Home » Top News » Dua Bulan untuk 13.044 SPPG: Mana Roadmap BGN?

Dua Bulan untuk 13.044 SPPG: Mana Roadmap BGN?

dito 23 Agu 2026 117

Di tulis dan di sampaikan oleh Pius Luistrilanang mantan anggota BPK RI dan mantan kader Partai Gerindra 

 

Pemerintah menyampaikan bahwa penyelesaian sekitar 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih berada dalam tahap persiapan membutuhkan waktu hingga dua bulan. Berdasarkan data BGN, jumlah tepatnya mencapai 13.044 SPPG Proses Persiapan. Selain itu, terdapat 27.469 SPPG yang telah beroperasi dan 3.844 SPPG berstatus Siap Operasional.

 

Target dua bulan disampaikan pada 29 Juli 2026. Sampai 20 Agustus 2026, sekitar 22 hari atau lebih dari tiga minggu telah berlalu. Namun masa tunggu para mitra sebenarnya jauh lebih panjang. Portal yang mengelola proses persiapan telah ditutup sejak awal Juni. Dengan demikian, sebagian mitra telah berada dalam ketidakpastian selama lebih dari dua bulan.

 

Karena itu, pertanyaan yang relevan sekarang bukan sekadar apakah dua bulan terlalu lama. Yang perlu dijelaskan adalah apa yang sedang dikerjakan BGN selama dua bulan tersebut, tahapan apa yang telah selesai, dan bagaimana roadmap untuk menuntaskan 13.044 SPPG itu.

 

SPPG Proses Persiapan bukanlah usulan mentah yang belum memperoleh persetujuan. Mitra pada tahap ini telah memiliki ID Yayasan, mengajukan lokasi dengan dokumen kepemilikan atau sewa, video lokasi, denah bangunan, dan identitas penanggung jawab lapangan. Setelah persyaratan dinyatakan memenuhi ketentuan, BGN menerbitkan ID SPPG yang memungkinkan pembangunan dimulai.

Baca Juga :  Dinas Perindag Sumbar Bina BAPERMEN, Perkuat Pengawasan LPKSM Sesuai UU Perlindungan Konsumen

 

Mitra kemudian menyatakan kesanggupan menyelesaikan pembangunan dalam waktu 45 hari dan wajib mengunggah progres secara berkala melalui portal. Proses tersebut berlangsung sampai dapur dinyatakan siap 100 persen, yaitu ketika pembangunan telah selesai, peralatan terpasang, dan kendaraan distribusi tersedia.

 

Artinya, seluruh informasi dasar 13.044 SPPG sebenarnya sudah berada di dalam sistem. Pemerintah tidak perlu melakukan pendataan ulang. Yang diperlukan adalah memetakan data yang telah tersedia dan memperbarui kondisi terakhir di lapangan.

 

Pemutakhiran ini penting karena penutupan portal tidak otomatis menghentikan pembangunan. Banyak mitra yang ketika portal ditutup telah mencapai progres tinggi tetap menyelesaikan dapurnya karena investasi sudah telanjur berjalan. Mitra yang progresnya telah mencapai 80 persen, misalnya, tentu menghadapi pilihan yang tidak rasional apabila harus menghentikan pekerjaan begitu saja.

 

Karena itu, sangat mungkin jumlah SPPG yang saat ini sebenarnya telah siap 100 persen lebih besar daripada yang tercatat ketika portal ditutup. Persoalannya, perkembangan tersebut tidak lagi masuk ke sistem karena kanal pelaporan progres ikut tertutup.

 

Di sinilah BGN perlu segera membuka kembali fungsi portal, bukan untuk menerima pendaftaran baru, tetapi untuk memungkinkan 13.044 SPPG yang telah memiliki ID memperbarui progres terakhirnya.

 

Baca Juga :  Pesta Rakyat Desa Kopo Gelar Kreasi Anak dan Seni Tarawangsa Dalam Memeriahkan HUT RI Ke 78

Setelah data diperbarui, pemetaan dapat dilakukan dengan dua ukuran sederhana: tingkat kesiapan pembangunan dan kebutuhan wilayah.

 

Dari sisi kesiapan, BGN dapat mengetahui mana dapur yang masih dalam pembangunan, hampir selesai, atau telah mencapai 100 persen.

 

Dari sisi kebutuhan wilayah, data tersebut dapat di-overlay dengan jumlah penerima manfaat, keberadaan SPPG yang sudah beroperasi, serta kapasitas pelayanan di masing-masing daerah.

 

Dari sana, keputusan sebenarnya dapat dipercepat. SPPG yang telah siap 100 persen dan berada di wilayah yang masih membutuhkan tambahan layanan dapat langsung menjadi prioritas verifikasi. SPPG yang masih dalam proses pembangunan dapat diberi waktu sesuai progresnya. Sementara titik yang memerlukan pemeriksaan khusus dapat ditangani secara terpisah tanpa menahan seluruh backlog.

 

BGN juga tidak perlu menunggu seluruh 13.044 SPPG selesai diperiksa sebelum mengeluarkan keputusan. Mekanisme yang lebih masuk akal adalah rolling decision: setiap kelompok yang telah selesai dipetakan dan diverifikasi langsung memperoleh kepastian.

 

Jika 13.044 SPPG harus diselesaikan dalam delapan minggu, rata-rata pekerjaan yang harus dituntaskan sekitar 1.630 SPPG per minggu, atau sekitar 326 SPPG per hari kerja secara nasional. Dengan basis data digital dan pekerjaan yang dapat dilakukan secara paralel di berbagai daerah, skala tersebut seharusnya dapat dikelola.

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
KNPI Kota Padang Sukses Gelar RAPIMPURDA XVI, Matangkan Persiapan Musda

Zulwandi

18 Okt 2026

Padang, Nasionalpos.com — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sukses menyelenggarakan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (RAPIMPURDA) XVI pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Padang tersebut berjalan lancar dan dihadiri oleh pengurus KNPI Kota Padang, perwakilan KNPI Sumatera Barat, serta sejumlah organisasi kepemudaan lainnya. RAPIMPURDA XVI …

Kadispora Buka Event Tournamen Mobile Legend Bang Bang Silampari Wali Kota Cup

Andi Ledi Lubuk Linggau

16 Okt 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Lubuk Linggau, H Resta Irwan Putra membuka Event Tournamen Mobile Legend Bang Bang (MLBB) Silampari Wali Kota Cup I Tahun 2026 di Cinema Hall Lt.5 Pemkot Kota Lubuk Linggau Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Jum’at(16/10/2026). Kadispora, H Resta Irawan Putra dalam sambutannya …

Laporkan Dugaan Pelecehan di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, YM Minta Wali Kota Padang Turun Tangan

Zulwandi

15 Okt 2026

Padang, Nasionalpos. Com — Seorang perempuan berinisial YM, yang berprofesi sebagai YouTuber, affiliate marketer, content creator, dan edupreneur di Sumatera Barat, mengaku mengalami dugaan pelecehan verbal dan penghinaan saat berada di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, Kota Padang, pada 28 Agustus 2026 sekitar pukul 09.45 WIB. YM meminta pemerintah daerah menindaklanjuti pengaduannya secara objektif dan …

Plt Asisten I Lepas Paskibraka Lubuk Linggau Ikuti Wawasan Kebangsaan ke IPDN Sumbar

Andi Ledi Lubuk Linggau

12 Okt 2026

NASIONALPOS.COM/LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, diwakili Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Erwin Armeidi, melepas anggota Paskibraka Kota Lubuk Linggau Tahun 2026 untuk mengikuti kegiatan wawasan kebangsaan ke IPDN Kampus Sumatera Barat di Kompleks Pemerintah Kota Lubuk Linggau, Senin (12/10/2026). Dalam sambutannya, Erwin Armeidi menyampaikan bahwa kunjungan wawasan kebangsaan ke IPDN …

Semakin humanis satpas sim tegal hadir layani masyarakat dengan ramah dan profesionalisme,membuat rakyat merasa terlayani dan di hargai

Indri Kalteng

11 Okt 2026

  Tegal- Nasionalpos.comPelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) di jajaran Polres Tegal terus mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Petugas memberikan pelayanan dengan ramah, santun, serta membantu pemohon memahami setiap tahapan proses penerbitan SIM agar berjalan tertib, mudah, dan transparan. Dalam pelaksanaannya, masyarakat yang datang untuk mengurus SIM mendapatkan arahan dari petugas mulai dari proses pendaftaran, …

Unbrah Jadi Tuan Rumah Rakernas APTFI 2026, Diikuti 880 Peserta dari Berbagai Perguruan Tinggi Farmasi

Zulwandi

10 Okt 2026

Padang, Nasionalpos. Com — Universitas Baiturrahmah (Unbrah) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis hingga Sabtu (8–10 Oktober 2026) di ZHM Grendzuri Hotel Padang, Sumatera Barat (Sumbar) diikuti sekitar 880 peserta dari berbagai perguruan tinggi farmasi di Indonesia. …

x
x