Home » Nasional » Bintorwasdal ke Lapas Banyuwangi, Kadivpas Jatim Ingatkan Implementasi Tiga Kunci Pemasyakatan Maju

Bintorwasdal ke Lapas Banyuwangi, Kadivpas Jatim Ingatkan Implementasi Tiga Kunci Pemasyakatan Maju

Eni 25 Jun 2024 57

 

Nasionalpos.com l Banyuwangi – Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur (Kemenkumham Jatim), Asep Sutandar melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Selasa (25/6).

Kunjungan itu dalam rangka melakukan pembinaan, monitoring, pengawasan dan pengendalian (bintorwasdal) untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban di Lapas Banyuwangi serta terpenuhinya pelayanan yang terbaik kepada masyarakat maupun Warga Binaan.

Asep yang didampingi Pelaksana Harian (plh) Kepala Lapas Banyuwangi dan pejabat struktural meninjau langsung pengolahan bahan makanan di dapur hingga mengunjungi blok hunian untuk memastikan layanan yang diberikan kepada Warga Binaan telah terlaksana dengan baik.

Dalam melaksanakan tugas pengamanan dan pembinaan, Asep mengingatkan pentingnya implementasi Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju, yakni deteksi dini, berantas narkoba dan sinergi dengan aparat penegak hukum lain.

Baca Juga :  Opsi Penetapan Hasil Pemilu Pada 20 Maret 2024 di Buka KPU

“Serta back to basics yang merupakan strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan Pemasyarakatan berdasarkan prinsip dasar Pemasyarakatan,” ujarnya.

Sinergi antar bagian juga menjadi hal yang sangat penting untuk diimplementasikan guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi sehari-hari, khususnya dalam hal pengamanan dan kegiatan pembinaan.

“Melalui kerjasama dan koordinasi yang baik antar bagian akan memudahkan dalam menyelesaikan kendala yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan tugas, serta mempercepat pencapaian target kinerja,” ungkapnya.

Asep menilai, layanan yang diberikan oleh Lapas Banyuwangi baik kepada Warga Binaan maupun masyarakat telah berjalan dengan baik. Menurutnya, prosedur layanan yang diberikan telah mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat dan Warga Binaan.

Baca Juga :  6.930 Personil Dikerahkan Dalam Pengamanan Pilkada Serentak di Banyuwangi

“Dalam menjamin pemenuhan hak kesehatan bagi Warga Binaan, kami melihat bahwa pelaksanaannya sudah baik, terlebih lagi dengan pengembangan dapur sehat yang semakin menjamin terpenuhinya makanan yang sehat bagi Warga Binaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Banyuwangi, Agus Wahono melalui Kasi Bimnadik Wahyu Tetuka selaku plh. Kepala Lapas, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menciptakan Lapas yang aman dan kondusif serta memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat maupun Warga Binaan.

“Monitoring dan evaluasi kami laksanakan secara rutin sebagai dasar bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan yang kami berikan,” pungkasnya.

Redaksi

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

dito

02 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta – ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% …

AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x