Home » Nasional » daerah » Cegah Jakarta Tenggelam Akibat Krisis Air Tanah, Poros Rawamangun Usulkan Bentuk Satgas Pengawasan

Cegah Jakarta Tenggelam Akibat Krisis Air Tanah, Poros Rawamangun Usulkan Bentuk Satgas Pengawasan

dito 12 Jun 2024 328

NasionalPos.com, Jakarta- Tidak hanya dampak perubahan iklim, Jakarta terancam tenggelam karena dampak kerusakan lingkungan maupun akibat pemakaian air tanah tanpa kontrol menyebabkan  itu menjadi kenyataan.

Merespon hal itu, Aktifis Poros Rawamangun  berkolaborasi dengan BUMD Pemprov DKI Jakarta,  PAM Jaya dan sejumlah pihak megelar Diskusi Publik Lingkungan dengan Tema Jakarta Tenggelam akibat Krisis Air Tanah, diselenggarakan di Gedung KNPI DPD I Daerah Khusus Jakarta, Rabu, 12 Juni 2024.

“Diskusi ini tujuannya karena adanya kesadaran lingkungan oleh segenap aktifis dan pengiat lingkungan Jakarta terhadap masa depan Kehidupan warga Jakarta itu sendiri,” ujar Ketua Aktifis Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto saat memberikan kata sambutan di acara Diskusi tersebut.

Menurut Rudy, seperti di ketahui problem pengadaan air bersih di Jakarta sangat membutuhkan konsentrasi penting agar kebutuhan air bersih di Jakarta dapat terpenuhi, banyaknya penggunaan air tanah di sejumlah kawasan rumah susun Jakarta yang menggunakan air dengan komposisi 30 persen menggunakan PDAM dan 70 persen menggunakan air tanah, berdampak pada semakin naiknya air laut, maka dimungkinkan Jakarta bisa jadi tenggelam sebagaimana perkiraan banyak ahli lingkungan, Pengunaan air tanah oleh sebagian warga dan corporate (perusahaan) baik warga biasa atau apartemen, perkantoran, rumah susun dan lainnya berakibat krisis air tanah menyebabkan naiknya rembesan air laut ke daerah pertengahan kota Jakarta.

“Kondisi tersebut harus dicegah melalui Regulasi dan pengawasan terhadap pengunaan air tanah harus menjadi kebijakan lingkungan Pemprov DKI Jakarta,  dan harus ditegakan tanpa pandang bulu, pengawasan aktif terhadap hal tersebut harus segera mungkin dilakukan, kerja sama para pihak antara lain Pemprov DKI Jakarta, Aparatur Hukum dan Aktifis serta Pengiat Lingkungan Jakarta .Kalau tidak maka tunggu waktunya Jakarta Tenggelam.”tukas Rudy Darmawanto.

Baca Juga :  Terkait Salat Ied Ponpes Al-Zaytun yang Viral, Gubernur Jakarta Tunggu Rekomendasi MUI

Sementara itu, Syahrul, Direktur Operasional Perumda Pam Jaya mengungkap beberapa kendala yang dialami perusahaannya karena masih belum dapat memenuhi pasokan air minum bagi warga Jakarta. Ia menjelaskan, selisih kekurangan bagi kebutuhan air bersih warga Jakarta mencapa 11 ribu liter perdetik dari tingkat kebutuhan pasokan air yang mencapai 31 ribu liter perdetik.

Tingginya selisih kekurangan itu salah satunya karena Pam Jaya baru dapat mengoptimalkan air bersih dari 2 sungai di Jakarta, yakni Sungai Ciliwung dan Sungai Pesangrahan. Sementara pengelolaan sungai Krukut baru tahun ini dikelola oleh Perumda Pam Jaya.

Selain itu, dalam hal jangkauan pengelolaan air bersih, saat ini Pam Jaya baru memiliki jaringan perpipaan air bersih yang menjangkau sebanyak 65 persen warga. Masih kekurangan 35 persen dari total kebutuhan.

“Kami tidak dapat asal mengelola air dari sungai-sungai di Jakarta sebab dipengaruhi langsung oleh ketahanan air di sungai-sungai tersebut,” kata Syahrul.

Sedangkan menurut Pengamat Jakarta, Budi Siswanto, dalam paparannya, ia mengatakan telah ditemukan adanya fakta semakin tinggi penggunaan air tanah untuk kebutuhan Gedung-gedung pecakar langit di Jakarta tanpa kendali, kondisi tersebut dapat terjadi akibat lemahnya pengawasan baik dari pemerintah provinsi, legislatif maupun dari stakeholder serta dari warga Jakarta, tentunya kondisi itu telah menjadi sorotan tajam bukan hanya dari pemerintah pusat, aktivis lingkungan hidup namun juga mendapat sorotan tajam dari dunia international.

“Ada sekitar 3 ribu sampai 4 ribu gedung-gedung tinggi di Jakarta, namun sayangnya hanya sekitar 200 gedung yang memiliki izin pengelolaan air bersih,” terangnya.

Baca Juga :  Agenda Strategis Nasional, Wajid Dilanjutkan Di RAPBN 2023

Untuk itu lanjut Budi Siswanto, dibutuhkan pengawasan mendalam soal izin pengelolaan air bersih beserta pengawasan terhadap penggunaan air tanah yang melibatkan warga Jakarta, agar tidak menimbulkan masalah di tengah krisis air akibat menurunnya permukaan tanah.

“Saya mendukung gagasan mengenai pembentukan satgas pengawasan penggunaan air tanah tersebut, di kesempatan ini, saya juga mengusulkan adanya aksi konkret dari para pemuda dalam mengatasi masalah ini, Pemuda bisa bekerja sama dengan PDAM untuk memproduksi minuman kemasan sebagai solusi konkret,” tandas Budi.

Acara ini yang dipandu oleh Gunawan reporter senior TVRI ini, bisa menjadi momentum penting bagi para aktivis lingkungan untuk menyuarakan dan mencari solusi atas krisis air tanah yang semakin mengancam Jakarta, oleh karena itu dari para narasumber yang hadiri di acara ini selain Budi Siswanto , Syahrul Direktur Operasional PAM Jaya, Ferril Syahdat aktivis Lingkungan Hidup,  Asraf Ali yang hadir mewakili Ahmed Zaki Iskandar Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta serta Josephine Simajuntak anggota DPRD DKI Jakarta terpilih hasil Pemilu 2024 dari PSI,

Nampaknya mereka memiliki kesamaan pendapat bahwa untuk mencegah Jakarta Tenggelam akibat krisis air tanah, maka mereka mendukung usulan dari Poros Rawamangun untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawas Penggunaan Air Tanah yang merupakan wujud dari kerjasama antara pemerintah, masyarakat, maupun pemuda yang dinilai sangat krusial untuk mengantipasi Jakarta dari ancaman tenggelam, akibat pemakaian air tanah yang tidak terkontrol.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Bawaslu Pesisir Selatan Hadirkan Akademisi UNP Reno Fernandes, Siswa SMAN 1 Koto XI Tarusan Antusias Ikuti Kelas Pemilu

Primadoni,SH

13 Agu 2026

Pessel , Nasionalpos.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pesisir Selatan—Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan kembali menggelar program Kelas Pemilu sebagai upaya memperkuat pengawasan partisipatif dan pendidikan politik bagi generasi muda. Kegiatan Kelas Pemilu seri ketujuh berlangsung di Aula SMAN 1 Koto XI Tarusan, pada Kamis (13/08). Siswa dan siswi SMAN 1 Koto XI Tarusan tampak …

Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Usulkan Status Hybrid bagi Ojol dan pembentukan BLU bid Transportasi Online Berbasis Koperasi

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menanggapi usulan pemerintah agar ojol Berstatus sebagai pelaku UMKM, kepada wartawan, Ign Wibowo ketua umum Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Rabu, 12/8/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak setuju jika ojol di masukkan sebagai pelaku UMKM, pasalnya ojol bukan pelaku usaha mandiri seperti pelaku UMKM yang lain, karena tergantung pada penyedia layanan …

Lagi-Lagi Kabupaten Pesisir Selatan Raih Nilai Terbaik, JDIH Diganjar Predikat AA Istimewa

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten Pesisir Selatan berhasil meraih nilai 94 dengan predikat AA (Istimewa) berdasarkan hasil Evaluasi Penilaian Kinerja Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) Tahun …

Viral Isu Minim Bendera di Siguntur, Hasil Cek Lapangan: Warga Justru Semarakkan HUT RI dengan Berbagai Lomba dan Goro

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Isu minimnya pemasangan Bendera Merah Putih di Kanagarian Siguntur, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, akhirnya diklarifikasi. Kodim 0311 Pessel menurunkan langsung personil kelapangan untuk memastikan hal tersebut, Dari hasil pengecekan langsung ke lapangan pada Senin (10/8/2026) menunjukkan kondisi …

GGBC Jabotabek Tolak Ojol Berstatus UMKM”

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gojek Grab Bikers Comunity (GGBC) Jabotabek menolak status ojek daring atau ojek online (ojol) menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rencana peraturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang segera disahkan Pemerintah, demikian di sampaikan Aping Ketua Umum GGBC Jabotabek kepada wartawan, Rabu, 12/8/2026 di …

Dosen Dipecat Laporkan Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Naim ke Polda Metro Jaya

dito

11 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta –  Berangkat dari persoalan PHK sepihak tanpa pemberitahuan dan tanpa pesangon, yang di duga dilakukan oleh pihak Universitas Trisakti dan di dukung oleh Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Na’im terhadap seorang dosen senior berinisial NIS, dengan alibi tidak dibayarkannya hak tersebut di karenakan yang bersangkutan masih dikategorikan sebagai calon dosen tetap selama 2015-2025, Serta …

x
x