Home » Nasional » Aksi Protes Dugaan Kecurangan PILKADA Karawang 2024, Masyarakat Desak APH Segera Usut dan Adili

Aksi Protes Dugaan Kecurangan PILKADA Karawang 2024, Masyarakat Desak APH Segera Usut dan Adili

Eni 05 Des 2024 82

KARAWANG – NASIONALPOS.com ll Sejumlah masyarakat Karawang yang tergabung dalam pendukung pasangan calon (Paslon) 01 Acep-Gina menggelar aksi protes di Hotel Aksaya Karawang pada Rabu (4/12/2024).

Mereka menuntut agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengusut dan mengadili dugaan pelanggaran dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (PILKADA) Karawang 2024, yang dianggap melibatkan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Dalam aksi yang dihadiri oleh puluhan peserta, mereka menyerukan agar proses hukum dijalankan dengan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pelanggaran netralitas, terutama yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa (KADES).

Mereka menilai, terdapat penyimpangan yang merusak jalannya demokrasi di Karawang.

“Kami menduga PILKADA tahun ini banyak kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Kami kecewa karena laporan kami terhadap Ketua KPU Karawang tidak ditindaklanjuti. Ini adalah bentuk ketidakadilan,” ujar salah satu orator yang mewakili kubu Paslon 01.

Baca Juga :  Putusan PK Setyo Novanto, Berpotensi Picu Polemik di Masyarakat

Selain itu, para pendukung Paslon 01 juga mempertanyakan hasil rapat pleno terbuka yang dinilai tidak mencerminkan proses demokrasi yang adil dan transparan.

Mereka menganggap, proses pleno yang dilaksanakan belum memenuhi syarat yang sah, khususnya terkait dengan persentase kehadiran yang dianggap belum mencapai 70%.

“Secara aturan, hasil pleno belum mencapai 70%. Ada apa dengan PILKADA Karawang? Ini cacat hukum. Kami menuntut pemerintah daerah dan pusat untuk turun tangan menyelidiki dugaan ini,” tambahnya.

Aksi tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam dari masyarakat terhadap penyelenggaraan PILKADA Karawang. Mereka merasa aspirasi dan usulan dari kubu Paslon 01 tidak pernah didengar, sehingga muncul perasaan bahwa keadilan belum berpihak pada mereka.

Baca Juga :  Selalu Ikut Sejak Pertama Kali Tour De Banyuwangi Ijen Digelar, Dua Pembalap Mendapat Penghargaan Khusus

Peserta aksi mengingatkan agar proses PILKADA tidak mencederai semangat demokrasi yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam pemilihan umum.

“Kami berada di tanah ibu pertiwi dan menuntut keadilan demi tegaknya hukum. Jangan sampai PILKADA ini meninggalkan luka yang mendalam bagi demokrasi di Karawang,” pungkas Eka, salah satu orator dalam aksi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KPU Karawang belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan dan aksi protes tersebut.

Masyarakat Karawang berharap agar proses hukum dapat segera berjalan dan memastikan bahwa demokrasi di daerah mereka tetap terjaga dengan adil dan transparan.

**Red/Iyut Ermawati

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

dito

02 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta – ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% …

AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x