Home » Headline » Pemimpin Dalam Menghadapi Invasi Asing

Pemimpin Dalam Menghadapi Invasi Asing

Dhio Justice Law 25 Jan 2026 219

Oleh: Assoc. Prof TB Massa Djafar

(Ketua Program Doktor Universitas Nasional)

 

NasionalPos.com, Jakarta – Pada Senin (12/1/2026), jutaan massa tumpah ke jalan-jalan menggelar aksi mengecam gelombang kerusuhan di Iran. Aksi massa yang berpusa t di Lapangan Revolusi Islam atau Lapangan Enqelab, Teheran itu sekaligus sebagai bentuk protes Rakyat Iran terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berada dibalik aksi massa yang berujung kerusuhan massal di Iran.

Sejumlah poster dibentangkan dalam aksi tersebut dengan slogan “Matilah Israel, Matilah Amerika” dalam Bahasa Persia.

Aksi serupa juga serentak digelar di beberapa wilayah di Iran. Sebelum aksi digelar, tak hanya pejabat negara dan pemerintah serta militer, tapi juga kalangan ulama. Akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat dan partai politik semua menyerukan agar masyarakat turun ke jalan menggelar aksi sebagai simbol persatuan nasional dan penolakan terhadap upaya destabilisasi keamanan dan ketertiban publik.

Pemimpin tertinggi Iran. Ayatollah Ali Khomeini menyatakan aksi demonstrasi itu adalah peringatan kepada politisi AS menyusul ancaman dari Donald Trump.

 

AS dan Israel Dituding Dalang Kerusuhan di Iran

Demonstrasi jutaan Rakyat Iran mendukung Pemerintahannya digelar setelah protes meletus pada akhir Desember 2025 ditengah kekawatiran krisis ekonomi yang ditandai tingginya inflasi dipicu melemahnya nilai mata uang lokal, Rial Iran.

Disejumlah daerah, aksi itu berubah menjadi kerusuhan. Bentrokan aparat keamanan dengan para demonstran anti pemerintah. Alhasil, ribuan korban jiwa dari kalangan sipil dan militer berjatuhan.

Baca Juga :  Perilaku Gibran di Debat Cawapres Kedua, Menafikan Adat Ketimuran Bakal Picu Gerakan Asal Bukan Gibran

Dibalik aksi anti pemerintah yang berujung kerusuhan itu, Iran menuding ada keterlibatan AS dan Israel. Aksi ekonomi damai dirubah menjadi aksi kekerasan dan sabotase yang terkoordinir.

Tudingan itu bukannya tanpa bukti, Presiden AS, Donald Trump secara terbuka mendukung aksi massa anti Pemerintah Iran dan mengaku meminta bantuan pemilik Starlink, Elon Musk untuk memulihkan jaringan internet di Iran. Pemerintah Iran memang telah mengambil langkah sistematis memutus arus informasi dan koordinasi massa ‘pemberontak’ saat situasi makin tak terkendali menyusul kerusuhan dengan melumpuhkan jaringan internet.

Selain itu, otoritas keamanan Iran telah membongkar jaringan spionase Zionis usai penangkapan seorang warga negara asing yang beroperasi atas nama dinas intelijen Israel, Mossad.

Penangkapan dilakukan oleh Dinas Intelijen IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corp) saat agen Mossad tersebut menjalankan misinya.

Tak sampai disitu, puluhan orang yang diketahui terafiliasi dengan Mossad pun diringkus. IRGC juga mengamankan puluhan drone dan alat peledak dari tangan para agen Mossad.

Langkah taktis Pemerintah Iran yang didukung Rakyatnya, membuat AS dan Israel tak berkutik. Rencana Trump yang akan melakukan serangan udara ke Iran dibatalkan setelah melakukan percakapan telepon dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu. Keduanya tak yakin memiliki kekuatan untuk menyerang Iran.

 

Kekuatan Pemimpin Iran

Selain strategi dan peralatan canggih, salah satu yang menentukan di Iran adalah kekuatan rakyat yang mendukung dan loyal kepada Sang Pemimpin Ali Khomeini. Mereka memiliki kesadaran nasionalisme bahwa yang mereka hadapi sebagai musuh adalah invasi negara asing.

Baca Juga :  Koalisi Indonesia Bersatu Bakal Bahas Pencapresan Ganjar Pranowo oleh PDIP

Revolusi Iran yang melahirkan Republik Islam Iran pada tahun 1979, membuat Iran terus didera ujian. AS yang merasa paling dirugikan tak hanya memblokade perdagangan tapi juga menggolongkan Iran dalam ‘poros kejahatan’ bersama Irak dan Korea Utara.

Iran bisa saja diasingkan dari pergaulan Internasional, tapi apakah negeri itu runtuh?

Ternyata, setelah hampir 5 dekade, Republik Islam Iran tetap berdiri kokoh diatas kaki sendiri. Bahkan, termasuk negara yang disegani.

Krisis ekonomi yang berkepanjangan akibat diblokade AS dan Barat, tak mampu menggoyahkan kohesifitas Rakyat dengan Sang Pemimpin.

Pemimpin sejati, menyatunya rakyat dan pemimpin. Sebuah model integrasi elit dan massa. Pasca demo sponsor asing yang berujung anarkhis, beberapa hari kemudian Rakyat Iran tumpah ke jalan mendukung Sang Pemimpin dan Pemerintahnya.

Rakyat solid mendukung, karena Sang Pemimpin memiliki moral dan integritas yang teruji.

Kedekatan dengan rakyat bukan ditunjukkan dengan model ‘sandiwara’ di depan kamera dan disebarkan ke media sosial dengan bantuan buzzer bayaran.

Ali Khomeini adalah pemimpin spiritual, pemimpin bangsa, simbol pengetahun yang memiliki peran sentral dalam membangun peradaban Iran.

Mereka sadar bahwa kontinuitas sejarah kolonialisme dan imperalis tak akan pernah berakhir. Hukum rimba berlaku, selalu ada yang memangsa bangsa lemah.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia menghadapi era proxy war?

Apakah para pemimpin bangsa ini dan rakyatnya sudah siap? (x)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
RUU Perampasan Aset Di Sorot Praktisi Hukum, Tekankan Kejelasan Kewenangan dan Pencegahan Penyalahgunaan

dito

01 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana kembali menjadi perhatian publik.   Kali ini, masalah tersebut di respon Praktisi hukum publik Andi Darwin R. Ranreng, yang kemudian kepada wartawan, ia mengatakan bahwa regulasi tersebut perlu dirumuskan secara komprehensif agar benar-benar menjadi instrumen efektif dalam pemberantasan kejahatan, khususnya korupsi, tanpa membuka ruang penyalahgunaan kewenangan. …

Hasil Musyawarah AHWA Pilih KH Abdul Hakim Mahfud (Gus Kikin) sebagai Ketum PBNU masa khidmat 2026-2031, Muktamar NU Di Tutup Presiden Prabowo Subianto

dito

31 Agu 2026

NasionalPos.com, Jombang- Sidang Pleno Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan lima calon kandidat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).   Kelima kandidat akan diajukan ke Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar untuk mendapatkan izin tertulis dan selanjutnya diputuskan ke Ahlul Halli Wal Aqdi, Senin (31/8/2026).   Kelima nama tersebut sesuai dengan …

Investasi Masa Depan Jadi Lebih Mudah, Aman, dan Terjangkau, BRI Dorong Nasabah Manfaatkan Fitur Emas di Qita.

- Banyuwangi

30 Agu 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Melalui aplikasi super (super apps) Qita, BRI dengan aplikasinya Qita mempermudah nasabah dalam mengelola keuangan serta investasi jangka panjang, salah satunya dengan cara layanan investasi emas digital yang praktis, mudah, aman, dan terjangkau. …

Harapan Warga Nahdliyyin, Muktamar ke-35 NU dan Kesiapan NU Songsong Indonesia Emas 2045

dito

29 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- NU adalah organisasi yg didirikan oleh Para Ulama kharismatik diantara Muassis yg waro adalah Hadrotusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, setiap diadakan Muktamar pasti banyak manfaat yg dihasilkan, disamping mengevaluasi masa khidmat 5 th terakhir, membuat Program strategis 5 th kedepan, dan Rekomendasi unt semua yg terkait dengan keumatan,   Sedangkan manfaat utama Muktamar …

Ratusan Buruh FPE KSBSI Gelar Aksi Unras di Kantor Pusat PT. NNI, Tolak PHK Sepihak dan Union Busting

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan orang Massa pekerja/buruh dari Federasi Pertambangan Dan Energi filiasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI), menggelar aksi demo di Kantor PT. Nadesico Nickel Industry (NNI), di Gedung Noble House, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat , 28/8/2026.   Aksi demo tersebut dilatar belakangi, kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak, yang dilakukan …

Wali Kota Lubuk Linggau Hadiri Rakernas JKPI XII di Ternate

Andi Ledi Lubuk Linggau

28 Agu 2026

NASIONALPOS.COM – Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII di Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (28/8/2026). Rakernas yang mengusung tema “Penyusunan Kebijakan dan Memperkuat Kolaborasi Dalam Pelestarian Kota Pusaka Secara Berkelanjutan” tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Baca Juga :  …

x
x