- HukumSempat Kejar-kejaran di Kebun Sawit, Tim Tabur Kejari Pessel Akhirnya Berhasil Amankan DPO Terpidana Kasus Kehutan
- HeadlineBlokir Nomor rekening Bank Tidak Bisa Sewenang-wenang, Ada Aturannya, Jika di langgar, Rentan Di gugat
- HeadlineSengketa Tanah 52 Hektar Manggala: Bukti Hanya Fotokopi, Di duga Pemprov-Pemkot Makassar Melanggar Konstitusi dan Hukum Agraria
- HeadlineDi tengah di gelar nya Aksi 27 Agustus 2026, Botok Cs Berkesempatan Audiensi Dengan Pimpinan DPR RI Di Sidang Paripurna
- NasionalSekda Lubuk Linggau Hadiri Simposium Internasional Rakernas JKPI XII

Soal Ijazah Jokowi, Ada PDI-P dan Intelijen Kecolongan?
Oleh: Ridwan Umar
(Direktur Lentera Keadilan Indonesia)
NasionalPos.com, Jakarta – Pada tulisan saya terdahulu berjudul “Soal Ijazah Jokowi, Intelijen Kecolongan?” rupanya direspon seorang politisi senior Partai Islam yang juga mantan aktivis mahasiswa. Melalui telepon jaringan whatssapp, dia menanyakan ending dari tulisan itu yang ‘mengambang’, lantaran tulisan diakhiri kalimat ‘Kita tonton saja, siapa elit yang bersuara pro, kontra atau bungkam dan seperti apa endingnya’. Sayapun coba menjelaskan bahwa ‘skandal ijazah’ itu memang masih misteri, sehingga semua hal bisa terjadi dan publik hanya bisa membaca dari sikap dan pernyataan para elit. Termasuk, soal kemungkinan intelijen kecolongan.
Alhamdulillah, sedikit demi sedikit, fakta tentang dugaan skandal ijazah Jokowi mulai terkuak. Dalam tayangan youtube Official News pada Rabu (18 Juni 2025), politikus senior PDI-Perjuangan, Beathor Suryadi mengungkap kronologi terbitnya ijazah Jokowi yang diduga palsu. Beathor yang juga eks Staf KSP (Kantor Staf Presiden) era Jokowi bahkan menyebut sejumlah nama yang diduga melihat langsung ijazah Jokowi tersebut, meski mereka tak mengetahui jika ijazah itu dicetak di Pasar Pramuka.
Mantan Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) itu menuturkan, cerita ini berawal pada tahun 2012, saat Jokowi akan berpasangan dengan Ahok untuk maju pada Pilkada DKI Jakarta (saat itu Jokowi – Ahok diusung PDI-P dan Gerindra). Namun, dokumen Jokowi kurang lengkap, maka muncullah ‘timsus’ dari Solo, masing-masing David, Anggit dan Widodo bersama tim dari Jakarta yang tak lain aktivis PDI-P, yakni Dani Iskandar. Tim inilah bertugas menyediakan ijazah Jokowi.
Beathor pun mengungkap, berdasarkan pengakuan Dani Iskandar bahwa orang yang ke Pasar Pramuka untuk membuat ijazah Jokowi itu adalah Widodo. Untuk melancarkan kerja tim, mereka membuat posko di kawasan Menteng Nomor 22, Jakarta Pusat. Duet Widodo dan Dani Iskandar pun bergerak.
Ijazah yang sudah dicetak di Pasar Pramuka, kemudian diserahkan Widodo kepada Prasetyo Edi Marsudi (saat itu menjabat Ketua DPRD DKI Jakarta). Selanjutnya, ijazah itu ditunjukkan kepada partai. Lalu, Prasetyo bersama M. Syarif (saat itu anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra) menyerahkan ijazah Jokowi kepada Ketua KPUD DKI, Juri Ardiantoro.
Diketahui, Juri Ardiantoro saat ini menjabat Wamen Sekretaris Negara dan sebelumnya menjabat Stafsus Presiden Jokowi. Juri juga sempat menjabat Ketua Timsel KPU dan Bawaslu di era rezim Jokowi periode terakhir.
Di sejumlah media, Beathor pun menyebut bahwa Andi Widjajanto eks Ketua Lemhanas yang juga elit PDI-P sempat melihat ijazah Jokowi tersebut.
Dari penuturan Beathor tampaknya meyakinkan publik, karena dia berani sebut nama dan waktu kejadian, dan diantara yang disebut saat ini pejabat tinggi di lingkaran Istana.
Untuk membuktikan klaim Beathor itu, maka publik menanti kejujuran dari semua pihak yang disebut namanya. Terlebih, ini menyangkut nama salah satu pembantu Presiden Prabowo.
Lantas dimana kaitan ini semua dengan intelijen? Begini, masih ingat dengan pernyataan Jokowi saat masih menjabat Presiden di acara Rakernas Relawan Seknas di Bogor, Jabar, Sabtu (16 September 2023) lalu? Seperti di muat di media CNN Indonesia.com, saat itu Jokowi mengaku memiliki informasi lengkap dari intelijen soal situasi dan arah politik dari partai-partai.
“Saya tahu dalamnya partai seperti apa, saya tahu. Partai-partai seperti apa saya tahu, ingin kemana saya juga ngerti,” kata Jokowi.
“Jadi informasi yang saya terima komplet. Dari intelijen saya ada BIN, dari intelijen Polri ada, dari intelijen TNI saya punya, dan informasi-informasi di luar itu,” ungkapnya.
Terlepas dari pro kontra soal pernyataan Jokowi saat itu, publik tentu makin paham bahwa intelijen memang sangat mengetahui apa dan bagaimana sebuah parpol membangun gerakannya serta kemana arahnya. Dalam konteks itu, intelijen tak salah karena itu bagian dari kerja politik Negara. Ingat, intelijen bekerja untuk Negara bukan bermain di tataran politik praktis. Artinya,semua kerja intelijen untuk kepentingan bangsa dan Negara. Intelijen bekerja dengan metode untuk deteksi dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan dan penanggulangan setiap ancaman terhadap keamanan nasional.
Pertanyaannya, benarkah intelijen kecolongan soal ijazah Jokowi yang dicetak di Pasar Pramuka (jika itu benar)? Bukankah pekerjaan itu dilakukan aktivis partai dan terkait agenda Pilkada DKI dan Pilpres? Sebab, jika info itu benar tentu intelijen sudah memprediksi akan mengganggu stabilitas nasional dan ini pelanggaran serius terhadap undang-undang serta bisa jadi skandal terburuk negeri. Terbukti beberapa tahun ini, masalah tersebut sudah sangat terasa dampaknya.
Lalu, jika benar tim Solo dan Jakarta itu adalah aktivis PDI-Perjuangan, maka publik bertanya, apakah mereka bekerja atas perintah partai? Jika iya, maka apakah ini bisa menjadi kartu truf Jokowi untuk menyeret PDI-P? Sebab publik menyaksikan bagaimana pengacara Jokowi ‘mengancam’ jika jazah Jokowi ditunjukkan akan terjadi chaos.
Karena itu, PDI-P dan semua pihak yang disebut mengetahui soal isu ijazah Jokowi dibuat di Pasar Pramuka selayaknya segera mengklarifikasi.
Wallahualam bissawab. (X)
dito
28 Agu 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Blokir rekening adalah tindakan pembatasan sementara terhadap akses rekening bank, sehingga kamu tidak bisa melakukan transaksi keluar seperti penarikan, transfer, maupun pembayaran. Namun, saldo di dalam rekening tetap tercatat dan tidak serta-merta diambil alih oleh pihak berwenang. Tujuan utama pemblokiran biasanya untuk mencegah aliran dana yang diduga terkait tindak pidana, sengketa perdata, …
dito
27 Agu 2026
Nasionalpos.com, Makassar- Masih terkait dengan Sengketa lahan seluas 52 hektar di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, A. Darwin R Rangreng SH MH Kuasa hukum pihak pemilik sah, Hj. Magdalena de Munnik, Kepada wartawan, Kamis, 27 Agustus 2026 di Makassar, ia mengatakan kini perkara tersebut kembali mencuat ke permukaan setelah pihak pemilik sah, Hj. Magdalena …
dito
27 Agu 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Dari pantauan di lapangan di informasikan, massa aksi, sudah berdatangan ke depan gedung DPR RI sejak Pukul 08.30 WIB, massa yang datang nampak dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, serta dari kelompok masyarakat lainnya baik dari dalam Kota Jakarta maupun dari sekitar Bodetabek dan dari luar Bodetabek, Sementara itu, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati …
Andi Ledi Lubuk Linggau
27 Agu 2026
Nasionalpos.com-Sekretaris Daerah Kota Lubuk Linggau, H Trisko Defriyansa, menghadiri Simposium Internasional bertema “Pulau-Pulau Penghasil Rempah”, Kamis (27/8/2026), di Gamalama Ballroom Bela Hotel, Kota Ternate. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakerna) JKPI XII yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026. Baca Juga : Polres Lumajang Jaga Kelancaran dan Keamanan Larung Sesaji Satu Suro …
Dhio Justice Law
26 Agu 2026
Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Mengapa RUU Perampasan Aset tak kunjung disahkan? Jawaban yang paling sering terdengar adalah karena persoalan hukumnya rumit. DPR harus berhati-hati. Ada kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, perlindungan hak milik, pembuktian terbalik, hingga mekanisme perampasan aset tanpa putusan pidana. Terdengar semua alasan itu masuk akal. Tetapi …
dito
25 Agu 2026
Nasionalpos.com, Jakarta- Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan penuh cinta dan penghormatan. Momen ini dikenal sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya menjadi perayaan sejarah kelahiran manusia agung, tetapi juga momentum untuk merenungi nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan, demikian di sampaikan oleh Dr KH Yusuf Aman …
21 Nov 2024 2.264 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.741 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.528 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.515 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.431 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.402 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.261 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.