Home » Headline » Urban Farming Wahana Efektif Manfaatkan Hasil Pemilahan Sampah”

Urban Farming Wahana Efektif Manfaatkan Hasil Pemilahan Sampah”

dito 06 Jul 2026 17

NasionalPos.com, Jakarta- 

Urban farming atau urban agriculture adalah kegiatan budidaya tanaman atau memelihara hewan ternak di dalam dan di sekitar wilayah kota besar (metropolitan) untuk memperoleh bahan pangan atau kebutuhan lain.

 

Di Daerah Khusus ibukota Jakarta, keberadaan Urban farming, nampaknya sudah semakin berkembang dan di budidayakan, di antara urban farming yang tumbuh berkembang di wilayah Provinsi DKI Jakarta adalah Urban farming Perumahan Bukit Mas Bintaro Jakarta Selatan.

 

Mengenai keberadaan Urban farming Perumahan Bukit Mas Bintaro Jakarta Selatan ini, di sampaikan G. Ayu Made salah seorang pengurus yang mengelola Urban farming tersebut, pada acara Webinar bertajuk Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Jakarta, Minggu, 5 Juli 2026 yang di gelar oleh LSM Biru Voice.

 

Pada Webinar yang di pandu Mikhail Adam ini, Gusti Ayu Made yang tampil sebagai narasumber,  menyampaikan bahwa pada waktu awal dimulainya aktivitas Urban Farming di kawasan Perumahan Bukit Mas Bintaro di tahun 2018, memang membutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerja iklas baik pengurus Kebun Berseri maupun pihak pihak yang terlibat dalam mempelopori program urban farming ini.

 

“Beruntunglah, program Urban Farming ini di dukung oleh Warga, mereka senang, karena yg tadinya “hutan” yg banyak hewan liarnya, bisa disulap jadi kebun yg bermanfaat bagi mereka” ungkapnya

 

Menurut Gusti Ayu Made, sebenarnya Urban Farming itu milik Warga & Kelurahan ya, karena lahannya ada didalam pemukiman, namun demikian pada awal dalam pengerjaannya hanya beberapa warga yang terlibat, sehingga pihaknya meminta Lurah untuk membantu mendapatkan tenaga yg diperbantukan turut serta mengerjakan urban farming ini, sedangkan masalah pendanaan di lakukan secara swasembada pengurus RW untuk membeli peralatan, bibit dll.

Baca Juga :  Tambahan Pagu Indikatif Kemenparekraf Di Dukung Legislator

 

“Kemudian setelah panen pertama, hasilnya sebagian di pergunakan sebagai modal untuk membeli kebutuhan mengelola kebun ini, di tambah oleh adanya program CSR untuk kebun kami.” Tukas Gusti Ayu Made.

 

Lebih lanjut Gusti Ayu Made menjelaskan dalam mengelola urban farming, dulu Bukit Mas kalau pagi masih berembun, namun sekarang memang sudah terjadi perubahan cuaca sangat terasa.

 

Untuk mengelola Kebun Berseri, tentunya tidak semudah membalikkan tangan, banyak tantangan yang dihadapi nya, ungkap Gusti Ayu Made, di antaranya mengenai kondisi air tidak menjadi masalah saat musim hujan, tapi menjadi kendala pada musim kemarau, untuk itulah pihaknya biasa melakukan penyiraman pada pagi hari, dan se-efisien mungkin, selain itu pihak nya juga selalu melakukan penanaman dengan menghitung curah hujan, misalnya pembibitan diakhir musim hujan.

 

Tidak hanya itu, mengenai aktivitas pemupukan, pihaknya juga senantiasa menggunakan kompos yang merupakan hasil olahan pemilahan sampah rumah tangga, yang lebih sehat dan lebih bersih di bandingkan menggunakan pupuk kimia yang justru bisa berdampak merusak kesuburan tanah.

 

” Yah banyak trik² yang bisa dilakukan untuk berkebun, agar setiap panen hasilnya selalu meningkat dan dapat meningkatkan pendapatan warga yang terlibat dalam program ini, tentunya dalam pekerjaan nya, kami selalu bersinergi dengan pihak kelurahan, kecamatan, suku dinas Pertanian Jaksel dan instansi terkait lainnya” ucapnya.

 

Mengakhiri pemaparan materi diskusi nya, Gusti Ayu Made mengatakan bahwa Urban Farming, seperti oase ditengah kota. Jadi berusahalah menanam, kalau tidak ada lahan tanah bisa dipot, poly bag, galon bekas, ember bekas, karung atau wadah apapun, untuk mengurangi biaya belanja sayuran dan penghijauan.

Baca Juga :  Aksi Protes Dugaan Kecurangan PILKADA Karawang 2024, Masyarakat Desak APH Segera Usut dan Adili

 

Sekecil apapun pasti bermanfaat, dan yang paling penting itu memanfaatkan sampah rumah tangga yang tentunya di pilah terlebih dahulu untuk kompos pupuk bagi tanaman pada program urban farming ini.

 

” Kami patut bersyukur berkat kerjasama semua pihak, urban farming” Kebun Berseri” yang memanfaatkan hasil pemilahan sampah rumah tangga, telah mendapatkan dukungan dan apresiasi dari Pemprov DKI Jakarta, kami juga terima kasih untuk Biru Voice yang telah memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman di Webinar ini” tandas Gusti Ayu Made.

 

Acara Webinar yang di ikuti sebanyak 50-an orang dari berbagai kalangan aktivis lingkungan hidup, akademisi, mahasiswa dsb, nampak semarak dengan adanya pertanyaan maupun pernyataan dari para peserta yang dengan antusias mengikuti Webinar ini.

 

Sementara itu, di ujung acara Webinar ini, Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice, menyampaikan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas kehadiran narasumber yang telah berkenan berbagi ilmu, pengalaman maupun informasi yang sangat bermanfaat bagi upaya menumbuh kembangkan urban farming sebagai wahana bagi pemanfaatan pemilahan sampah rumah tangga demi terwujudnya lingkungan hidup yang sehat dan bersih.

 

” Semoga dengan Webinar ini dapat menginspirasi bagi para peserta maupun bagi masyarakat untuk bersama-sama memulai gerakan memilah sampah rumah tangga agar bisa di manfaatkan bagi Penyelenggaraan aktivitas urban farming, yang sekaligus sebagai aktivitas mendukung terciptanya ketahanan pangan di wilayah Perkotaan” pungkas Suryo Susilo.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
TNI AL Gelar Rekonsiliasi Internal untuk Perkuat Tata Kelola Keuangan

ardi

06 Jul 2026

Jakarta,NasionalPos– TNI Angkatan Laut melalui Dinas Keuangan Angkatan Laut (Diskual) menggelar Rekonsiliasi Internal Unit Organisasi (UO) TNI AL Semester I Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Denma Mabesal, Jakarta, Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Keuangan Angkatan Laut (Kadiskual) Laksamana Pertama TNI Azil Sadagori Achmad. Rekonsiliasi ini bertujuan menyelaraskan data keuangan serta …

Piala Presiden 2026 Digelar di Bandung dan Surabaya, Delapan Klub Siap Bersaing

Dame.T

06 Jul 2026

Jakarta,NasionalPos – Turnamen pramusim Piala Presiden 2026 kembali digelar pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026 dengan Bandung dan Surabaya ditetapkan sebagai tuan rumah. Memasuki penyelenggaraan edisi kedelapan, turnamen ini akan diikuti delapan klub yang terbagi ke dalam dua grup dan memainkan total 16 pertandingan. Kepastian tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers …

Wali Kota Lubuk Linggau Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 di Rapat Paripurna DPRD

Admin Redaksi

06 Jul 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Baca Juga :  Bantu Pencarian Korban Banjir Di Bima,Unit Polsatwa Polda NTB Kirimkan 6 Polmas K9 Dan Satu Satwa …

Mujawar dan Warung Kejujuran di Sudut Jakarta

Dhio Justice Law

05 Jul 2026

NasionalPos. Com, Jakarta – Di sebuah sudut permukiman padat di Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, berdiri sebuah Warung Madura yang tak pernah sepi dari warga sekitar. Warung sederhana itu bukan sekadar tempat membeli beras, gula, kopi, atau mi instan. Di sana, kepercayaan menjadi barang dagangan yang paling berharga.   Di balik etalase warung itu, …

Ketum DPP PWDPI Minta MA Tolak Kasasi PT. KSP

Admin Redaksi

05 Jul 2026

Kepri,Nasionalpis.com KEPULAUAN RIAU – Perkara sengketa lahan antara PT KSP melawan warga setempat kini memasuki tahap penentuan tertinggi, setelah resmi didaftarkan sebagai permohonan Kasasi di Mahkamah Agung RI. Perkembangan ini semakin menguatkan tekad bersama untuk memperoleh keadilan yang sesungguhnya. Perkara yang dikenal sebagai kasus lahan Poros itu tercatat resmi di Kepaniteraan Mahkamah Agung pada Selasa, …

POI Dorong Tingkat kan Kesejahteraan Driver Melalui Penyesuaian Tarif, Bukan Fokus Soal Komisi Bagi Hasil

dito

04 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Salah satu poin krusial dalam regulasi baru yang di keluarkan oleh Pemerintah dalam bentuk Perpres no.27 tahun 2026 adalah penetapan batas maksimal komisi bagi hasil Driver Ojol dengan aplikator sebesar 8%.   Melalui aturan tersebut , para pengemudi ojek online (ojol) dipastikan berhak menerima pendapatan minimal sebesar 92 % dari total tarif setiap …

x
x