Home » Headline » Debat Capres-Cawapres untuk Uji Gagasan, Bukan Dapat Tepuk Tangan Terbanyak

Debat Capres-Cawapres untuk Uji Gagasan, Bukan Dapat Tepuk Tangan Terbanyak

dito 23 Des 2023 58

NasionalPos.com, Jakarta- Calon wakil presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sudah seharusnya diingatkan bahwa debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI adalah salah satu metode kampanye dengan tujuan uji gagasan. Tidak seperti pertandingan sepak bola, kandidat bukan sekadar mendapatkan tepuk tangan terbanyak.

Hal itu disampaikan anggota dewan pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menanggapi sikap cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka yang kembali kedapatan mengompori pendukungnya dalam ruang debat cawapres, Jumaat, 22/12/2023, kemarin.

Menurutnya, tindakan yang mengarah pada provokasi antarpendukung serta menyulut kebencian harus dihindari. “Calon harus menjaga perilaku dan tata tertibnya saat debat. Mereka hadir pada forum debat untuk saling menguji gagasan bukan untuk mendapatkan tepuk tangan paling banyak dari suporter seperti pada pertandingan sepakbola,” kata Titi kepada wartawan, Sabtu, 23/12/2023 di Jakarta.

Baca Juga :  Sambut HUT Ke-58 Dharma Pertiwi, Ketum Jalasenastri Kunjungi Anak Berkebutuhan Khusus

Ia berpendapat, pemimpin yang baik tidak perlu memberikan tepuk tangan meriah dalam agenda debat. Alih-alih, mereka dituntut menyampaikan program kerja yang mampu dipahami dengan baik, mendapat dukungan rakyat, dan terimplementasi.

Sejalan dengan itu, Titi mendorong KPU untuk membuat tata tertib debat yang tegas. Utamanya pengaturan saat sesi tanya jawab antarcalon, yang mengharuskan capres maupun cawapres mengajukan pertanyaan yang jelas, tidak ambigu, tidak multitafsir.

“Serta tidak bersifat singkatan ataupun akronim, terlebih akronim bahasa asing yang tidak familiar di publik,” tandasnya.

Diketahui, Gibran mengajukan pertanyaan dengan istilah singkatan kepada cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar, yakni soal SGIE. Saat mengajukan pertanyaan itu, Gibran tidak menjelaskan kepanjangan SGIE. Gus Muhaimin terpaksa menggunakan kesempatan menjawab selama dua menit untuk bertanya ke Gibran maksud SGIE, yang belakangan diketahui State of the Global Islamic Economy.

Baca Juga :  Semua Pihak Harus Berani Jujur Usut Tuntas Kasus Duren Tiga

Saat menanggapi pertanyaan jebakan model Gibran, capres pendamping Gus Muhaimin, Anies Baswedan mengatakan hal itu dapat dijawab dengan bantuan mesin pencari Google.

Menurut Anies, jenis pertanyaan yang dibutuhkan dalam debat untuk tingkat kepemimpinan nasional adalah hal substansial. Meski sah ditanyakan, pertanyaan itu dinilai Anies hanya berada pada ranah teknis.

“Publik nanti akan menilai, apakah memang ini format cerdas cermat untuk hafalan atau ini format tentang ideologi, gagasan, nilai, yang kemudian diwujudkan dalam kebijakan,” tukas Anies.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x