Home » Headline » Bahas Modulator System PWM & Manfaatnya, Indonesian Homebrewer Club Berinisiatif Gelar Webinar

Bahas Modulator System PWM & Manfaatnya, Indonesian Homebrewer Club Berinisiatif Gelar Webinar

dito 07 Agu 2022 71

Nasionalpos.com, Jakarta- Dalam meningkatkan pengetahuan mengenai perkembangan teknologi di bidang komunikasi radio pemancar, maka Indonesian Homebrewer Club  menyelenggarakan Webinar dengan tema : Dari AM Ke PWM Solusi Untuk Meningkatkan Kualitas Modulasi, dengan menghadirkan para narasumber yakni Ir Daryono YD1CAH asal Bekasi ini mantan pengurus ORARI Pusat  di Era Kepemimpinan Pak Sutiyoso, dan Acmad Yusuf Asifudin ( Didit) YCØLGE asal Banyumas, tinggal di Jakarta,yang  berprofesi sebagai guru Elektronik di sebuah SMK, demikian disampaikan oleh Hernandy R. Karli YBØTOY sebagai moderator, pada acara Webinar, Sabtu, 6 Agustus 2022 kemaren di Jakarta

“ Di acara ini, tentunya diharapkan bertambahnya pengetahuan dari para amatir radio dimanapun berada, pengetahuan tentang modulator PWM, beserta bagaimana pemanfaatan maupun teknis merangkainya”ucap Hernandy R. Karli YBØTOY yang juga bersama Ir Agus Suryahadi YBØXI/JZ1ØXI (calsign RAPI) sebagai moderator kegiatan ini, sedangkan sebagai MC memandu acara ini adalah YL Tania-YDØRHE sebagai MCnya

Sedangkan dalam paparannya, dengan materi berjudul “Dari AM Ke PWM Solusi Untuk Meningkatkan Kualitas Modulasi”, Ir Daryono YD1CAH menyampaikan kelebihan dari AM, salah satunya bahwa AM mode voice yang lebih dulu dari FM, SSB ataupun Digital Voice, mudah dibuat, sederhana dan cocok digunakan bagi pemula, selain itu, dirinya juga menyampaikan kekurangan dari AM, diantaranya adalah harga trafo yang mahal, kualitas trafo modulasi mempengaruhi kualitas audio, dan adanya stigma bahwa AM dapat menimbulkan Splatter masuk ke pengeras suara sehingga dapat mengganggu TV dan perangkat elektronik lainnya, tentunya dalam penggunaan Mode Voice AM, diperlukan adanya solusi agar AM dapat berfungsi dengan baik, serta memperbaiki kualitas modulasi AM

“ Tentunya hal itu dapat dicari solusinya dengan menggunakan modulator system PWM (Pulse Width Modulation)  merupakan sebuah mekanisma untuk membangkitkan sinyal keluaran yang periodenya berulang antara high dan low dimana kita dapat mengontrol durasi sinyal high dan low sesuai dengan yang kita inginkan. Duty cycle merupakan prosentase periode sinyal high dan periode sinyal, prosentase duty cycle akan bebanding lurus dengan tegangan rata-rata yang dihasilkannya ”jelas Ir Daryono YD1CAH

Baca Juga :  Sengkarut & Dugaan Korupsi Pembangunan Tower BTS, Jampidsus Di Desak Periksa Menkominfo

Lebih Lanjut Ir Daryono YD1CAH menjelaskan keunggulan dari modulator PWM, antara lain adalah Bentuk sangat kompak, tidak banyak komponen, tanggapan frekwensinya bagus, menggunakan komponen yang mudah didapat, dan Efisiensi modulator tinggi karena bekerja seperti Swicth on-of, sedangkan prinsip dasar PWM adalah bahwa Modulasi lebar pulsa PWM dapat diperoleh dengan bantuan sebuah gelombang kotak yang mana siklus kerja duty cycle gelombang dapat diubah-ubah untuk mendapatkan sebuah tegangan keluaran yang bervariasi yang merupakan nilai rata- rata dari gelombang tersebut.  Dengan modulasi pulsa, pembawa informasi terdiri dari pulsa- pulsa persegi yang berulang- ulang. Salah satu teknik modulasi yang sering digunakan adalah teknik modulasi durasi atu lebar dari waktu tunda positif ataupun waktu tunda negatif pulsa-pulsa persegi tersebut. Untuk membangkitkan sinyal PWM adalah dengan menggunakan fungsi timercounter yang dibandingkan nilainya dengan sebuah register tertentu.

“Nah pada perkembangannya hingga saat ini, Mode AM sudah banyak sekali dilakukan perbaikan antara lain; penggunaan komponen solid state, transistor, IGBT dll, kemudian adanya penggunaan rangkaian PPL maupun DDS pada bagian isolator, lalu juga penggunaan Transciever AM dan tentu saja Modulator PWM”tukas Ir Daryono YD1CAH

Sementara itu, Acmad Yusuf Asifudin ( Didit) YCØLGE sebagai narasumber kedua di acara Webinar ini menyampaikan materi paparannya tentang mengenai contoh rangkaian modulasi PWM dan juga memaparkan secara teknik pembuatannya yang ternyata lebih efisien dibandingkan modulator lainnya, adapun inti atau jantungnya penggunaan modulator PWM adalah generator sebesar handphone, dan itu dengan modul sekecil itu pada akhirnya dikuatkan sampai 10.000Watt, ya tetap segitu kebutuhannya, tidak seperti modulator lainnya.

Baca Juga :  Didaulat Sebagai Kawasan Strategis, Legislator Dorong Penguatan Stabilitas ASEAN

“Modulator PWM ini sangat membantu dan komponennya tidak terlalu mahal, saya merakit AM dengan modulator PWM ini sangat terjangkau harga dan mudah didapat komponennya, dan juga dapat menggunakan barang yang dapat dimodifikasi dari barang yang lama tak terpakai, mungkin yang mahal harganya adalah trafo, tergantung dari besaran ampere nya, saya pernah membuat rangkaian modul dengan biaya kurang dari Rp500ribu-an ” tukas Acmad Yusuf Asifudin ( Didit) YCØLGE.

Acara webinar ini, yang di ikuti sekitar 200-an peserta yang mengikuti secara during dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia ini, nampak sekali sikap antusias untuk menyampaikan berbagai pertanyaan, yang sebagian besar menanyakan tentang secara teknis merangkai modulator PWM ini, akan tetapi tidak semua pertanyaan tersebut dijawab oleh kedua narasumber itu, dikarenakan waktu yang terbatas.

Diakhir acara ini, Ir Agus Suryahadi YBØXI/JZ1ØXI (calsign RAPI) sebagai moderator menyampaikan suatu harapan, agar kegiatan Webinar ini bukan hanya sebagai ajang menambah wawasan dan pengetahuan dari para anggota Indonesian Homebrewer Club  melainkan juga sebagai ajang silahturahmi rekan-rekan yang ada di wilayah Nusantara ini.

“ Kami sangat berterima kasih atas keikutsertaan rekan-rekan dari seluruh wilayah Nusantara ini, semoga kegiatan Webinar ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin”tutup Ir Agus Suryahadi YBØXI/JZ1ØXI (calsign RAPI)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

x
x