- Top NewsKadispora Buka Event Tournamen Mobile Legend Bang Bang Silampari Wali Kota Cup
- HukumPolsek Talango Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu, Dua Pria Diamankan
- daerahGagal Insaf, Residivis Spesialis Curanmor Kembali Dibekuk Tim URC Sat Reskrim Polres Pesibar dan Unit Reskrim Polsek Pesisir Utara
- HeadlineBlunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai
- daerahLaporkan Dugaan Pelecehan di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, YM Minta Wali Kota Padang Turun Tangan

Cuaca Ekstrim Politik, Prabowo End Game?
Oleh: Ridwan Umar
(Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)
NasionalPos.com, Jakarta – Bencana banjir bandang dan longsor sejak 24 November 2025 yang melanda tiga Propinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah menelan korban jiwa ratusan orang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) pada Sabtu (6/12/2025), korban meninggal sebanyak 883 orang, korban hilang 520 orang, korban luka 4.200 orang, rumah rusak 121 ribu unit. Jumlah korban tersebut diprediksi masih akan bertambah.
Sedangkan jumlah kabupaten/kota terdampak mencapai 51. Adapun jembatan yang rusak sebanyak 405, fasilitas kesehatan 270 rusak, fasilitas pendidikan 509 rusak, dan 1.100 fasilitas umum yang juga rusak.
Banjir dan Longsor Jadi Klimaks
Bagi penguasa, banjir dan longsor di Aceh, Sumut dan Sumbar itu akibat cuaca ekstrim. Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Pratikno menyatakan Siklon Tropis Senyar membawa hujan dengan insensitas tinggi di tiga propinsi tersebut. Akibatnya terjadilah bencana banjir dan longsor.
Namun, publik tak heran dengan pernyataan Pratikno yang terkesan mengkambing hitamkan cuaca ekstrim. Sudah biasa, jika ada masalah maka langkah pertama yang diambil penguasa adalah ‘cuci tangan’ dengan mencari kambing hitam. Sayangnya, di mata sebagian publik, posisi Pratikno sebagai Menko PMK tak menggambarkan sikap dan perilaku manusia berbudaya dengan gaya ‘cuci tangan’ dari bencana besar yang sudah menelan banyak korban jiwa dan harta benda rakyat.
Nyatanya, upaya penguasa untuk lepas tanggungjawab tak didukung realitas di lapangan. DI sosial media justru ramai klip video tentang kayu gelondongan yang hanyut terbawa derasnya air di Sumut dan Sumbar. Kayu gelondongan atau kayu batangan yang terbawa banjir langsung menghantam pemukiman, fasilitas umum bahkan jembatan.
Tak ayal, pemandangan itu semakin membuat publik geram. Publik mencurigai kayu gelondongan itu adalah hasil dari kerja para pembalak hutan, mungkin legal atau ilegal. Kecurigaan publik bukannya tanpa alasan, sebab bentuk kayu gelondongan yang terpotong rapi.
Namun, Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho berdalih jika kayu yang hanyut itu merupakan kayu lapuk, pohon tumbang akibat hantaman siklon tropis senyar dan gelombang dari area penebangan.
Pernyataan Dwi itu tak pelak membuat publik makin panas. Mungkin, Dwi lupa jika di era sosmed saat ini, mustahil menyembunyikan fakta lapangan. Melalui hand phone, publik bisa dengan cepat melaporkan peristiwa apapun mengalahkan pemberitaan media massa. Dan, tentu klip video yang dibuat publik tanpa ‘sensor’ layaknya media massa konvensional yang harus taat dan patuh pada ‘pesan sponsor’.
Tak lama berselang, Menhut Raja Juli Antoni seakan terdesak oleh temuan publik soal kayu gelondongan itu, akhirnya mengungkap sendiri soal dugaan 12 perusahaan yang memperparah banjir dan longsor khususnya di Sumut dan Sumbar. Tapi, Raja Juli yang juga Sekjen PSI (Partai Solidaritas Indonesia) itu masih bungkam soal profil ke-12 perusahaan bermasalah tersebut.
Respon penguasa atas bencana banjir dan longsor itu makin membuat geram publik. Terlebih dengan munculnya Menko Pangan yang juga Ketum PAN (Partai Amanat Nasional), Zulkifli Hasan di tengah korban sambil membopong sendiri sekantung kecil beras, serta kadernya yang juga anggota DPR-RI Verrel Bramasta yang mengenakan rompi taktis sambil ‘berakting’ di tengah bencana dinilai publik hanya pencitraan yang memuakkan.
Ya, respon publik atas bencana banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut seakan menjadi klimaks kemarahan atas cara para elit di kekuasaan dalam menangani banyak masalah di negeri ini.
Prabowo Vs Rakyat?
Pengamat politik yang juga Ketua Program Doktor Universitas Nasional, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar menilai musibah banjir dan longsor di tiga propinsi tersebut menguatkan kesimpulan bahwa kerusakan negeri ini semakin parah. Negeri ini terjangkit penyakit kanker stadium empat karena kerusakan sudah merambah ke semua lini, kita tinggal menunggu lonceng kematian.
Sejak Prabowo menduduki tahta teringgi di negeri ini, publik sudah mendesak agar semua kasus dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang ditengarai melibatkan mantan Presiden Jokowi dan keluarganya segera diusut. Termasuk dugaan skandal ijazah Jokowi dan riwayat pendidikan sang anak kini menjabat Wapres, Gibran Rakabuming yang juga dipertanyakan tak kunjung dituntaskan.
Sampai setahun lebih masa kepemimpinan Prabowo, semua kasus dugaan pelanggaran hukum keluarga Jokowi tak juga kelar. Ironisnya, Prabowo justru menggelar karpet merah kepada sejumlah kroni Jokowi di Kabinet Merah Putih yang dipimpinnya. Apalagi, diantara kroni Jokowi yang menjabat menteri saat ini ditengarai terseret sejumlah skandal korupsi dan tak punya kapasitas dan kapabilitas.
Di tengah kekecewaan publik, tiba-tiba Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap adanya bandara di Morowali, Sulawesi Tengah yang tak dijamah aparat negara. Bandara milik PT Indonesia Morowali Industrial Pulp (IMIP) di Sulawesi Tengah yang mayoritas sahamnya dikuasai investor China. Di dalam bandara bebas beroperasi tanpa pengawasan Bea Cukai dan Imigrasi.
Sjafrie mengibaratkan bandara PT IMIP itu seperti negara dalam negara. Artinya, bandara itu telah mengangkangi kedaulatan NKRI.
Bagi publik, bandara yang tak tersentuh aparat negara diresmikan di era Jokowi itu bukan isu atau hoaks sebab yang mengungkap adalah seorang Menhan.
Tak heran jika publik makin kecewa terhadap Prabowo yang tak kunjung mengambil sikap tegas, meski Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan sudah mengaku bahwa dirinyalah yang pimpin rapat kabinet di era Jokowi untuk memberikan izin.
Jika soal pelanggaran kedaulatan negara saja tak digubris, apalagi soal ijazah sang hopeng dan anaknya?
Jika sudah begini, maka rakyat yang kecewa terhadap cara pengelolaan negara dan juga institusi politik, yakni partai politik serta parlemen akan mencari jalannya sendiri. Rakyat yang kecewa ditengah kesulitan ekonomi yang menghimpit bisa jadi pemicu aksi massa yang berujung end game kekuasaan.
Karena itu, rakyat berharap Presiden Prabowo tidak membatasi diri untuk mendapatkan informasi yang akurat. Semoga kabar yang beredar bahwa semua informasi untuk Presiden Prabowo hanya satu pintu melalui orang terdekatnya hanya isu belaka. Sebab, cara itu membuat presiden tak mampu membuat keputusan yang tepat.
Sadarlah bahwa dipundakmu ada nasib ratusan juta rakyat yang jadi tanggungjawabmu. Di dunia tak ada yang kekal termasuk kekuasaan. Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama.
Wallahu a’lam bishawab
Tulisan ini disari dari beragam sumber
Dhio Justice Law
15 Okt 2026
NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …
dito
13 Okt 2026
NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …
Taufik Hidayat
12 Okt 2026
Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …
- Banyuwangi
11 Okt 2026
BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …
- Banyuwangi
11 Okt 2026
BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …
- Banyuwangi
08 Okt 2026
PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …
21 Nov 2024 2.473 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.897 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.650 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.648 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.548 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.510 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.325 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.