Home » Headline » ‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law 12 Jun 2026 3

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)

NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer.
Cukup viral.

Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang tokoh, tetapi seberapa sering wajah dan namanya muncul di beranda publik.

Di titik itulah sosok seperti Bahlil Lahadalia menemukan momentumnya.

Lagu yang terdengar ringan dan jenaka itu sesungguhnya memiliki efek politik yang serius: membangun kedekatan emosional tanpa debat ideologis. Publik dibuat akrab, bukan kritis. Nama diulang terus-menerus, wajah terus muncul, lalu perlahan tercipta persepsi populer bahwa tokoh tersebut “dekat dengan rakyat”.

Baca Juga :  Usut Transaksi Janggal Rp349T di Kemenkeu, Mahfud Bentuk Satgassus

Inilah propaganda modern yang paling efektif:
bukan propaganda yang memaksa orang percaya, tetapi cukup membuat orang terbiasa.

Dan politik selalu sangat diuntungkan oleh rasa terbiasa.

Yang menarik, fenomena ini juga mencerminkan transformasi Partai Golkar. Partai lama dikenal sebagai simbol elite mapan kini berusaha masuk ke ekosistem politik digital-populis. Golkar tampaknya sadar bahwa generasi media sosial tidak lagi hidup dalam ruang pidato panjang atau forum ideologis. Mereka hidup dalam dunia sound TikTok, meme, dan potongan video 15 detik.

Masalahnya, demokrasi yang terlalu tunduk pada budaya viral perlahan kehilangan kualitas intelektualnya.

Baca Juga :  Di Momentum Musda XI PD PPM DKI Jakarta, Saut Hutabarat Secara Demokratis Terpilih Sebagai Ketua PD PPM DKI Jakarta periode 2025-2030

Politik berubah menjadi industri perhatian. Tokoh diukur bukan dari kapasitas kenegaraan, tetapi dari engagement. Bukan dari kualitas kebijakan, tetapi dari kemampuan menjadi trending topic.

Akibatnya, kritik pun ikut melemah. Ketika seorang pejabat sudah berubah menjadi meme hiburan, publik cenderung lebih sibuk ikut bernyanyi daripada mempertanyakan kebijakan dan kekuasaan yang ia jalankan.

Inilah era ketika citra bisa mengalahkan substansi.

Mungkin itu sebabnya lagu seperti “Mas Bahlil Ganteng” terasa lucu di permukaan, tetapi menyimpan pesan politik yang dalam:
di Indonesia modern, jalan menuju kekuasaan tidak lagi selalu lewat pidato besar atau karya monumental.

Kadang cukup lewat joget, sound viral, dan algoritma. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

AWI-BCW Datangi Pesona Osing, Minta Kejelasan Status Perizinan

- Banyuwangi

06 Jun 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi, Indra, bersama Ketua Banyuwangi Watch Corruption (BCW), Masruri, menyoroti Dugaan persoalan perizinan yang berkaitan dengan operasional Hotel Pesona Osing di Jalan KH. Ahmad Kholil, dusun Krajan Yosomulyo, Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Sorotan tersebut muncul setelah adanya Dugaan bahwa izin yang digunakan hotel tersebut perlu diperjelas, apakah …

LSM Garuda Nasional Desak Kejari Painan Usut Dugaan Pungli PPK Pertanian Pessel Terkait Program OPLAH 2025

Primadoni,SH

06 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garuda Nasional secara resmi melaporkan dugaan Pungutan Liar (Pungli) PPK Pertanian, Hendro Kurniawan dalam pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), kepada Kejaksaan Negeri Painan. Laporan tersebut diajukan menyusul munculnya dugaan pemotongan dana bantuan sebesar 15 persen yang diterima …

x
x