Home » Headline » Catatan Kecil Hardiknas 2023, Pendidikan Yang Memerdekakan & Mencerdaskan Memajukan Bangsa

Catatan Kecil Hardiknas 2023, Pendidikan Yang Memerdekakan & Mencerdaskan Memajukan Bangsa

dito 02 Mei 2023 177

NasionalPos.com, Jakarta- Bicara Substansi Pendidikan tidak terlepas dari pemikiran Paulo Freire Dalam Bukunya “Pendidikan Kaum Tertindas?” atau “Pedagogy of the Oppressed”, pendidikan harus berfungsi sebagai sarana pembebasan bagi kaum tertindas. Freire berpendapat bahwa sistem pendidikan yang ada cenderung menindas dan mengontrol kaum tertindas untuk mempertahankan ketimpangan sosial dan ekonomi, demikian disampaikan Benny Pilliang Pemerhati Pendidikan saat dihubungi pers, Selasa, 2 Mei 2023.

“Freire mengusulkan pendidikan yang bersifat kritis dan partisipatif, di mana para siswa dan guru bekerja bersama-sama untuk memahami realitas sosial dan menemukan cara-cara untuk mengubahnya. “ungkap Benny Pilliang.

Menurut Benny, Freire menekankan pentingnya dialog dan kerjasama dalam proses pendidikan, sehingga para siswa tidak hanya menjadi pasif penerima informasi, tetapi juga menjadi aktor yang aktif dalam menciptakan perubahan sosial, ia  juga menolak model pendidikan yang hanya mengajarkan keterampilan teknis dan mengabaikan dimensi sosial dan politik. Menurutnya, pendidikan harus membantu siswa untuk memahami realitas sosial mereka dan menjadi bagian dari gerakan pembebasan untuk mengatasi ketidakadilan sosial.

“Dalam pandangan Freire, pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, bertindak dalam menghadapi realitas sosial, dan bekerja bersama-sama untuk menciptakan perubahan sosial yang positif, nah bagaimana dengan Subtansi Pendidikan diterapkan di Indonesia.”ujar Benny.

Baca Juga :  Cimahi Kasus DBD Tembus 300 Orang Lebih

Benny menjelaskan bahwa sejarah dimulainya Gerakan Pendidikan di tanah jajahan yang semula bernama indobelanda ini, bermula dari seorang Ki Hajar Dewantoro, pendiri Taman Siswa, memiliki pandangan yang unik tentang pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantoro, tujuan utama dari pendidikan adalah membentuk manusia yang utuh secara rohani, intelektual, dan fisik, atau yang sering disebut sebagai “jiwa kemandirian” atau “kebulatan manusia”.

“Dalam pandangan Ki Hajar Dewantoro, pendidikan harus memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka, sesuai dengan kebutuhan dan minat masing-masing. “jelas Benny.

Ki Hajar Dewantoro, lanjut Benny,  juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk memperkuat identitas budaya dan nasional, pendekatan yang digunakan oleh Ki Hajar Dewantoro dalam pendidikan adalah pendekatan “Belajar dari dan untuk kehidupan”, yang menekankan bahwa pendidikan harus relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga siswa dapat mengaitkan dan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari mereka.

“Selain itu, Ki Hajar Dewantoro juga menekankan pentingnya pendidikan untuk membangun kesadaran sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya, ucap Benny.

Hal ini dilakukan, sambung Benny, dengan mengintegrasikan pendidikan dengan kegiatan sosial dan keterampilan hidup, sehingga siswa dapat belajar bagaimana menjadi warga yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, secara keseluruhan, Ki Hajar Dewantoro menekankan bahwa pendidikan harus berorientasi pada pembentukan manusia yang utuh dan berkualitas, serta relevan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di sekitar.

Baca Juga :  Tetapkan Upah Minimun (UMK) Untuk Tahun 2025 Rapat Digelar di Aula Dinas Tenaga Kerja (DISNAKER) Kabupaten Lombok Timur

Selanjutnya Benny mengungkapkan Pendekatan “Belajar dari dan untuk kehidupan” dan integrasi antara pendidikan dengan kegiatan sosial dan keterampilan hidup menjadi kunci dalam pendidikan menurut pandangan Ki Hajar Dewantoro, dengan demikian jadi sesungguhnya ada kesamaan antara substansi Pendidikan KH Dewantoro dengan substansi Pendidikan Paulo Freire, yakni sama-sama membentuk pribadi manusia yang tidak terlepas dari kodratnya sebagai mahkluk sosial, yang merdeka dan mandiri.

“Dari usia  kemerdekaan Indonesia yang akan memasuki ke 78, nampaknya  system Pendidikan yang diterapkan di era Presiden Jokowi inilah, cenderung memadukan substansi Pendidikan KH Dewantara dengan subtansi Pendidikan Paulo Freire di dalam konsep kurikulum Merdeka, yang tidak lagi menjejali peserta didik, melainkan memerdekakan  peserta didik maupun tenaga pendidik dari beban penjejalan /pemaksaan mata pelajaran  menindas volume otak yang kapasitas menyerapnya terbatas. Inilah Pendidikan yang memerdekakan dan Mencerdaskan Memajukan Bangsa”pungkas Benny. (*Red)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Usulkan Status Hybrid bagi Ojol dan pembentukan BLU bid Transportasi Online Berbasis Koperasi

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menanggapi usulan pemerintah agar ojol Berstatus sebagai pelaku UMKM, kepada wartawan, Ign Wibowo ketua umum Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Rabu, 12/8/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak setuju jika ojol di masukkan sebagai pelaku UMKM, pasalnya ojol bukan pelaku usaha mandiri seperti pelaku UMKM yang lain, karena tergantung pada penyedia layanan …

Lagi-Lagi Kabupaten Pesisir Selatan Raih Nilai Terbaik, JDIH Diganjar Predikat AA Istimewa

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten Pesisir Selatan berhasil meraih nilai 94 dengan predikat AA (Istimewa) berdasarkan hasil Evaluasi Penilaian Kinerja Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) Tahun …

Viral Isu Minim Bendera di Siguntur, Hasil Cek Lapangan: Warga Justru Semarakkan HUT RI dengan Berbagai Lomba dan Goro

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Isu minimnya pemasangan Bendera Merah Putih di Kanagarian Siguntur, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, akhirnya diklarifikasi. Kodim 0311 Pessel menurunkan langsung personil kelapangan untuk memastikan hal tersebut, Dari hasil pengecekan langsung ke lapangan pada Senin (10/8/2026) menunjukkan kondisi …

GGBC Jabotabek Tolak Ojol Berstatus UMKM”

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gojek Grab Bikers Comunity (GGBC) Jabotabek menolak status ojek daring atau ojek online (ojol) menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rencana peraturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang segera disahkan Pemerintah, demikian di sampaikan Aping Ketua Umum GGBC Jabotabek kepada wartawan, Rabu, 12/8/2026 di …

Sambut HUT Kemerdekaan RI, Satpas SIM Tegal Tunjukkan Wajah Pelayanan Polri yang Humanis

- Banyuwangi

11 Agu 2026

TEGAL, NASIONALPOS.COM – Momentum menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi dorongan bagi pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kabupaten Tegal untuk terus berbenah. Bukan sekadar menyelesaikan urusan administrasi, pelayanan di Satpas SIM Tegal diarahkan untuk menghadirkan wajah pelayanan publik yang humanis, profesional, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, Selasa (11/08/2026). Senyum, keramahan, …

PGRI Lubuk Linggau Bahas Perlindungan dan Profesionalisme Guru

Andi Ledi Lubuk Linggau

11 Agu 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat diwakili Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Achmad Hasian Ritonga, membuka Serasehan Pengurus PGRI Kota Lubuk Linggau bersama pemangku kepentingan pendidikan di Gedung Guru, Kelurahan Senalang, Selasa (11/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Lubuk Linggau JUARA.” …

x
x