dengan pemberhentian penyuluh KB di Desa Kalimo’ok,” ungkap Ketua BPD, Suhandono dengan singkat. Senin (26/05/2025)

Menurut Suhandono, pemberhentian PPKBD Kalimo’ok, Amsariyah dikarenakan menghadiri pembentukan panitia calon kandidatnya di Pilkades mendatang.

” Selain itu, Siti Amsariyah juga mengenalkan calon kandidatnya di Posyandu kepada para kader Posyandu saat itu,” tambah Suhandono.

Alasan yang tidak mendasar itu merefleksikan sikap dari sosok oknun Kades mengeksploitasi kewenangan secara arogan. Ambisinya dalam mempertahankan jabatannya sebagai Kades berimplikasi mengorbankan seorang petugas PPKBD Kalimo’ok yang berkinerja baik.

Hal itu dibuktikan dengan masa pengabdian yang panjang tanpa adanya teguran kesalahan sebelumnya.

Arogansi Kades Kalimo’ok, Maryono, tentu menimbulkan kekecewaan dari banyak pihak, terutama bersangkutan yang mengaku tidak mengetahui kejelasan kesalahan dari kinerjanya.

” Tahu – tahu Ketua BPD memberitahu saya dengan mengirim surat pengunduran diri saya yang dibuat oleh Kades Kalimo’ok. Saat saya tanya apa kesalahan saya, Ketua BPD menjawab tidak tahu juga,” tutur Amsyariyah panggilannya. Selasa (27/05/2025)

Siti Amsariyah menuturkan setelah diberitahukan ke Kepala Penyuluh KB  Kecamatan Kalianget, ia mendengar kalau ada pemberitahuan secara lisan dari Kades Kalimo’ok kalau dia diberhentikan karena ikut mengkampanyekan calon kandidatnya di Pilkades mendatang.

” Aneh kan Pak, sekarang kan bukan masa kampanye di Posyandu. Padahal saya ngantar keluarga saya yang sedang sakit ke posyandu. Setelah itu saya ke Pendopo di Sumenep untuk mengikuti acara,” ujarnya.

Menelusuri hal itu, Detikposnews berusaha menghubungi Kades Kalimo’ok, Maryono melalui nomer WhatsAppnya, namun tidak ada renpon.

Perbuatan diskriminasi dari kinerja seorang Kades Kalimo’ok yang berimplikasi buruk terhadap tata kelola pemerintahan desa (Pemdes) Kalimo’ok harus diatensi oleh entitas terkait seperti BPD Desa Kalimo’ok, Camat Kalianget, BKKBN Sumenep dan DPMD Sumenep.

Menyoroti hal itu Detikposnews akan mengkonfirmasi pihak terkait untuk memastikan terhadap publik akan tindakan dan sikap dari pihak terkait sebagai informasi yang aktual dan kredibel. ( Bambang )

 

Sumber : Dilansir dari Media online Detikposnews, terbit : 27 Mei 2025.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sempat Kejar-kejaran di Kebun Sawit, Tim Tabur Kejari Pessel Akhirnya Berhasil Amankan DPO Terpidana Kasus Kehutan

Primadoni,SH

28 Agu 2026

Pessel , Nasionalpos.com — Operasi penangkapan Daftar Pencarian Orang (DPO) terpidana kasus tindak pidana kehutanan di Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (28/8/2026), berlangsung menegangkan. Tim Tabur Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan harus melakukan pengejaran hingga ke area kebun sawit setelah terpidana Marsedes Pgl. Sedes melakukan perlawanan saat hendak dieksekusi. Seperti diketahui, …

Pisah Sambut Kepala SMAN 12 Padang, Gusnaldi Serahkan Kepemimpinan kepada Evide

Zulwandi

26 Agu 2026

Padang, Nasionalpos.com — SMAN 12 Padang menggelar acara pisah sambut kepala sekolah, Senin (24/8/2026), sebagai momentum serah terima kepemimpinan dari Pelaksana Tugas (PLT) Kepala SMAN 12 Padang, Gusnaldi, M.Pd., kepada kepala sekolah definitif, Evidel, S.Pd. Acara tersebut dihadiri Kasi SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Alit Anugrah Maria, M.Pd., yang mewakili Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) …

Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Dua Bulan untuk 13.044 SPPG: Mana Roadmap BGN?

dito

23 Agu 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Pius Luistrilanang mantan anggota BPK RI dan mantan kader Partai Gerindra    Pemerintah menyampaikan bahwa penyelesaian sekitar 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih berada dalam tahap persiapan membutuhkan waktu hingga dua bulan. Berdasarkan data BGN, jumlah tepatnya mencapai 13.044 SPPG Proses Persiapan. Selain itu, terdapat 27.469 …

MAPPI & Dosen Usakti Desak KPK Tangkap Ainun Naim atas Dugaan Keterlibatan Kasus Google Cloud

dito

19 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sebanyak ratusan orang dari Masyarakat Aliansi Peduli Pendidikan (MAPPI) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 19/8/2026   Mengusung tuntutan agar Mendesak KPK agar segera memanggil Ainun Na’im Sekjen Kemendikbudristek 2019-2021, terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek di bawah kepemimpinan Nadim Makarim     ” Ya, …

x
x