Home » Headline » TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law 23 Agu 2026 99

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi.

Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat.

“Pasca-Reformasi 25 tahun silam, masyarakat semakin skeptis terhadap janji perubahan. Persoalan korupsi, pengangguran, kemiskinan, stunting, kebocoran ekonomi, hingga berbagai persoalan tata kelola negara masih menjadi pekerjaan besar. Karena itu, publik menuntut perubahan yang cepat dan mendasar,” ujar TB Massa di Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, tuntutan perubahan revolusioner tidak perlu dimaknai sebagai sesuatu yang menakutkan atau identik dengan kekerasan. Revolusi, kata dia, harus dipahami secara kontekstual sebagai keberanian melakukan perubahan cepat, mendasar, dan terukur untuk mengoreksi kegagalan agenda Reformasi.

“Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan memberi efek jera. Korupsi dan mafia yang merusak negara harus diberantas sampai ke akar. Kekayaan negara yang dirampas harus dikembalikan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Itu bagian dari langkah politik yang revolusioner,” tegasnya.

TB Massa menilai Indonesia dapat belajar dari berbagai negara yang berhasil keluar dari krisis melalui keberanian melakukan pembenahan besar dalam sistem politik, hukum, dan ekonomi.

Menurut dia, masyarakat sipil akan memberikan dukungan apabila Presiden Prabowo memiliki political will yang kuat untuk memimpin perubahan. Sebaliknya, kegagalan memenuhi harapan perubahan berpotensi memperbesar jarak antara pemerintah dan rakyat.

Baca Juga :  Masyarakat Nahdliyyin tidak Hendaki Muktamar NU ke 35 menuju ke 2029

Namun, TB Massa mengingatkan bahwa kegagalan pemerintahan dalam melakukan perubahan justru dapat menguntungkan kelompok status quo dan jaringan kepentingan yang selama ini menikmati kelemahan tata kelola negara. Dalam situasi demikian, instabilitas dapat menjadi ruang bagi berbagai kepentingan untuk mempertahankan atau merebut kembali pengaruh politik dan keepntingan ekonomi.

Karena itu, menurutnya, langkah perubahan harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil, termasuk kalangan kampus, akademisi, mahasiswa, dan kelompok-kelompok independen yang memiliki integritas.

“Perlu konsolidasi kekuatan perubahan, baik yang berada di dalam pemerintahan maupun masyarakat sipil. Pemerintah tidak boleh diberi cek kosong. Dukungan harus tetap disertai kontrol agar agenda perubahan benar-benar berjalan,” katanya.

Pasal 33 Harus Menjadi Fondasi Revolusi Ekonomi

TB Massa menegaskan, perubahan tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum dan pembenahan politik. Revolusi pemerintahan Prabowo, menurutnya, juga harus menyentuh struktur ekonomi dengan menjadikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai fondasi utama.

Pasal tersebut, katanya, menegaskan prinsip bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, sementara cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara serta digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Di sinilah ujian terbesar Presiden Prabowo. Pasal 33 jangan hanya menjadi hiasan konstitusi. Harus diterjemahkan menjadi kebijakan ekonomi yang nyata. Negara harus kembali memiliki keberanian untuk menguasai sumber-sumber strategis dan memastikan kekayaan alam benar-benar menghasilkan kemakmuran bagi rakyat,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Lumajang Bekuk Lima Pengedar Narkoba, Dua Diantaranya Residivis

Di sisi lain, ia mempertanyakan kemampuan tim politik dan kabinet Prabowo dalam menjaga kredibilitas, citra, dan kepercayaan publik terhadap Presiden.

Menurutnya, kontroversi yang berulang dan komunikasi politik yang tidak terkelola dengan baik dapat memperkuat persepsi bahwa perubahan yang dijanjikan belum menghasilkan perbedaan mendasar.

Kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga politik formal, termasuk partai politik, juga dinilai terus menghadapi tantangan. Karena itu, Presiden perlu memperluas basis sumber daya politiknya dengan melibatkan kekuatan-kekuatan di luar partai yang memiliki kapasitas, integritas, dan keberanian melakukan koreksi.

“Kalangan kampus, akademisi, profesional, mahasiswa, dan kelompok masyarakat sipil harus didayagunakan sebagai mitra kritis dalam agenda perubahan. Termasuk untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem maupun tata kelola pemerintahan dan kinerja kabinet,” jelasnya.

Bagi TB Massa, pilihan politik Prabowo pada akhirnya semakin jelas: memimpin perubahan mendasar dengan keberanian membenahi hukum, politik, dan ekonomi berdasarkan amanat Pasal 33 UUD 1945, atau membiarkan persepsi bahwa pemerintahannya sekadar melanjutkan pola rezim lama semakin menguat.

Revolusi yang dibutuhkan bukan revolusi kekerasan, melainkan revolusi tata kelola: membersihkan negara dari korupsi dan mafia, memulihkan kedaulatan ekonomi, serta mengembalikan kekayaan nasional sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Di situlah, ujian sesungguhnya bagi kepemimpinan Prabowo Subianto.”pungkasnya. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sekda Pimpin Rakor Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan

Andi Ledi Lubuk Linggau

08 Okt 2026

NASIONALPOS.COM//LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat diwakili Sekda Kota Lubuk Linggau, H Trisko Defriyansa memimpin rapat koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (Corporate Social Responsibility) Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Kota Lubuk Linggau di Ruang Rapat Moneng Sepati Lt.5 Pemkot Lubuk Linggau, Kamis(8/10/2026) Dalam arahannya, H Trisko Defriyansa menekankan pentingnya kolaborasi …

Kunjungan kerja turut dihadiri oleh Bupati Musi Rawas, Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno. Dandim 0406 Letkol Inf Danny Steven Surbakti, S.A.P., M.M

Andi Ledi Lubuk Linggau

08 Okt 2026

NASIONALPOS.COM/Kabupaten musira Rawas –  Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Musi Rawas dalam rangka meninjau Marshalling Area (MA) Yonif TP 947/Pangeran Amin, yang berlokasi di kawasan Agropolitan Center Muara Beliti. Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Musi Rawas, Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno. Dandim 0406 …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

3 Hektare TNBBS Terbakar, Kapolres Pesisir Barat Turun Langsung: Jangan Main Api, Pembakar Hutan Bakal Diburu!!!

- Banyuwangi

07 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Sedikitnya ±3 hektare kawasan hutan dilaporkan terdampak, sehingga pengawasan dan pencegahan kebakaran susulan terus diperketat. Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., …

Team PPI Siap Tegakkan Hukum Dukung Kapolri dan Polri Bersama Masyarakat

dito

07 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan adanya dugaan penyebaran berita hoax cenderung fitnah bahkan terkesan pembunuhan karakter terhadap pribadi Jendral Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru, maka Presidium Pemuda Indonesia telah membentuk team untuk menelusuri nya, demikian di katakan Rudy Darmawanto SH Ketua Presidium Pemuda Indonesia kepada wartawan, Rabu, 7/10/2026 di Jakarta.   “Kami sangat concern …

Andi Darwin R Ranreng, SH MH: Hormati Putusan MK, Hormati Pula Konsekuensinya

dito

07 Okt 2026

NasionalPos. com, Jakarta-  Final dan Mengikat, Tetapi TIdak bisa bisu   Praktisi Hukum Advokat Andi Darwin R. Ranreng saat di temui wartawan , Rabu, 7/10/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa semua pihak agar menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas perkara syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.   “Menghormati putusan tidak cukup dengan menerima amarnya …

x
x