Home » Nasional » Apresiasi Karya Seni Nyoman Nuarta, Ketua MPR RI Usulkan GWK Menjadi Aset Nasional

Apresiasi Karya Seni Nyoman Nuarta, Ketua MPR RI Usulkan GWK Menjadi Aset Nasional

Dame.T 24 Jul 2022 83

NasionalPos.com,Bandung Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi berbagai karya patung maestro seni asal Bali, I Nyoman Nuarta. Lebih dari ratusan patung berhasil dibuat pria kelahiran Tabanan 70 tahun silam ini.

Sejumlah mahakarya yang terkenal antara lain, Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali yang kini tidak saja menjadi pariwisata ikon Bali, tapi juga telah menjadi kebanggaan Indonesia.

Untuk itu, Bamsoet mengusulkan agar mahakarya seni tersebut menjadi aset nasional. Mengingat patung GWK ini menjadi patung tertinggi di dunia dan mampu mengalahkan Patung Liberty di Amerika Serikat. Total ketinggian patung ini mencapai 121 meter dan lebar 64 meter.

Patung Liberty saja tingginya hanya mencapai 93 meter. Ini suatu prestasi yang membanggakan bahwa karya anak bangsa bisa mendunia. Biaya pembangunannya sendiri memakan total sebesar Rp450 miliar.

Karya monumental I Nyoman Nuarta lainnya adalah Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya, Patung Timika di Papua Barat, Patung Fatmawati Soekarno di Bengkulu, Patung Bendera di Lobby Hotel Indonesia Jakarta, Patung Putri Melenlu di Kalimantan Timur hingga Monumen Arjuna Wijaya di Jakarta.

“Kepiawaian Nyoman juga diakui oleh Presiden Joko Widodo. Terbukti, rancangan desain Istana Garuda Ibu Kota di Kalimantan Timur yang dibuat Nyoman menjadi pemenang sayembara konsep desain bangunan gedung khusus di Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur. Memadukan konsep seni, sains, dan teknologi,” ujar Bamsoet usai bertemu Nyoman Nuarta di Workshop miliknya yang sangat luas dan asri di Bandung, Minggu (24/7/2022).

Baca Juga :  Kepala Staf Koarmada III Menerima Penghargaan dari Menteri Sosial Republik Indonesia

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, kecintaan Nyoman Nuarta di dunia seni telah tumbuh sejak masa kanak-kanak. Nyoman kala itu tidak canggung untuk ikut aktif dalam kegiatan kesenirupaan di desanya. Sosok yang dianggap berjasa memberikan semangat dan dukungan dalam dunia kesenirupaan saat Nyoman kecil adalah guru menggambarnya, Sumbangsi Ketut Darma Susila.

“Saat duduk di bangku kuliah, Nyoman mulai menekuni bidang seni rupa secara profesional. Nyoman memasuki dunia perkuliahan dan memilih jurusan Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB) di tahun 1972. Dua tahun kemudian, Nyoman memutuskan pindah jurusan ke Seni Patung. Pada tahun 1979, saat masih menjadi mahasiswa, Nyoman menjadi salah satu pemenang Lomba Patung Proklamator Republik Indonesia. Sejak itulah nama Nyoman sebagai pematung mulai dikenal,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini memaparkan, karena kecintaannya di dunia seni, Nyoman kemudian membangun taman patung bernama NuArt Sculpture Park, di Bandung, Jawa Barat, pada tahun 2000. Beragam karya seni patung Nyoman yang sebagian besar menggunakan bahan tembaga menghiasi intalasi seni tersebut.

Baca Juga :  Dua Unsur Patroli Bakamla RI Padamkan KLM Murah Rejeki Yang Terbakar

“Tidak hanya memamerkan karya seni patung Nyoman, NuArt Sculpture Park juga mengajarkan nilai luhur budaya melalui kegiatan kesenian. Semisal, pameran seni rupa, pentas seni pertunjukan, serta pergelaran musik,” urai Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia dan Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat ini menambahkan, Nyoman juga aktif bergabung dalam berbagai organisasi seni dunia. Semisal, International Sculpture Center Washington di Amerika Serikat, Royal British Sculpture Society di Inggris, hingga SteeringCommittee for Bali Recovery Program. Tidak aneh bila karya patung Nyoman telah tersebar di Australia, Singapura, Filipina, Spanyol dan banyak negara lainnya.

“Sejumlah penghargaan pun berhasil diraih Nyoman. Antara lain, di tahun 2021 Nyoman mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa Culture dalam Bidang Ilmu Seni Rupa dari ITB, mendapatkan gelar kehormatan “Chevalier De L’Ordre Des Arts Et Des Lettres” dari pemerintah Prancis, serta memperoleh penghargaan Habibie Prize 2021 Bidang Kebudayaan dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional RI,” pungkas Bamsoet.(*)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dari Hutan Lindung ke Tambang Emas: Keputusan yang Merusak Tanah Air. ​

Indra

06 Des 2025

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran – Kerusakan alam lingkungan yang semakin meluas di kawasan Tumpang Pitu, Banyuwangi, kini ditunjuk ke peran mantan Bupati Banyuwangi Kyai Haji Abdullah Azwar Anas yang kini menjabat di pengurus pusat PDI-Perjuangan dan PCNU Kab Banyuwangi. Menurut pemerhati lingkungan Amir Ma’ruf Khan alias Raja Angkasa Banyuwangi, keputusan mantan bupati …

Dr.Munawaroh, MSi Desak Pemerintah Libatkan Kelompok & Organisasi Perempuan Kirim Relawan ke Sumatera Pasca Bencana

dito

05 Des 2025

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah duka mendalam atas bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat akhir November 2025, memicu respon dari berbagai kalangan, salah seorang diantara dari seorang akademisi perempuan yakni Dr. Munawaroh, MSi seorang dosen di Universitas Negeri Jakarta Kepada wartawan, Jumat, 5/12/2025 di Jakarta, ia mengatakan bahwa dirinya …

Dewi Astutik, Aktor Jaringan Sabu 2 Ton, Ditangkap di Sihanoukville

ardi

04 Des 2025

Jakarta,NasionalPos.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, serta Bea dan Cukai berhasil menangkap Dewi Astutik alias Mami. Dewi merupakan buronan internasional dan aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan Mei 2025, serta terkait beberapa kasus besar tahun …

Implikasi Tragedi Ekologis di Aceh, Sumbar & Sumut, Biru Voice Serukan Pertobatan Ekologis.

dito

04 Des 2025

NasionalPos.com, Jakarta- Jelang akhir tahun tepatnya 26 November 2025, bencana besar yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera bukan sekadar fenomena hujan ekstrem atau siklus cuaca yang dikaitkan dengan La Niña, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Kamis, 4/12/ 2025 di Jakarta. “Narasi itu terlalu sederhana untuk sebuah tragedi ekologis …

PGI Desak Presiden Tetapkan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar sebagai Bencana Nasional

ardi

03 Des 2025

Jakarta,NasionalPos.com – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan duka cita mendalam dan solidaritas penuh kepada keluarga korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Luka, kehilangan, isolasi, dan ketidakpastian yang dialami saudara-saudari kita di Sumatra adalah luka kita bersama sebagai satu bangsa,” ujar Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Dharmawan, dalam pernyaan …

Kemensos Bangkitkan Jiwa Patriotisme Mahasiswa Mataram melalui Bedah Buku “Menghadang Kubilai Khan” karya AJ Susmana

dito

28 Nov 2025

NasionalPos.com, Mataram- Membangkitkan jiwa patriotisme merupakan salah satu kebutuhan bangsa saat ini. Oleh karena itu, Arif Rohman, S.ST. M.SIP, MAWG, Ph.D selaku Kepala Sentra Paramita Mataram Kementerian Sosial RI melalui program inovasi Gerakan Generasi Muda Peduli Cultural Awareness, Reading & Excursion (CARE) kembali menghadirkan kegiatan inspiratif melalui bedah buku “Menghadang Kubilai Khan” karya Antun Joko …

x
x