Home » Nasional » ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

dito 02 Mei 2026 143

NasionalPos.com, Jakarta –

ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi.

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% penduduk memngeluhkan sakit gigi, namun hanya 11,2% yang mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan gigi. Kemudian saat ini terdapat 2.667 puskesmas atau 26,2% dari seluruh puskesmas di Indonesia tidak ada dokter gigi.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam siaran pers ASKLIGI mengenai program kerja hasil Rapat Kerja Nasional pada 2 Mei 2026 di Jakarta. Adapun Rakernas tersebut yang telah di gelar 18 April 2026 lalu di Hotel Gren Alia, Jakarta Pusat, telah menetapkan program kerja untuk turut serta mengatasi permasalahan kesehatan gigi nasional secara mendasar serta konseptual.

ASKLIGI akan menumbuhkan kesadaran bahwa selain perlu melaksanakan perawatan, namun untuk mereduksi besarnya permasalahan, maka prioritas harus pada promosi kesehatan gigi serta pencegahan penyakit gigi.

Selanjutnya disampaikan, bahwa dalam pelaksanaan program ASKLIGI sangat mengapresiasi arahan dari BPJS Kesehatan pada pembukaan Rakernas. ASKLIGI siap bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sebagai asosiasi fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana ditetapkan pada UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Baca Juga :  BAPERMEN Menduga Adanya Praktik Mafia Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Solok

Di kesempatan Rakernas tersebut, dilaporkan bahwa Direktur Utama BPJS Kesehatan diwakili Bayu Yudanto menyampaikan pidato pengarahan pada pembukaan Rakernas. Dikemukakan, kepesertaan BPJS Kesehatan hingga maret 2026 telah mencakup 284.690.797 orang atau 99,03% penduduk Indonesia.

Pada kondisi mayoritas masyarakat Indonesia memiliki keluhan gigi dan mulut, dipaparkannya bahwa BPJS Kesehatan telah melakukan pelayanan kesehatan gigi, yang pada tahun 2025 telah menghabiskan biaya sebesar 2,8 triliun rupiah.

” Untuk itu dalam rangka meningkatkan taraf kesehatan gigi serta menekan beban pembiayaan, maka perlu dijalankan promosi kesehatan serta pencegahan penyakit gigi. Selanjutnya Kami juga memerlukan dukungan stakeholder dalam pemenuhan pelayanan kesehatan gigi.” Ucap Bayu Yudanto.

Sementara di acara Rakernas tersebut juga di laporkan bahwa Ketua Umum ASKLIGI, Dr drg Hananto Seno SpBM(K), dalam sambutannya juga memaparkan program kerja yang telah ditetapkan rakernas.

Menurutnya, sesuai dengan upaya mengatasi permasalahan kesehatan gigi pada masyarakat Indonesia secara mendasar, bukan hanya kuratif, namun orientasi prioritas promosi kesehatan serta pencegahan penyakit gigi akan dikedepankan.

Selanjutnya orientasi ini diharapkan dijalankan fasilitas pelayanan kesehatan gigi baik pada operasional sehari-hari, maupun juga ketika terjun langsung ke masyarakat dalam kegiatan bakti sosial.

Baca Juga :  AMPG Sesalkan Kericuhan Diskusi GMPG di Pulau Dua Senayan

Program kerja unggulan ASKLIGI yang ditetapkan Rakernas meliputi pengembangan profesionalisme fasilitas pelayanan kesehatan gigi dalam bentuk seminar, pembelajaran, kelompok studi, dan pelatihan.

” Kemudian akan diselenggarakan program peningkatan managerial skills, pendampingan akreditasi, pengelolaan limbah medis gigi, dan bantuan hukum bagi fasilitas pelayanan kesehatan gigi.” Ungkap drg Hananto Seno SpBM(K)

Selanjutnya dalam pelaksanaan program kerja, Hananto Seno mengutarakan bahwa ASKLIGI akan menggalang kerja sama dengan organisasi profesi PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), serta PTGMI (Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia), dan PTGI (Persatuan Teknisi Gigi Indonesia).

Sesuai dengan hakikatnya masing-masing, ASKLIGI sebagai asosiasi fasilitas pelayanan kesehatan gigi akan erat bersinergi dengan organisasi profesi yang menghimpun tenaga medis gigi dan tenaga kesehatan gigi.

Perihal pengorganisasian, Hananto Seno menandaskan, bahwa ASKLIGI yang baru berusia setahun telah ditetapkan oleh Kementerian Hukum RI sebagai perkumpulan berbadan hukum. Pada Rakernas ditetapkan untuk melakukan konsolidasi organisasi dan pembentukan kepengurusan tingkat wilayah.

“Diharapkan ASKLIGI mampu berperan serta dalam penguatan sistem kesehatan, terutama pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia.”pungkas drg Hananto Seno, SpBM(K)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kemenag Muratara-STAIS BS Tandatangani PKS Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Admin Redaksi

17 Jun 2026

Nasionalpos.com/Bertempat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (17/6/2026) berlangsung penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) antara Kemenag Kabupaten Muratara dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Bumi Silampari (STAIS BS) Lubuk Linggau. Penandatanganan berita acara PKS dilakukan langsung oleh Kakan Kemenag Kabupaten Muratara, Dr H Ikrar dan Ketua STAIS BS, Dr Muhammad Yunus, disaksikan …

Sekda Hadiri Pelantikan Pengurus PGRI Cabang Kecamatan dan Cabang Khusus Kota Lubuk Linggau  * Masa Bakti 2026-2030

Admin Redaksi

17 Jun 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), H Trisko Defriyansa menghadiri Pelantikan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan dan Cabang Khusus Kota Lubuk Linggau Masa Bakti 2026-2030 di Gedung Guru, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, Rabu (17/6/2026).   Pelantikan tersebut mengusung tema “Meningkatkan Profesionalitas dan …

Wujudkan Kebijakan Disdik Sumbar,  SMKN 1 Painan Antar Langsung Ijazah ke Rumah Alumni

Primadoni,SH

17 Jun 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Kepala SMKN 1 Painan, Almes Gangga, S.Pd., M.Pd.T., mengambil langkah proaktif dalam menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait larangan penahanan ijazah dengan mengantarkan langsung ijazah kepada para alumni yang belum mengambil dokumen tersebut. Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Nomor 100.3.4/2842/PSMASLB/DISDIK-2026 yang diterbitkan pada 21 …

Wali Kota Memimpin Rapat Evaluasi Pembatasan Volume Pembelian Solar Bersubsidi, Siapkan Pengaturan Jam Pengisian

Admin Redaksi

15 Jun 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan surat edaran wali kota terkait penjadwalan dan pembatasan volume pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Wali Kota Lubuk Linggau, Senin (15/6/2026). Dalam arahannya, H. Rachmat Hidayat menyampaikan bahwa surat edaran tersebut telah diterapkan …

Staf Ahli I Buka Grand Final Pemilihan Duta Lalu Lintas Tingkat Kota Lubuk Linggau 2026

Admin Redaksi

15 Jun 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat yang diwakili Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Achmad Hasian Ritonga, membuka Grand Final Pemilihan Duta Lalu Lintas Kota Lubuk Linggau Tahun 2026 di Gedung Kesenian Kota Lubuk Linggau, Senin (15/6/2026). Dalam sambutannya, Achmad Hasian Ritonga menyampaikan bahwa lalu lintas merupakan bagian yang …

Dugaan Korupsi Proyek RS Khusus Paru Senilai Rp.15 Meliar.Ketua DPW PWDPI Dki Jakarta, Desak KPK Usut Tuntas

Admin Redaksi

15 Jun 2026

Jakarta, Nasionalpos.com JAKARTA–Ketua DPW PWDPI DKI Jakarta, Mayuli, selaku kuasa dari DPW PWDPI Sumatera Utara, desak, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera menindaklanjuti dan mengusut secara tuntas dugaan korupsi pada proyek pembangunan UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara (Sumut), yang diduga merugikan keuangan negara hingga puluhan miliar rupiah. Desakan ini disampaikan menyusul laporan …

x
x