- HeadlineTransisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif
- NasionalDugaan Penggelapan hingga Dokumen Tanah Perusahaan, Empat Laporan di Banyuwangi Jadi Perhatian
- daerahBeri Motivasi dan Edukasi, Waka Polres Pesisir Barat Pimpin Upacara Bendera di MAN 1 Pesisir Tengah
- daerahAhli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA
- daerahKNPI Kota Padang Sukses Gelar RAPIMPURDA XVI, Matangkan Persiapan Musda

Soal Ijazah Jokowi, Ada PDI-P dan Intelijen Kecolongan?
Oleh: Ridwan Umar
(Direktur Lentera Keadilan Indonesia)
NasionalPos.com, Jakarta – Pada tulisan saya terdahulu berjudul “Soal Ijazah Jokowi, Intelijen Kecolongan?” rupanya direspon seorang politisi senior Partai Islam yang juga mantan aktivis mahasiswa. Melalui telepon jaringan whatssapp, dia menanyakan ending dari tulisan itu yang ‘mengambang’, lantaran tulisan diakhiri kalimat ‘Kita tonton saja, siapa elit yang bersuara pro, kontra atau bungkam dan seperti apa endingnya’. Sayapun coba menjelaskan bahwa ‘skandal ijazah’ itu memang masih misteri, sehingga semua hal bisa terjadi dan publik hanya bisa membaca dari sikap dan pernyataan para elit. Termasuk, soal kemungkinan intelijen kecolongan.
Alhamdulillah, sedikit demi sedikit, fakta tentang dugaan skandal ijazah Jokowi mulai terkuak. Dalam tayangan youtube Official News pada Rabu (18 Juni 2025), politikus senior PDI-Perjuangan, Beathor Suryadi mengungkap kronologi terbitnya ijazah Jokowi yang diduga palsu. Beathor yang juga eks Staf KSP (Kantor Staf Presiden) era Jokowi bahkan menyebut sejumlah nama yang diduga melihat langsung ijazah Jokowi tersebut, meski mereka tak mengetahui jika ijazah itu dicetak di Pasar Pramuka.
Mantan Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) itu menuturkan, cerita ini berawal pada tahun 2012, saat Jokowi akan berpasangan dengan Ahok untuk maju pada Pilkada DKI Jakarta (saat itu Jokowi – Ahok diusung PDI-P dan Gerindra). Namun, dokumen Jokowi kurang lengkap, maka muncullah ‘timsus’ dari Solo, masing-masing David, Anggit dan Widodo bersama tim dari Jakarta yang tak lain aktivis PDI-P, yakni Dani Iskandar. Tim inilah bertugas menyediakan ijazah Jokowi.
Beathor pun mengungkap, berdasarkan pengakuan Dani Iskandar bahwa orang yang ke Pasar Pramuka untuk membuat ijazah Jokowi itu adalah Widodo. Untuk melancarkan kerja tim, mereka membuat posko di kawasan Menteng Nomor 22, Jakarta Pusat. Duet Widodo dan Dani Iskandar pun bergerak.
Ijazah yang sudah dicetak di Pasar Pramuka, kemudian diserahkan Widodo kepada Prasetyo Edi Marsudi (saat itu menjabat Ketua DPRD DKI Jakarta). Selanjutnya, ijazah itu ditunjukkan kepada partai. Lalu, Prasetyo bersama M. Syarif (saat itu anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra) menyerahkan ijazah Jokowi kepada Ketua KPUD DKI, Juri Ardiantoro.
Diketahui, Juri Ardiantoro saat ini menjabat Wamen Sekretaris Negara dan sebelumnya menjabat Stafsus Presiden Jokowi. Juri juga sempat menjabat Ketua Timsel KPU dan Bawaslu di era rezim Jokowi periode terakhir.
Di sejumlah media, Beathor pun menyebut bahwa Andi Widjajanto eks Ketua Lemhanas yang juga elit PDI-P sempat melihat ijazah Jokowi tersebut.
Dari penuturan Beathor tampaknya meyakinkan publik, karena dia berani sebut nama dan waktu kejadian, dan diantara yang disebut saat ini pejabat tinggi di lingkaran Istana.
Untuk membuktikan klaim Beathor itu, maka publik menanti kejujuran dari semua pihak yang disebut namanya. Terlebih, ini menyangkut nama salah satu pembantu Presiden Prabowo.
Lantas dimana kaitan ini semua dengan intelijen? Begini, masih ingat dengan pernyataan Jokowi saat masih menjabat Presiden di acara Rakernas Relawan Seknas di Bogor, Jabar, Sabtu (16 September 2023) lalu? Seperti di muat di media CNN Indonesia.com, saat itu Jokowi mengaku memiliki informasi lengkap dari intelijen soal situasi dan arah politik dari partai-partai.
“Saya tahu dalamnya partai seperti apa, saya tahu. Partai-partai seperti apa saya tahu, ingin kemana saya juga ngerti,” kata Jokowi.
“Jadi informasi yang saya terima komplet. Dari intelijen saya ada BIN, dari intelijen Polri ada, dari intelijen TNI saya punya, dan informasi-informasi di luar itu,” ungkapnya.
Terlepas dari pro kontra soal pernyataan Jokowi saat itu, publik tentu makin paham bahwa intelijen memang sangat mengetahui apa dan bagaimana sebuah parpol membangun gerakannya serta kemana arahnya. Dalam konteks itu, intelijen tak salah karena itu bagian dari kerja politik Negara. Ingat, intelijen bekerja untuk Negara bukan bermain di tataran politik praktis. Artinya,semua kerja intelijen untuk kepentingan bangsa dan Negara. Intelijen bekerja dengan metode untuk deteksi dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan dan penanggulangan setiap ancaman terhadap keamanan nasional.
Pertanyaannya, benarkah intelijen kecolongan soal ijazah Jokowi yang dicetak di Pasar Pramuka (jika itu benar)? Bukankah pekerjaan itu dilakukan aktivis partai dan terkait agenda Pilkada DKI dan Pilpres? Sebab, jika info itu benar tentu intelijen sudah memprediksi akan mengganggu stabilitas nasional dan ini pelanggaran serius terhadap undang-undang serta bisa jadi skandal terburuk negeri. Terbukti beberapa tahun ini, masalah tersebut sudah sangat terasa dampaknya.
Lalu, jika benar tim Solo dan Jakarta itu adalah aktivis PDI-Perjuangan, maka publik bertanya, apakah mereka bekerja atas perintah partai? Jika iya, maka apakah ini bisa menjadi kartu truf Jokowi untuk menyeret PDI-P? Sebab publik menyaksikan bagaimana pengacara Jokowi ‘mengancam’ jika jazah Jokowi ditunjukkan akan terjadi chaos.
Karena itu, PDI-P dan semua pihak yang disebut mengetahui soal isu ijazah Jokowi dibuat di Pasar Pramuka selayaknya segera mengklarifikasi.
Wallahualam bissawab. (X)
dito
19 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim. Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …
- Banyuwangi
19 Okt 2026
Banyuwangi, Nasionalis.com – Penanganan empat laporan polisi di Polresta Banyuwangi menjadi perhatian tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor berinisial DPS dan IBP. Mereka meminta kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana terkait urusan keluarga, keuangan, dokumen hak atas tanah perusahaan, hingga penerimaan dana yang dipersoalkan. Sebagai tindak lanjut, tim kuasa hukum menyatakan …
dito
19 Okt 2026
NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …
dito
17 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional. Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …
Dhio Justice Law
15 Okt 2026
NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …
dito
13 Okt 2026
NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …
21 Nov 2024 2.488 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.910 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
28 Jul 2025 1.660 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
17 Mei 2022 1.658 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
23 Jul 2025 1.558 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.515 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.331 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.