Home » Nasional » Ribuan Warga Siap Gelar Aksi Tolak Utang 490 Miliar, Banyuwangi Diambang Krisis Keuangan?

Ribuan Warga Siap Gelar Aksi Tolak Utang 490 Miliar, Banyuwangi Diambang Krisis Keuangan?

- Banyuwangi 19 Jun 2025 323

BANYUWANGI, NASIONAL POS –

Rencana Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menarik pinjaman daerah sebesar 490 miliar rupiah memicu gelombang penolakan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (PUSKAPTIS) yang secara resmi menyampaikan surat pemberitahuan aksi kepada Kapolresta Banyuwangi.

Dalam surat resmi tersebut, PUSKAPTIS menyampaikan bahwa kebijakan penarikan utang tersebut tercantum dalam dokumen Perubahan Anggaran Sementara (PAK) 2025. Mereka menilai langkah tersebut tidak bijak, mengingat kondisi masyarakat Banyuwangi yang masih terhimpit secara ekonomi. Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disebut masih berjuang untuk bangkit, sehingga kebijakan ini dinilai tidak berpihak pada rakyat. Kamis (19/6/2025).

Baca Juga :  Tahun 2025, Seluruh Pelayanan Kemenkum Berbasis Digital

Direktur Puskaptis, Mohamad Amrullah, S.H., M.Hum, menyatakan bahwa pihaknya akan menggelar aksi damai bertajuk “Menolak Banyuwangi Bangkrut (Hutang 490 Miliar)” pada hari Kamis, 26 Juni 2025. Aksi ini direncanakan dimulai pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Keduyunan. Peserta aksi diperkirakan mencapai lima ribu orang yang akan membawa berbagai alat peraga seperti megaphone, dump truk, sepeda motor, serta spanduk dan banner sebagai bentuk ekspresi protes.

Baca Juga :  Rektor Baru ITL Trisakti Resmi Dilantik, Berbagai Tantangan Siap Dihadapi

Sasaran aksi ini mencakup beberapa kantor pemerintahan penting di Kabupaten Banyuwangi, termasuk kantor DPRD, kantor Pemerintah Daerah, kantor BAPENDA, kantor BPKAD, dan pendopo kabupaten. Massa aksi akan menyuarakan penolakan mereka terhadap kebijakan utang yang dianggap bisa membawa daerah ke jurang kebangkrutan.

PUSKAPTIS menekankan bahwa aksi ini adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap masa depan Banyuwangi. Mereka berharap DPRD dan Pemkab membuka ruang dialog dengan masyarakat serta mempertimbangkan kembali keputusan penarikan utang yang dinilai sarat risiko terhadap keberlanjutan keuangan daerah.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

Serah Terima Kunci Rumah Parahyangan Garden City di Margaasih: Wujudkan Impian Hunian Nyaman dan Strategis

Suryana Korwil Jabar

25 Apr 2026

Bandung, 25 April 2026, ARMEDIA.NEWS – Momen yang dinanti-nantikan akhirnya tiba! Perumahan Parahyangan Garden City yang berlokasi di Jl. Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mengadakan acara serah terima kunci rumah bagi para pembeli unit huniannya. Acara ini menjadi bukti komitmen pengembang dalam menyelesaikan proyek lebih cepat dari waktu yang dijanjikan dan memberikan hunian …

x
x