Home » Headline » Pemimpin Dalam Menghadapi Invasi Asing

Pemimpin Dalam Menghadapi Invasi Asing

Dhio Justice Law 25 Jan 2026 152

Oleh: Assoc. Prof TB Massa Djafar

(Ketua Program Doktor Universitas Nasional)

 

NasionalPos.com, Jakarta – Pada Senin (12/1/2026), jutaan massa tumpah ke jalan-jalan menggelar aksi mengecam gelombang kerusuhan di Iran. Aksi massa yang berpusa t di Lapangan Revolusi Islam atau Lapangan Enqelab, Teheran itu sekaligus sebagai bentuk protes Rakyat Iran terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berada dibalik aksi massa yang berujung kerusuhan massal di Iran.

Sejumlah poster dibentangkan dalam aksi tersebut dengan slogan “Matilah Israel, Matilah Amerika” dalam Bahasa Persia.

Aksi serupa juga serentak digelar di beberapa wilayah di Iran. Sebelum aksi digelar, tak hanya pejabat negara dan pemerintah serta militer, tapi juga kalangan ulama. Akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat dan partai politik semua menyerukan agar masyarakat turun ke jalan menggelar aksi sebagai simbol persatuan nasional dan penolakan terhadap upaya destabilisasi keamanan dan ketertiban publik.

Pemimpin tertinggi Iran. Ayatollah Ali Khomeini menyatakan aksi demonstrasi itu adalah peringatan kepada politisi AS menyusul ancaman dari Donald Trump.

 

AS dan Israel Dituding Dalang Kerusuhan di Iran

Demonstrasi jutaan Rakyat Iran mendukung Pemerintahannya digelar setelah protes meletus pada akhir Desember 2025 ditengah kekawatiran krisis ekonomi yang ditandai tingginya inflasi dipicu melemahnya nilai mata uang lokal, Rial Iran.

Disejumlah daerah, aksi itu berubah menjadi kerusuhan. Bentrokan aparat keamanan dengan para demonstran anti pemerintah. Alhasil, ribuan korban jiwa dari kalangan sipil dan militer berjatuhan.

Baca Juga :  Satgas OMP Rinjani Polda NTB Cek Kesiapan Pengamanan Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur NTB di Lotara

Dibalik aksi anti pemerintah yang berujung kerusuhan itu, Iran menuding ada keterlibatan AS dan Israel. Aksi ekonomi damai dirubah menjadi aksi kekerasan dan sabotase yang terkoordinir.

Tudingan itu bukannya tanpa bukti, Presiden AS, Donald Trump secara terbuka mendukung aksi massa anti Pemerintah Iran dan mengaku meminta bantuan pemilik Starlink, Elon Musk untuk memulihkan jaringan internet di Iran. Pemerintah Iran memang telah mengambil langkah sistematis memutus arus informasi dan koordinasi massa ‘pemberontak’ saat situasi makin tak terkendali menyusul kerusuhan dengan melumpuhkan jaringan internet.

Selain itu, otoritas keamanan Iran telah membongkar jaringan spionase Zionis usai penangkapan seorang warga negara asing yang beroperasi atas nama dinas intelijen Israel, Mossad.

Penangkapan dilakukan oleh Dinas Intelijen IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corp) saat agen Mossad tersebut menjalankan misinya.

Tak sampai disitu, puluhan orang yang diketahui terafiliasi dengan Mossad pun diringkus. IRGC juga mengamankan puluhan drone dan alat peledak dari tangan para agen Mossad.

Langkah taktis Pemerintah Iran yang didukung Rakyatnya, membuat AS dan Israel tak berkutik. Rencana Trump yang akan melakukan serangan udara ke Iran dibatalkan setelah melakukan percakapan telepon dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu. Keduanya tak yakin memiliki kekuatan untuk menyerang Iran.

 

Kekuatan Pemimpin Iran

Selain strategi dan peralatan canggih, salah satu yang menentukan di Iran adalah kekuatan rakyat yang mendukung dan loyal kepada Sang Pemimpin Ali Khomeini. Mereka memiliki kesadaran nasionalisme bahwa yang mereka hadapi sebagai musuh adalah invasi negara asing.

Baca Juga :  Kalapas Kelas llA Jember Hasan Basri Turut Berpartisipasi Dalam Pembukaan Webinar Series l

Revolusi Iran yang melahirkan Republik Islam Iran pada tahun 1979, membuat Iran terus didera ujian. AS yang merasa paling dirugikan tak hanya memblokade perdagangan tapi juga menggolongkan Iran dalam ‘poros kejahatan’ bersama Irak dan Korea Utara.

Iran bisa saja diasingkan dari pergaulan Internasional, tapi apakah negeri itu runtuh?

Ternyata, setelah hampir 5 dekade, Republik Islam Iran tetap berdiri kokoh diatas kaki sendiri. Bahkan, termasuk negara yang disegani.

Krisis ekonomi yang berkepanjangan akibat diblokade AS dan Barat, tak mampu menggoyahkan kohesifitas Rakyat dengan Sang Pemimpin.

Pemimpin sejati, menyatunya rakyat dan pemimpin. Sebuah model integrasi elit dan massa. Pasca demo sponsor asing yang berujung anarkhis, beberapa hari kemudian Rakyat Iran tumpah ke jalan mendukung Sang Pemimpin dan Pemerintahnya.

Rakyat solid mendukung, karena Sang Pemimpin memiliki moral dan integritas yang teruji.

Kedekatan dengan rakyat bukan ditunjukkan dengan model ‘sandiwara’ di depan kamera dan disebarkan ke media sosial dengan bantuan buzzer bayaran.

Ali Khomeini adalah pemimpin spiritual, pemimpin bangsa, simbol pengetahun yang memiliki peran sentral dalam membangun peradaban Iran.

Mereka sadar bahwa kontinuitas sejarah kolonialisme dan imperalis tak akan pernah berakhir. Hukum rimba berlaku, selalu ada yang memangsa bangsa lemah.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia menghadapi era proxy war?

Apakah para pemimpin bangsa ini dan rakyatnya sudah siap? (x)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Muscab PKB Kota Bandung 2026 Lancar, Target 10 Kursi DPRD 2029

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …

x
x