Home » Headline » Presiden Prabowo Berikan Bonus Rp.1 Miliar Dongkrak Semangat Atlet Indonesia di SEA Games 2025

Presiden Prabowo Berikan Bonus Rp.1 Miliar Dongkrak Semangat Atlet Indonesia di SEA Games 2025

kory 18 Des 2025 137

Bangkok,NasionalPos.com – Tren positif penampilan Kontingen Indonesia yang stabil berada di peringkat dua besar klasemen perolehan medali SEA Games XXXIII Thailand 2025 menunjukkan semangat luar biasa para atlet, pelatih, dan pembina dalam mengharumkan nama bangsa dan negara.

Trengginasnya perjuangan para atlet di medan perburuan medali pesta olahraga terbesar Asia Tenggara ini juga menjadi sinyal bahwa pembinaan yang dilakukan induk organisasi cabang olahraga telah berada di jalur yang benar.

Namun demikian, suntikan semangat dan perhatian Presiden Prabowo Subianto—antara lain dengan meningkatkan bonus peraih medali emas menjadi Rp1 miliar—menjadi pelecut motivasi luar biasa bagi anak-anak bangsa untuk mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan Bendera Merah Putih di Negeri Gajah Putih.

“Saya mengerti setiap atlet pasti ingin memberikan yang terbaik ketika mendapat kepercayaan membela nama bangsa dan negara di ajang multievent mancanegara. Namun perhatian dan dukungan Presiden Prabowo, di antaranya dengan langsung menaikkan bonus menjadi Rp1 miliar, menjadi suntikan semangat yang luar biasa bagi para atlet,” kata Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sekaligus Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari, kepada wartawan di Bangkok, Rabu (17/12/2025), dalam keterangan tertulis.

Menurut Okto—sapaan akrab Raja Sapta Oktohari—hal ini bukan semata soal pragmatisme, melainkan bentuk nyata kehadiran negara. Para atlet merasa diperhatikan dan didukung secara langsung.

Baca Juga :  Formula E Dibahas Di Pertemuan Pj Gubernur DKI Jakarta, Bamsoet & Alergo

Dengan dukungan tersebut, semangat tempur atlet meningkat tajam. Mereka tidak gentar meski harus bertarung di Thailand yang selama ini dikenal angker bagi atlet tamu. Indonesia pernah merasakan hal ini ketika pertama kali kehilangan gelar juara umum SEA Games di Bangkok pada 1985 dan kemudian di Chiang Mai pada 1995. Sejak itu, Indonesia belum kembali meraih gelar juara umum ketika SEA Games digelar di luar negeri.

Lebih lanjut Okto mengemukakan, dukungan Presiden Prabowo tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan bonus, tetapi juga perhatian berkelanjutan selama para atlet berjuang di SEA Games. Presiden bahkan menyatakan kebanggaannya atas keberhasilan atlet Indonesia meraih emas demi emas.

“Perhatian ini merupakan sinyal kuat bahwa dukungan negara tidak akan berhenti pada SEA Games Thailand 2025 saja, melainkan berlanjut ke multievent internasional berikutnya seperti Asian Games dan Olimpiade. Jika di SEA Games saja perhatiannya sebesar ini, kita bisa membayangkan dukungan ke depan menuju Asian Games dan Olimpiade,” ujar Okto.

Karena itu, Okto mengingatkan atlet dan pembina olahraga di Tanah Air agar tidak cepat puas. Prestasi harus terus ditingkatkan dengan memperkuat sistem pembinaan yang selama ini telah berjalan dengan baik. Ia juga berharap pemerintah terus meningkatkan anggaran untuk pembinaan prestasi, khususnya olahraga elite.

Baca Juga :  Program Prioritas Kemenpora Tahun 2023, Politisi Partai Golkar Usulkan Agar Dipangkas

“Jangan lagi olahraga dianggap sebagai bidang kelas tiga dalam pembangunan nasional sehingga sebelumnya hanya mendapat anggaran Rp10 miliar untuk SEA Games ini. Beruntung Presiden Prabowo, yang juga insan olahraga, langsung meningkatkan anggaran hingga enam kali lipat. Ini sekali lagi membuktikan perhatian dan dukungan Presiden terhadap olahraga nasional,” tegas Okto.

Menanggapi kemungkinan Indonesia aman berada di posisi dua besar di bawah Thailand dan melampaui target awal, Okto menegaskan perjuangan belum selesai. Ia meminta seluruh anggota kontingen tetap fokus dan tidak terlena.

“Sampai hari ini kita berada di peringkat kedua. Ini membanggakan, tetapi kita tidak boleh lengah. Sumber-sumber medali emas masih terbuka di cabang-cabang berikutnya dan harus terus dijaga hingga SEA Games berakhir,” ujarnya.

Hingga Rabu malam, Indonesia kokoh di peringkat kedua klasemen sementara dengan raihan 72 emas, 85 perak, dan 105 perunggu. Indonesia masih membutuhkan delapan emas lagi untuk memenuhi target 80 emas hingga penutupan SEA Games, Sabtu (20/12/2025).

Okto juga mengapresiasi cabang olahraga yang mampu memenuhi bahkan melampaui target perolehan medali. Ia berharap capaian tersebut menjadi pelecut semangat bagi atlet yang masih bertanding untuk memberikan performa terbaik. (*)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

x
x