Home » Nasional » daerah » Aktivis Jakarta Gelar Diskusi, Jurus Jitu Antisipasi Krisis Air Bersih

Aktivis Jakarta Gelar Diskusi, Jurus Jitu Antisipasi Krisis Air Bersih

dito 19 Mar 2025 169

NasionalPos.com, Jakarta-  Direktur Eksekutif Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI), Andi Wijaya atau akrab disapa Adjie Rimbawan menyampaikan, diskusi hari ini mengusung tema “Benarkah Jakarta Krisi Air Bersih/Minum?”.

“Tema kita angkat sejatinya sebagai bentuk dukungan moril kepada PAM Jaya untuk memastikan warga Jakarta dapat mengakses layanan air bersih/minum dengan mudah,” ungkap  Adjie saat menyampaikan sambutannya di acara diskusi tersebut yang di gelar di Journey Café, Jakarta Selatan, Rabu, 19/3/2025

Adjie juga mengatakan bahwa hingga saat ini masih ada warga Jakarta, terutama di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang masih sulit untuk mendapatkan akses layanan air bersih.

Sementara itu, Senior Manager Corporate Communication and Office Director PAM Jaya, Gatra Vaganza yang hadir mewakili Arif Dirut PAM Jaya, dalam paparannya, ia mengatakan, Perumda PAM Jaya terus melakukan akselerasi untuk memenuhi target cakupan layanan 100 persen di tahun 2030.

“Target di tahun 2030 itu kita harus sudah ada 18 Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan target jumlah pelanggan 2.006.167 Skala Rumah. Kemudian, untuk panjang jaringan perpipaan mencapai 19.234 kilometer,” tegasnya.

Sedangkan menurut Pemerhati Jakarta, Sugiyanto atau akrab disapa SGY mengungkapkan bahwa Jakarta masih menghadapi ancaman krisis air, karena masih minimnya bahan baku air yang masih tergantung pada kiriman air dari Sungai Cisadane, Sungai Ciliwung dll, serta juga dari air tanah,

Selain itu SGY juga menyoroti masih banyaknya pemilik bangunan Gedung di Jakarta, yang masih nakal menggunakan air tanah, karena itu, sebagai Langkah antisipasi semakin berlarutnya krisis air di Jakarta, dirinya meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera menegakkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 93 Tahun 2021 tentang Zona Bebas Air Tanah.

“Ya, kalau mau, masalah krisis air bersih di Jakarta, tidak berlarut-larut dan mengancam kelangsungan hidup warga Jakarta, Pergub No.93 Tahun 2021 tentang Zona Air Bersih harus di tegakkan, kalau perlu segera bentuk Satgas untuk menegakkan Pergub tersebut,” tandas SGY.

Baca Juga :  Satgas Pamtas Yonif 132/BS Bersama Perangkat Desa Wambes Berkomitmen Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat

SGY juga menjelaskan, mengacu pada beleid tersebut sudah ditetapkan bangunan di sejumlah ruas jalan dan kawasan yang sudah tidak perbolehkan lagi menggunakan air tanah.

Sejumlah ruas jalan tersebut di antaranya, Jalan Gaya Motor Raya, Jalan Yos Sudarso, Jalan Raya Bogor, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Prof Dr Satrio, Jalan Jenderal Gatot Subroto, dan Jalan DI Panjaitan.

Kemudian, untuk kawasan zona bebas air bersih meliputi, Kawasan Industri Pulo Gadung (JIEP), Mega Kuningan, Rasuna Epicentrum, Menteng, Tanah Abang, SCBD, Sudirman, Medan Merdeka, dan Asia Afrika.

“Pergub ini juga sudah mengatur adanya sanksi. Sehingga, jika diimplementasikan dengan baik maka diharapkan dapat meningkatkan penggunaan air bersih atau air minum melalui jaringan perpipaan,” kata SGY

SGY menjelaskan, mengacu pada Pergub tersebut terdapat ketentuan kriteria bangunan gedung yang dilakukan pengendalian pengambilan air tanah di Zona Bebas Air Tanah sebagaimana diatur dalam Pasal 2 yakni, memiliki luas lantai 5.000 meter persegi atau lebih. Kemudian, memiliki jumlah delapan lantai atau lebih.

“Pada Pasal 8 Ayat 1 mengamanatkan bahwa setiap pemilik/pengelola bangunan sesuai dengan kriteria tersebut dilarang melakukan pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah mulai 1 Agustus 2023, kecuali untuk kegiatan dewatering,” terangnya.

SGY menegaskan, perlunya peran aktif leading sector pengawasan yakni, Dinas Sumber Daya Air bersama Dinas Ciptakan Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan untuk pro aktif melakukan pemeriksaan atau inspeksi mendadak.

“Tidak kalah penting tentunya adalah partisipasi masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan agar sumber daya air untuk masa depan tetap terjaga dan penurunan muka tanah atau land subsidence di Jakarta bisa diminimalisir,”tandasnya.

Ia mengapresiasi kinerja Perumda PAM Jaya di bawah kepemimpinan Arief Nasrudin sebagai Direktur Utama. Terlebih, sejak hubungan kerja sama dengan PT Aetra dan Palyja dihentikan.

“Saya mendapatkan informasi jika sebelumnya PAM Jaya selalu merugi, tapi sejak Pak Arief menjabat bisa mendapatkan untung hingga Rp 1,2 triliun,” kata SGY

Perumda PAM Jaya, lanjutnya, akan dapat menuntaskan target cakupan layanan 100 persen pada tahun 2030.

Baca Juga :  Di Peringatan Hari Buruh International 2024, Menaker Sebut Pemerintah Tolak PHK Sepihak

“Meski tantangannya tidak kecil, saya meyakini melalui miles stone yang sudah diterapkan dan direalisasikan, target itu bisa dicapai,” tukasnya.

Selain SGY, pembicara terakhir Prof. DR. NurCholisa pakar Komunikasi dan Juga Guru Besar Universitas Mercu Buana, mengatakan bahwa dalam menyikapi masalah krisis air bersih di Jakarta, dirinya lebih mengedepankan pada penerapan Smart Water Management (SWM) yang merupakan suatu sistem pengelolaan air yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengoptimalkan penggunaan air dan mengurangi pemborosan air.

“Salah satu manfaat dari SWM ini adalah dapat membantu menghemat air dengan mengoptimalkan penggunaan air dan mengurangi pemborosan air, juga dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan air dengan mengatur penggunaan air secara otomatis. “ungkap Prof Dr Nur Cholisa.

Selain itu, lanjutnya, SWM juga dapat membantu mengurangi biaya penggunaan air dengan mengoptimalkan penggunaan air dan mengurangi pemborosan air, serta dapat membantu meningkatkan kualitas air dengan memantau kualitas air secara real-time dan mengidentifikasi potensi masalah,

Tidak hanya itu SWM juga memiliki komponen system Sensor dan IoT yang digunakan untuk memantau kualitas air, debit air, dan tekanan air secara real-time, kemudian juga terdapat  Sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data tentang penggunaan air, serta Sistem kontrol digunakan untuk mengatur penggunaan air secara otomatis berdasarkan data yang diperoleh dari sensor dan sistem informasi.

“Dengan menerapkan SWM, maka kita dapat memantau kualitas air dan mengidentifikasi potensi masalah, oleh karena itu, SWM ini dapat mempermudah kita untuk lebih awal mencegah terjadinya krisis air bersih di Jakarta, serta segera menerapkan solusinya, sehingga tidak menimbulkan kecemasan warga Jakarta terhadap ancaman krisis air bersih.” Pungkasnya.

Acara diskusi yang di pandu oleh Aktivis Senior Budi Siswanto ini, berlangsung dinamis dan di hadiri sekitar 50-an orang aktivis Jakarta dari berbagai organisasi massa maupun LSM yang tumbuh berkembang di Jakarta.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

Wali Kota Bandung Dorong Sinergi Visioner LKP Hadapi Era Digital 5.0

Suryana Korwil Jabar

22 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya peran strategis Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di era digital. Hal tersebut di sampaikan dalam sambutannya pada acara Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun RA Kartini, Rabu (22/4/2026), di Graha Merah Putih Telkom Indonesia, Jalan Japati …

IPAL Tidak sesui Sop, Puskesmas Cililin Verifikasi SLHS SPPG Batulayang

Suryana Korwil Jabar

22 Apr 2026

Bandung barat, NasionalPos.com – Puskesmas Cililin melakukan verifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batulayang 007 yang berlokasi di Jalan Kampung Leuwi Nutug RT 01 RW 14, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat Kegiatan ini menyoroti sejumlah aspek penting, terutama kondisi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang menjadi syarat …

Panitia Musda Ke-III Resmi Buka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Bara

Admin Redaksi

21 Apr 2026

Pesisir Barat NASIONALPOS.com – Panitia Musyawarah Daerah (Musda) Ke- III DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Barat resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua DPD Kabupaten Pesisir Barat untuk masa bakti 2026-20231 mendatang. Pengumuman ini disampaikan melalui konferensi pers yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Barat Lampung, pada Selasa 21 April 2026. Ketua …

Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

FKPPI Kota Bandung Gelar Halal Bihalal dan Pererat Silaturahmi

Suryana Korwil Jabar

16 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Pengurus Cabang Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Kota Bandung menggelar kegiatan Halal Bihalal dan silaturahmi. Yang berlangsung di Aula Citra Bhakti Kodim 0618/Kota Bandung, Kamis (16/04/2026). Kegiatan tersebut di hadiri oleh Walikota Bandung, Komandan Kodim (Dandim) 0618/Kota Bandung beserta jajaran, Komandan Lanud Husein Sastranegara …

x
x