Home » Headline » Urban Farming Wahana Efektif Manfaatkan Hasil Pemilahan Sampah”

Urban Farming Wahana Efektif Manfaatkan Hasil Pemilahan Sampah”

dito 06 Jul 2026 73

NasionalPos.com, Jakarta- 

Urban farming atau urban agriculture adalah kegiatan budidaya tanaman atau memelihara hewan ternak di dalam dan di sekitar wilayah kota besar (metropolitan) untuk memperoleh bahan pangan atau kebutuhan lain.

 

Di Daerah Khusus ibukota Jakarta, keberadaan Urban farming, nampaknya sudah semakin berkembang dan di budidayakan, di antara urban farming yang tumbuh berkembang di wilayah Provinsi DKI Jakarta adalah Urban farming Perumahan Bukit Mas Bintaro Jakarta Selatan.

 

Mengenai keberadaan Urban farming Perumahan Bukit Mas Bintaro Jakarta Selatan ini, di sampaikan G. Ayu Made salah seorang pengurus yang mengelola Urban farming tersebut, pada acara Webinar bertajuk Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Jakarta, Minggu, 5 Juli 2026 yang di gelar oleh LSM Biru Voice.

 

Pada Webinar yang di pandu Mikhail Adam ini, Gusti Ayu Made yang tampil sebagai narasumber,  menyampaikan bahwa pada waktu awal dimulainya aktivitas Urban Farming di kawasan Perumahan Bukit Mas Bintaro di tahun 2018, memang membutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerja iklas baik pengurus Kebun Berseri maupun pihak pihak yang terlibat dalam mempelopori program urban farming ini.

 

“Beruntunglah, program Urban Farming ini di dukung oleh Warga, mereka senang, karena yg tadinya “hutan” yg banyak hewan liarnya, bisa disulap jadi kebun yg bermanfaat bagi mereka” ungkapnya

 

Menurut Gusti Ayu Made, sebenarnya Urban Farming itu milik Warga & Kelurahan ya, karena lahannya ada didalam pemukiman, namun demikian pada awal dalam pengerjaannya hanya beberapa warga yang terlibat, sehingga pihaknya meminta Lurah untuk membantu mendapatkan tenaga yg diperbantukan turut serta mengerjakan urban farming ini, sedangkan masalah pendanaan di lakukan secara swasembada pengurus RW untuk membeli peralatan, bibit dll.

Baca Juga :  Kalapas Lumajang Mahendra Sulaksana kembali sapa dan lakukan dialog interaktif dengan Warga Binaan Pemasyarakatan.

 

“Kemudian setelah panen pertama, hasilnya sebagian di pergunakan sebagai modal untuk membeli kebutuhan mengelola kebun ini, di tambah oleh adanya program CSR untuk kebun kami.” Tukas Gusti Ayu Made.

 

Lebih lanjut Gusti Ayu Made menjelaskan dalam mengelola urban farming, dulu Bukit Mas kalau pagi masih berembun, namun sekarang memang sudah terjadi perubahan cuaca sangat terasa.

 

Untuk mengelola Kebun Berseri, tentunya tidak semudah membalikkan tangan, banyak tantangan yang dihadapi nya, ungkap Gusti Ayu Made, di antaranya mengenai kondisi air tidak menjadi masalah saat musim hujan, tapi menjadi kendala pada musim kemarau, untuk itulah pihaknya biasa melakukan penyiraman pada pagi hari, dan se-efisien mungkin, selain itu pihak nya juga selalu melakukan penanaman dengan menghitung curah hujan, misalnya pembibitan diakhir musim hujan.

 

Tidak hanya itu, mengenai aktivitas pemupukan, pihaknya juga senantiasa menggunakan kompos yang merupakan hasil olahan pemilahan sampah rumah tangga, yang lebih sehat dan lebih bersih di bandingkan menggunakan pupuk kimia yang justru bisa berdampak merusak kesuburan tanah.

 

” Yah banyak trik² yang bisa dilakukan untuk berkebun, agar setiap panen hasilnya selalu meningkat dan dapat meningkatkan pendapatan warga yang terlibat dalam program ini, tentunya dalam pekerjaan nya, kami selalu bersinergi dengan pihak kelurahan, kecamatan, suku dinas Pertanian Jaksel dan instansi terkait lainnya” ucapnya.

 

Mengakhiri pemaparan materi diskusi nya, Gusti Ayu Made mengatakan bahwa Urban Farming, seperti oase ditengah kota. Jadi berusahalah menanam, kalau tidak ada lahan tanah bisa dipot, poly bag, galon bekas, ember bekas, karung atau wadah apapun, untuk mengurangi biaya belanja sayuran dan penghijauan.

Baca Juga :  Jokowi Kepala Negara Berasa Timses Paslon Pilpres 2024

 

Sekecil apapun pasti bermanfaat, dan yang paling penting itu memanfaatkan sampah rumah tangga yang tentunya di pilah terlebih dahulu untuk kompos pupuk bagi tanaman pada program urban farming ini.

 

” Kami patut bersyukur berkat kerjasama semua pihak, urban farming” Kebun Berseri” yang memanfaatkan hasil pemilahan sampah rumah tangga, telah mendapatkan dukungan dan apresiasi dari Pemprov DKI Jakarta, kami juga terima kasih untuk Biru Voice yang telah memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman di Webinar ini” tandas Gusti Ayu Made.

 

Acara Webinar yang di ikuti sebanyak 50-an orang dari berbagai kalangan aktivis lingkungan hidup, akademisi, mahasiswa dsb, nampak semarak dengan adanya pertanyaan maupun pernyataan dari para peserta yang dengan antusias mengikuti Webinar ini.

 

Sementara itu, di ujung acara Webinar ini, Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice, menyampaikan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas kehadiran narasumber yang telah berkenan berbagi ilmu, pengalaman maupun informasi yang sangat bermanfaat bagi upaya menumbuh kembangkan urban farming sebagai wahana bagi pemanfaatan pemilahan sampah rumah tangga demi terwujudnya lingkungan hidup yang sehat dan bersih.

 

” Semoga dengan Webinar ini dapat menginspirasi bagi para peserta maupun bagi masyarakat untuk bersama-sama memulai gerakan memilah sampah rumah tangga agar bisa di manfaatkan bagi Penyelenggaraan aktivitas urban farming, yang sekaligus sebagai aktivitas mendukung terciptanya ketahanan pangan di wilayah Perkotaan” pungkas Suryo Susilo.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Dua Bulan untuk 13.044 SPPG: Mana Roadmap BGN?

dito

23 Agu 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Pius Luistrilanang mantan anggota BPK RI dan mantan kader Partai Gerindra    Pemerintah menyampaikan bahwa penyelesaian sekitar 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih berada dalam tahap persiapan membutuhkan waktu hingga dua bulan. Berdasarkan data BGN, jumlah tepatnya mencapai 13.044 SPPG Proses Persiapan. Selain itu, terdapat 27.469 …

Menkumham Di desak Andi Darwin R Rangreng SH MH, Segera Tutup Celah Hukum Pembentukan Organisasi Advokat Lewat Jalur ORMAS

dito

22 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan semakin menjamurnya organisasi advokat baru yang terbentuk di duga adanya celah hukum selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membentuk organisasi advokat melalui jalur pendaftaran Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) berbasis perkumpulan. Maka kepada wartawan, Sabtu, 22/8/2026 di Jakarta, Praktisi hukum Andi Darwin R Rangreng SH MH, ia mengatakan bahwa dirinya …

Mukerda III MUI Provinsi Jakarta Sudah Sukses di Laksanakan, MUI Siap Siaga Menyongsong Lima Abad Jakarta

dito

21 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pada tanggal, 18-19 Agustus 2026 bertempat di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Jakarta Barat, telah terselenggara Musyawarah Kerja Daerah ke 3 ( Mukerda III) MUI Provinsi DKI Jakarta dengan Mengusung tema “Khidmah Keumatan Menyongsong Lima Abad Jakarta”, acara ini menjadi agenda strategis untuk merumuskan program kerja dan memperkuat sinergi keumatan yang berada …

Dana USD 26 Juta Adalah Amanah Kemanusiaan Secara Hukum Terpisah dari Kasus Febrie Adrianyah,Harus di Kembalikan

dito

21 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Terkait dengan keberadaan dana sebesar USD 26.000.000 yang saat ini ikut menjadi barang bukti dalam penyidikan, kepada wartawan, Jumat , 21 Agustus 2026 di Masjid Almusyawaoroh Klapa Gading Jakarta Utara, Andi Darwin R. Ranreng, S.H. selaku kuasa hukum Agustino Boer, menjelaskan bahwa dana tersebut adalah dana amanah kemanusiaan murni yang secara hukum …

x
x