Home » Headline » Catatan Kecil Hardiknas 2023, Pendidikan Yang Memerdekakan & Mencerdaskan Memajukan Bangsa

Catatan Kecil Hardiknas 2023, Pendidikan Yang Memerdekakan & Mencerdaskan Memajukan Bangsa

dito 02 Mei 2023 141

NasionalPos.com, Jakarta- Bicara Substansi Pendidikan tidak terlepas dari pemikiran Paulo Freire Dalam Bukunya “Pendidikan Kaum Tertindas?” atau “Pedagogy of the Oppressed”, pendidikan harus berfungsi sebagai sarana pembebasan bagi kaum tertindas. Freire berpendapat bahwa sistem pendidikan yang ada cenderung menindas dan mengontrol kaum tertindas untuk mempertahankan ketimpangan sosial dan ekonomi, demikian disampaikan Benny Pilliang Pemerhati Pendidikan saat dihubungi pers, Selasa, 2 Mei 2023.

“Freire mengusulkan pendidikan yang bersifat kritis dan partisipatif, di mana para siswa dan guru bekerja bersama-sama untuk memahami realitas sosial dan menemukan cara-cara untuk mengubahnya. “ungkap Benny Pilliang.

Menurut Benny, Freire menekankan pentingnya dialog dan kerjasama dalam proses pendidikan, sehingga para siswa tidak hanya menjadi pasif penerima informasi, tetapi juga menjadi aktor yang aktif dalam menciptakan perubahan sosial, ia  juga menolak model pendidikan yang hanya mengajarkan keterampilan teknis dan mengabaikan dimensi sosial dan politik. Menurutnya, pendidikan harus membantu siswa untuk memahami realitas sosial mereka dan menjadi bagian dari gerakan pembebasan untuk mengatasi ketidakadilan sosial.

“Dalam pandangan Freire, pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, bertindak dalam menghadapi realitas sosial, dan bekerja bersama-sama untuk menciptakan perubahan sosial yang positif, nah bagaimana dengan Subtansi Pendidikan diterapkan di Indonesia.”ujar Benny.

Baca Juga :  Delapan Sektor Prioritas Telah Ditetapkan Pemerintah Untuk APBN 2023

Benny menjelaskan bahwa sejarah dimulainya Gerakan Pendidikan di tanah jajahan yang semula bernama indobelanda ini, bermula dari seorang Ki Hajar Dewantoro, pendiri Taman Siswa, memiliki pandangan yang unik tentang pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantoro, tujuan utama dari pendidikan adalah membentuk manusia yang utuh secara rohani, intelektual, dan fisik, atau yang sering disebut sebagai “jiwa kemandirian” atau “kebulatan manusia”.

“Dalam pandangan Ki Hajar Dewantoro, pendidikan harus memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka, sesuai dengan kebutuhan dan minat masing-masing. “jelas Benny.

Ki Hajar Dewantoro, lanjut Benny,  juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk memperkuat identitas budaya dan nasional, pendekatan yang digunakan oleh Ki Hajar Dewantoro dalam pendidikan adalah pendekatan “Belajar dari dan untuk kehidupan”, yang menekankan bahwa pendidikan harus relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga siswa dapat mengaitkan dan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari mereka.

“Selain itu, Ki Hajar Dewantoro juga menekankan pentingnya pendidikan untuk membangun kesadaran sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya, ucap Benny.

Hal ini dilakukan, sambung Benny, dengan mengintegrasikan pendidikan dengan kegiatan sosial dan keterampilan hidup, sehingga siswa dapat belajar bagaimana menjadi warga yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, secara keseluruhan, Ki Hajar Dewantoro menekankan bahwa pendidikan harus berorientasi pada pembentukan manusia yang utuh dan berkualitas, serta relevan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di sekitar.

Baca Juga :  Diduga Adanya Kolaborasi Pemerintah Dengan Perusahaan Aplikator, Ciptakan Romusha Di Bisnis Translog Berbasis Digital”

Selanjutnya Benny mengungkapkan Pendekatan “Belajar dari dan untuk kehidupan” dan integrasi antara pendidikan dengan kegiatan sosial dan keterampilan hidup menjadi kunci dalam pendidikan menurut pandangan Ki Hajar Dewantoro, dengan demikian jadi sesungguhnya ada kesamaan antara substansi Pendidikan KH Dewantoro dengan substansi Pendidikan Paulo Freire, yakni sama-sama membentuk pribadi manusia yang tidak terlepas dari kodratnya sebagai mahkluk sosial, yang merdeka dan mandiri.

“Dari usia  kemerdekaan Indonesia yang akan memasuki ke 78, nampaknya  system Pendidikan yang diterapkan di era Presiden Jokowi inilah, cenderung memadukan substansi Pendidikan KH Dewantara dengan subtansi Pendidikan Paulo Freire di dalam konsep kurikulum Merdeka, yang tidak lagi menjejali peserta didik, melainkan memerdekakan  peserta didik maupun tenaga pendidik dari beban penjejalan /pemaksaan mata pelajaran  menindas volume otak yang kapasitas menyerapnya terbatas. Inilah Pendidikan yang memerdekakan dan Mencerdaskan Memajukan Bangsa”pungkas Benny. (*Red)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

Serah Terima Kunci Rumah Parahyangan Garden City di Margaasih: Wujudkan Impian Hunian Nyaman dan Strategis

Suryana Korwil Jabar

25 Apr 2026

Bandung, 25 April 2026, ARMEDIA.NEWS – Momen yang dinanti-nantikan akhirnya tiba! Perumahan Parahyangan Garden City yang berlokasi di Jl. Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mengadakan acara serah terima kunci rumah bagi para pembeli unit huniannya. Acara ini menjadi bukti komitmen pengembang dalam menyelesaikan proyek lebih cepat dari waktu yang dijanjikan dan memberikan hunian …

Argento Resmi Kembalikan Berkas, Tegaskan Keseriusan Maju sebagai Bacalon Ketua DPD II Golkar Pesisir Barat

Admin Redaksi

24 Apr 2026

NASIONALPOS.com Pesisir Barat – Dinamika politik internal Partai Golkar di Kabupaten Pesisir Barat semakin menghangat. Salah satu bakal calon (bacalon) Ketua DPD II Golkar, Argento, secara resmi mengembalikan berkas pendaftaran kepada panitia penjaringan, sebagai bentuk keseriusan dirinya dalam mengikuti proses pemilihan ketua partai. Pengembalian berkas tersebut dilakukan di sekretariat DPD II Golkar Pesisir Barat dan …

x
x