Home » Headline » Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law 02 Jun 2026 80

Oleh: Ridwan Umar

(Sekjen Garda Bumiputera)

NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi.

Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite.

Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang ia hadir lewat proyek besar, impor pangan, konsesi lahan, hingga kebijakan yang perlahan membuat rakyat kehilangan kemampuan untuk mandiri. Rakyat dibuat sibuk bertahan hidup, sementara sumber daya nasional dikendalikan oleh kelompok yang sama dari waktu ke waktu.

Di titik inilah pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi lebih dari sekadar sektor ekonomi. Ia adalah alat perlawanan.

Sawah yang produktif sejatinya lebih berbahaya bagi oligarki dibanding ribuan slogan politik. Petani yang mandiri jauh lebih sulit dikendalikan dibanding rakyat yang hidup dari bantuan sesaat. Nelayan yang kuat tidak mudah tunduk pada permainan mafia impor. Peternak yang mampu menguasai pasar lokal adalah ancaman bagi kartel pangan yang selama ini hidup dari ketergantungan nasional.

Baca Juga :  Kesederhanaan dan Berkah: Kisah Ahyad Saepuloh yang Menyentuh Hati"

Masalah terbesar Indonesia bukan karena rakyat malas bekerja. Masalahnya adalah struktur ekonomi yang membuat rakyat terus bergantung.

Ketika pupuk dikendalikan,
harga ditentukan tengkulak,
laut dikuasai korporasi,
dan pangan bergantung impor,
maka yang tumbuh bukan kemandirian, melainkan ketakutan kolektif.

Rakyat akhirnya dipaksa hidup dalam logika:
cukup bertahan hari ini, urusan besok belakangan.

Inilah ekosistem ideal bagi oligarki.

Karena rakyat yang lapar mudah diarahkan.
Rakyat yang miskin mudah dibeli.
Dan rakyat yang bergantung akan selalu takut melawan.

Maka gerakan ekonomi rakyat seharusnya tidak lagi dipahami sekadar program UMKM seremonial atau slogan “cinta produk lokal.” Ini adalah perjuangan merebut kembali kedaulatan ekonomi nasional dari cengkeraman elite yang terlalu lama menikmati negara.

Baca Juga :  Polres Lumajang Temukan Lagi 1.500 Batang Tanaman Ganja di Lereng Semeru

Sudah saatnya desa tidak hanya menjadi lumbung suara saat pemilu, tetapi menjadi pusat produksi nasional.

Sudah waktunya anak muda tidak terus didorong menjadi pemburu kerja semata, melainkan pencipta kekuatan ekonomi baru melalui pertanian modern, peternakan terpadu, dan industri perikanan berbasis teknologi.

Karena bangsa yang kuat bukan bangsa yang gaduh di media sosial, melainkan bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri tanpa bergantung pada permainan pasar global dan kepentingan segelintir elite.

Oligarki selalu takut pada satu hal:
rakyat yang mandiri secara ekonomi.

Sebab ketika rakyat mulai mampu menguasai tanahnya, pangannya, pasarnya, dan distribusinya sendiri, maka politik uang perlahan kehilangan daya tawarnya.

Dan mungkin di situlah revolusi Indonesia yang sesungguhnya akan lahir:
bukan dari istana,
tetapi dari sawah, kandang, dan laut yang kembali dikuasai rakyatnya sendiri. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PAL Jaya: Penjaga Lingkungan Jakarta yang Selama Ini Kurang Dikenal”

dito

17 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- “Peradaban sebuah kota tidak hanya diukur dari gedung pencakar langit atau jalan bebas hambatnya, tetapi dari bagaimana kota itu mengelola air limbahnya.”   Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa sanitasi adalah fondasi peradaban modern. Sayangnya, sanitasi justru merupakan sektor yang paling jarang mendapat perhatian publik.   Selama ini masyarakat lebih mengenal Perumda PAL Jaya …

Dana CSR Diduga Mengalir Puluhan Juta Tiap Tahun, Jalan Plantaran Tetap Hancur; AWI Dpc Banyuwangi Soroti Transparansi Pengelolaan Dana

- Banyuwangi

16 Jul 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Kerusakan Jalan Plantaran, Dusun Plantaran, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, kembali memicu sorotan tajam. Di tengah kondisi jalan yang bertahun-tahun dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan, justru beredar dokumen yang menunjukkan adanya dana kontribusi atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta setiap tahun. …

Didukung Berbagai Stakeholder, PMKRI Cabang Jakarta Pusat Optimistis Siap Menjadi Tuan Rumah Kongres XXXV dan MPA XXXIV Tahun 2028

dito

15 Jul 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Keseriusan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat Sanctus Robertus Bellarminus untuk menghadirkan Kongres PMKRI kembali di Jakarta semakin nyata.   Setelah membangun komunikasi dan menjalin audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan di Jakarta, PMKRI Cabang Jakarta Pusat menyatakan optimisme dan kesiapannya apabila dipercaya oleh forum nasional PMKRI sebagai penyelenggara Kongres XXXV …

SLF dan Pansus Parkir DKI: Ujian Integritas Pemerintahan Pramono

Dhio Justice Law

15 Jul 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos,com, Jakarta – Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta seharusnya menjadi momentum memperbaiki tata kelola kota secara menyeluruh, bukan sekadar mengejar peningkatan pendapatan parkir. Sebab, persoalan parkir tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan kepatuhan bangunan terhadap aturan, termasuk kepemilikan Sertifikat Laik …

Poros Rawamangun Desak PT Moya Indonesia Bertanggung jawab Atas Kecelakaan kerja Karyawannya, & Minta Said Iqbal Tidak Cari Panggung

dito

15 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Beberapa hari lalu terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan tiga pekerja meninggal dunia. Ketiga korban merupakan pekerja subkontraktor PT Moya Indonesia yang sedang mengerjakan proyek pembangunan jaringan distribusi pipa air bersih di dalam gorong-gorong di kawasan Jalan Pintu III TMII, Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis 9 Juli 2026 pekan lalu. Insiden tersebut bermula ketika …

Wakil Wali Kota Terima Audiensi Pihak BPJS Ketenagakerjaan Kota Lubuk Linggau

Andi Ledi Lubuk Linggau

15 Jul 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU-Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H Rustam Effendi menerima audiensi sekaligus membahas rencana pembuatan video sosialisasi bersama BPJS Ketenagakerjaan di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, Rabu (15/7/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan guna mendukung peningkatan kesejahteraan para pekerja, khususnya di Kota Lubuk Linggau. Dalam diskusi, disepakati rencana pembuatan …

x
x