Home » Headline » Pemimpin Dalam Menghadapi Invasi Asing

Pemimpin Dalam Menghadapi Invasi Asing

Dhio Justice Law 25 Jan 2026 178

Oleh: Assoc. Prof TB Massa Djafar

(Ketua Program Doktor Universitas Nasional)

 

NasionalPos.com, Jakarta – Pada Senin (12/1/2026), jutaan massa tumpah ke jalan-jalan menggelar aksi mengecam gelombang kerusuhan di Iran. Aksi massa yang berpusa t di Lapangan Revolusi Islam atau Lapangan Enqelab, Teheran itu sekaligus sebagai bentuk protes Rakyat Iran terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berada dibalik aksi massa yang berujung kerusuhan massal di Iran.

Sejumlah poster dibentangkan dalam aksi tersebut dengan slogan “Matilah Israel, Matilah Amerika” dalam Bahasa Persia.

Aksi serupa juga serentak digelar di beberapa wilayah di Iran. Sebelum aksi digelar, tak hanya pejabat negara dan pemerintah serta militer, tapi juga kalangan ulama. Akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat dan partai politik semua menyerukan agar masyarakat turun ke jalan menggelar aksi sebagai simbol persatuan nasional dan penolakan terhadap upaya destabilisasi keamanan dan ketertiban publik.

Pemimpin tertinggi Iran. Ayatollah Ali Khomeini menyatakan aksi demonstrasi itu adalah peringatan kepada politisi AS menyusul ancaman dari Donald Trump.

 

AS dan Israel Dituding Dalang Kerusuhan di Iran

Demonstrasi jutaan Rakyat Iran mendukung Pemerintahannya digelar setelah protes meletus pada akhir Desember 2025 ditengah kekawatiran krisis ekonomi yang ditandai tingginya inflasi dipicu melemahnya nilai mata uang lokal, Rial Iran.

Disejumlah daerah, aksi itu berubah menjadi kerusuhan. Bentrokan aparat keamanan dengan para demonstran anti pemerintah. Alhasil, ribuan korban jiwa dari kalangan sipil dan militer berjatuhan.

Baca Juga :  Ratusan Warga Brebes Gruduk DPRD DKI Jakarta, Tuntut Ketua DPRD DKI Jakarta Minta Maaf

Dibalik aksi anti pemerintah yang berujung kerusuhan itu, Iran menuding ada keterlibatan AS dan Israel. Aksi ekonomi damai dirubah menjadi aksi kekerasan dan sabotase yang terkoordinir.

Tudingan itu bukannya tanpa bukti, Presiden AS, Donald Trump secara terbuka mendukung aksi massa anti Pemerintah Iran dan mengaku meminta bantuan pemilik Starlink, Elon Musk untuk memulihkan jaringan internet di Iran. Pemerintah Iran memang telah mengambil langkah sistematis memutus arus informasi dan koordinasi massa ‘pemberontak’ saat situasi makin tak terkendali menyusul kerusuhan dengan melumpuhkan jaringan internet.

Selain itu, otoritas keamanan Iran telah membongkar jaringan spionase Zionis usai penangkapan seorang warga negara asing yang beroperasi atas nama dinas intelijen Israel, Mossad.

Penangkapan dilakukan oleh Dinas Intelijen IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corp) saat agen Mossad tersebut menjalankan misinya.

Tak sampai disitu, puluhan orang yang diketahui terafiliasi dengan Mossad pun diringkus. IRGC juga mengamankan puluhan drone dan alat peledak dari tangan para agen Mossad.

Langkah taktis Pemerintah Iran yang didukung Rakyatnya, membuat AS dan Israel tak berkutik. Rencana Trump yang akan melakukan serangan udara ke Iran dibatalkan setelah melakukan percakapan telepon dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu. Keduanya tak yakin memiliki kekuatan untuk menyerang Iran.

 

Kekuatan Pemimpin Iran

Selain strategi dan peralatan canggih, salah satu yang menentukan di Iran adalah kekuatan rakyat yang mendukung dan loyal kepada Sang Pemimpin Ali Khomeini. Mereka memiliki kesadaran nasionalisme bahwa yang mereka hadapi sebagai musuh adalah invasi negara asing.

Baca Juga :  Antusiame Tinggi, Lapas Banyuwangi Bekali Warga Binaan Perempuan Pelatihan Tata Rias Wajah

Revolusi Iran yang melahirkan Republik Islam Iran pada tahun 1979, membuat Iran terus didera ujian. AS yang merasa paling dirugikan tak hanya memblokade perdagangan tapi juga menggolongkan Iran dalam ‘poros kejahatan’ bersama Irak dan Korea Utara.

Iran bisa saja diasingkan dari pergaulan Internasional, tapi apakah negeri itu runtuh?

Ternyata, setelah hampir 5 dekade, Republik Islam Iran tetap berdiri kokoh diatas kaki sendiri. Bahkan, termasuk negara yang disegani.

Krisis ekonomi yang berkepanjangan akibat diblokade AS dan Barat, tak mampu menggoyahkan kohesifitas Rakyat dengan Sang Pemimpin.

Pemimpin sejati, menyatunya rakyat dan pemimpin. Sebuah model integrasi elit dan massa. Pasca demo sponsor asing yang berujung anarkhis, beberapa hari kemudian Rakyat Iran tumpah ke jalan mendukung Sang Pemimpin dan Pemerintahnya.

Rakyat solid mendukung, karena Sang Pemimpin memiliki moral dan integritas yang teruji.

Kedekatan dengan rakyat bukan ditunjukkan dengan model ‘sandiwara’ di depan kamera dan disebarkan ke media sosial dengan bantuan buzzer bayaran.

Ali Khomeini adalah pemimpin spiritual, pemimpin bangsa, simbol pengetahun yang memiliki peran sentral dalam membangun peradaban Iran.

Mereka sadar bahwa kontinuitas sejarah kolonialisme dan imperalis tak akan pernah berakhir. Hukum rimba berlaku, selalu ada yang memangsa bangsa lemah.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia menghadapi era proxy war?

Apakah para pemimpin bangsa ini dan rakyatnya sudah siap? (x)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Rochendi Terpilih Ketua KAHMI Rayon Unas Periode 2026-2030

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Rochendi Suryadinata terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Korps Alummni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Universitas Nasional (Unas) periode 2026-2030 menggantikan Hamka, S.IP, M.si yang menjabat periode 2022-2026. Musyawarah KAHMI Rayon Unas yang digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026) kali ini bertema Merajut Silaturahim, Meneguhkan Kiprah Menyongsong Kepemimpinan Baru …

Cherie dan Vivianne Wangsa Harumkan Indonesia, Masuk Tiga Besar Nilai Tertinggi Festival Musik Internasional

- Banyuwangi

31 Mei 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putri daerah asal Kabupetan Banyuwangi di kancah internasional. Dua bersaudara, Cherie Callista Wangsa dan Vivianne Vernetta Wangsa, sukses mengharumkan nama Bumi Blambangan bahkan Indonesia dalam ajang Champs Universal Music Festival (CUMF) 2026 yang berlangsung di Johor, Malaysia. Tidak sekadar meraih gelar juara di kategori masing-masing, keduanya juga …

x
x