Home » Headline » Di Momentum Hari Udara Bersih International, Biru Voice Desak Pemerintah Menjaga Udara Bersih Yang Sudah Semakin Polutif

Di Momentum Hari Udara Bersih International, Biru Voice Desak Pemerintah Menjaga Udara Bersih Yang Sudah Semakin Polutif

dito 07 Sep 2026 17

National pos.com. Jakarta-

Mengingat sifat polusi udara yang lintas batas, semua pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk melindungi atmosfer bumi dan memastikan udara yang sehat bagi semua orang.

 

 

Bekerja bersama, melintasi batas dan batas, antar sektor dan melampaui silo, akan membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan keuangan dan investasi untuk langkah-langkah dan solusi kualitas udara, dan memberikan banyak manfaat. Demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua Umum Biru Voice kepada wartawan, Senin, 7 September 2026 di Jakarta .

 

” Setiap makhluk hidup berhak mendapatkan udara yang segar dan aman untuk dihirup. Polusi udara memicu berbagai penyakit berbahaya seperti stroke, penyakit jantung, ISPA, paru-paru, hingga kanker.” Ungkap Suryo Susilo Ketua Biru Voice

 

Menurut Suryo, Indonesia menyandang predikat yang kurang menguntungkan: negara paling tercemar di Asia Tenggara, dengan tingkat PM2.5 mencapai 34,3, jauh di atas ambang batas yang dianggap sehat.

 

Meskipun sering menyalahkan kemacetan lalu lintas dan asap pabrik, sebuah studi ilmiah baru mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan: udara yang Anda hirup sangat bergantung pada angin, kelembapan, dan bahkan provinsi tetangga, misalnya kebakaran hutan di Kalimantan, jelas sekali suatu peristiwa yang sangat memicu pengotoran udara atau polusi udara.

 

“Bayangkan polusi udara seperti asap dari barbekyu tetangga. Jika angin bertiup ke arah Anda, Anda akan mencium baunya tidak peduli seberapa bersih halaman Anda sendiri. Itulah yang terjadi di 34 provinsi di Indonesia. Studi ini memetakan Indeks Kualitas Udara (AQI) di seluruh kepulauan dan menemukan pola yang jelas: provinsi yang berbatasan juga berbagi udara. DKI Jakarta, misalnya, berada di kategori “sedang” dengan nilai PM2.5 sebesar 39,2.” Tutur nya

Baca Juga :  19 Tokoh Muda Dikumpulkan KSP-Pijar Foundation

 

 

Sementara itu, lanjutnya, sebagian besar provinsi lain menikmati udara “baik” atau bahkan “sangat baik”. Mengapa ada perbedaan? Geografi berperan penting.

 

Para peneliti menggunakan regresi spasial—istilah keren untuk mengatakan “lokasi itu penting dan menemukan bahwa dua faktor alami memainkan peran yang sangat besar. Pertama, kelembapan udara rata-rata: ketika kelembapan meningkat sebesar 1%, AQI meningkat hampir 0,2%.

 

Udara lembab bertindak seperti spons lembut, menangkap partikel polutan kecil dan menariknya ke tanah.

 

Kedua, kecepatan angin rata-rata: peningkatan kecepatan angin sebesar 1% meningkatkan kualitas udara hampir 1%. Angin menyapu gas berbahaya seperti SO2, mencegahnya bertahan di atas kota.

 

Jadi, hari yang berangin dan lembab bukan hanya menyenangkan, tetapi juga merupakan layanan pembersihan alami.

 

“Polusi udara kini bertransformasi menjadi ancaman nyata yang mendesak bagi kesehatan publik, dan harus di selesaikan dengan kebijakan yang sangat bijaksana dan kolaboratif” ucap Suryo Susilo

Baca Juga :  Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 94, ORARI Gelar Donor Darah Untuk Memassifkan Kolaborasi Kemanusiaan Bangun Kesehatan Bangsa

 

 

Untuk itu, sambung Suryo, pihaknya mendesak agar pemerintah Merespons urgensi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) harus bersinergi dengan Jaringan Pemantauan Asam di Asia Timur (Network Center for the Eanet) Melalui forum startegis yang melibatkan 13 negara anggota inisiatif regional EANET ini.

 

Selain itu, imbuh Suryo, di kesempatan ini, dia juga mengkritik kinerja kementerian kehutanan dan lembaga terkait dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),

 

dirinya menilai penanganan karhutla di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan seharusnya lebih mengutamakan mitigasi dan deteksi dini, tidak hanya itu karhutla merupakan persoalan yang memiliki pola berulang setiap tahun, terutama ketika memasuki musim kemarau dan fenomena El Nino.

 

Karena itu, mesti nya, ucap Suryo Susilo, pemerintah dinilai seharusnya dapat mengantisipasi potensi kebakaran sejak munculnya titik panas.

 

Menurut Suryo Susilo, kemajuan teknologi dan pemantauan satelit memungkinkan titik api dideteksi lebih awal. Dengan demikian, penanganan tidak semestinya menunggu kebakaran membesar dan meluas hingga menimbulkan dampak terhadap kesehatan, lingkungan dan perekonomian.

 

” Oleh karena itu kami mendesak pemerintah agar terintegrasi riset, teknologi, dan kebijakan dapat berjalan selaras untuk menghadirkan tata kelola udara yang presisi, menyehatkan masyarakat, serta berkelanjutan bagi generasi mendatang.” Pungkas Suryo Susilo

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Wali Kota Buka Sosialisasi Pengelolaan LB3 Bagi Pelaku Usaha Penghasil LB3

Andi Ledi Lubuk Linggau

07 Sep 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat membuka Sosialisasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) bagi pelaku usaha penghasil LB3, baik medis maupun nonmedis, di Cinema Hall Lantai 5 Pemkot Lubuk Linggau, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Wujudkan Lubuk Linggau Bersih, Sehat, Aman, Nyaman, Maju dan Sejahtera – Lubuk Linggau Juara”. Dalam …

Masyarakat Nahdliyyin tidak Hendaki Muktamar NU ke 35 menuju ke 2029

dito

07 Sep 2026

NasionalPos.com-Jakarta Pasca terselenggaranya Muktamar NU ke 35 di Tambak Beras Jombang Jawa Timur, tentunya memicu terjadinya pihak yang tidak setuju dengan hasil Muktamar NU ke 35, terkesan ada campur tangan penguasa hari ini, demikian di sampaikan ustadz Damuri Fikri kepada wartawan, Senin, 7/9/2026 di Jakarta.   “Ya, kesan muktamar NU ke 35 menjadi ajang mencari …

Ketua Dewan Pembina Persatuan Golf Indonesia terima kunjungan Panitia LA Connection charity golf tournamen

dito

05 Sep 2026

NasionalPost.com, Jakarta- Panitia LA Connection charity golf tournamen yang merupakan komunitas para alumni yang pernah kuliah di kota Los Anggeles dan kota kota lain di Amerika Serikat, berencana menggelar kegiatan LA Connection charity golf tournamen di pondok indah golf course pada 28 Oktober 2026 mendatang, demikian disampaikan oleh ketua panitia Sofyan Saleh kepada wartawan, Sabtu, …

Insentif Baru BGN Harus Diikuti Grading SPPG

dito

05 Sep 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Pius Luistrilanang    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan bahwa insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak lagi disamaratakan sebesar Rp6 juta per hari. “Sekarang tidak, ya, tidak rata semua dapur semua kemudian dibayar Rp6 juta, itu tidak adil,” kata Sudaryono seusai rapat dengan Komisi IX DPR, Kamis, …

Sambut Hari Kejaksaan Nasional, Advokat Andi Darwin R Ranreng, SH, MH Soroti Pentingnya Reformasi Kejaksaan demi Kembalikan Kepercayaan Publik

dito

02 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menyambut peringatan Hari Kejaksaan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 September, Advokat senior sekaligus pengamat hukum Andi Darwin R Ranreng, S.H., M.H kepada wartawan, Rabu, 2 September 2026 di Jakarta, ia menyampaikan pandangan kritis namun konstruktif mengenai perjalanan dan tantangan Kejaksaan Republik Indonesia di usianya yang ke-81 tahun.   Tokoh hukum yang juga …

RUU Perampasan Aset Di Sorot Praktisi Hukum, Tekankan Kejelasan Kewenangan dan Pencegahan Penyalahgunaan

dito

01 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana kembali menjadi perhatian publik.   Kali ini, masalah tersebut di respon Praktisi hukum publik Andi Darwin R. Ranreng, yang kemudian kepada wartawan, ia mengatakan bahwa regulasi tersebut perlu dirumuskan secara komprehensif agar benar-benar menjadi instrumen efektif dalam pemberantasan kejahatan, khususnya korupsi, tanpa membuka ruang penyalahgunaan kewenangan. …

x
x