Home » Headline » Di duga RHS Bidak Untuk Degradasikan Perlawanan Roy Suryo dkk

Di duga RHS Bidak Untuk Degradasikan Perlawanan Roy Suryo dkk

dito 17 Mar 2026 124

NasionalPos.com, Jakarta-

Terkait dengan pemberitaan tentang pertemuan Rismon Haloloan Sianipar dengan Joko Widodo mantan Presiden ke 7 di Solo dan juga bertemu dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka, yang kemudian di lanjutkan dengan pernyataan Rismon memohon maaf berkaitan dengan keterlibatan diri nya atas kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Jokowi tersebut .

Tentunya informasi tersebut mengundang beragam pendapat dari berbagai kalangan, salah seorang diantara nya dari Yulianto Widi Raharjo mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta.

Kepada pers, ia mengatakan bahwa dirinya menganalisa soal permintaan RJ dari Rismon Haloloan Sianipar, yang berpandangan agak berbeda

“Karena dalam politik ngga ada kebetulan, ngga ada ujug ujug, semuanya ada dalam koridor perencanaan dan skenario memenangkan pergulatan kepentingan.” Ungkap Yulianto Widi Raharjo kepada wartawan, Selasa, 17/3/2026 di Jakarta.

Baca Juga :  Tiga Langkah Presiden hadapi gejolak global, termasuk tarif AS Di Ungkap PCO

Menurut nya, Rismon Haloloan Sianipar (RHS) di duga bidak yang disusupkan dan memainkan peran sebagai penguat issue. Makanya dia selama ini berteriak paling lantang dibandingkan para tsk lainnya. “11 ribu trilyun palsu” jargon yang diteriakkan dia soal ijazah Jokowi.

Tidak hanya itu, lanjut Yulianto, ketika semua persidangan–baik di KIP dan CLS di Pengadilan Negeri Surakarta akan memenangkan gugatan pihak masyarakat, maka sebelum putusan itu incrach, diperlukan langkah yang bisa membalikkan keadaan di luar persidangan dan membangun persepsi baru yg positif pihak Jokowi di mata publik dan persepsi baru yg negatif di pihak para tersangka, melalui

Baca Juga :  Realisasikan Anggaran Banprov,Pemdes Sindangsari bangun kantor LPM

Langkah memerintahkan RHS (agen yg disusupkan) untuk minta RJ, dan minta maaf sekaligus menyatakan ijasah Jokowi asli dengan argumentasi bahwa penelitian sifatnya dinamis dan masih on going yg kemudian menyimpulkan bahwa penelitian selama ini salah.

“Argumen yg ngga logis. Namun yg penting adalah mendegradisir Roy Cs dan membangun persepsi dan citra positif Jokowi dan Gibran, namun langkah ini untuk sementara terlihat cantik, tapi takkan berhasil merubah persepsi publik yang semakin yakin bahwa dugaan ijazah Jokowi adalah palsu.” Tandas Yulianto Widi Raharjo.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ketika Dasco Turun Menjadi Operator Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia NasionalPos.com, Jakarta – Penunjukan Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI mungkin dimaksudkan sebagai langkah percepatan. Tetapi dalam perspektif demokrasi, ia menyimpan pertanyaan yang jauh lebih serius: mengapa lembaga pengawas kini justru ikut menjadi pelaksana?   Di atas kertas, fungsi DPR sangat jelas: legislasi, …

Era Digital: Mahasiswa Melemah atau Dilemahkan?

Dhio Justice Law

25 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Diirwktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.Com – Mengapa mahasiswa hari ini tidak lagi seganas generasi sebelumnya? Meski demonstrasi masih ada. Kritik masih terdengar. Namun gaungnya tak lagi cukup kuat mengguncang kekuasaan. Lalu muncul kesimpulan sederhana: mahasiswa telah melemah. Padahal persoalannya mungkin lebih dalam. Bisa jadi mahasiswa bukan kehilangan daya, melainkan menghadapi …

Di HUT ke 23, FSAB Serukan Perkuat Soliditas Kebangsaan Dalam Hadapi Badai Krisis Global

dito

25 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada setiap tanggal 25 Mei, seluruh pengurus beserta anggota keluarga besar Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) memperingati hari lahirnya FSAB, sebuah organisasi yang memiliki missi menyebarkan “Benih” perdamaian ke masing-masing kelompok yang terkait konflik masa lalu, serta menyuarakan mencegah terjadinya konflik di masa kini dan di masa mendatang. Terkait dengan momentum peringatan Hari …

Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Dhio Justice Law

24 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)    NasionalPos.Com, Jakarta – Sejatinya, parlemen adalah wakil rakyat. Tetapi realitas politik hari ini, parlemen sudah tidak mewakili rakyat, bahkan lebih dekat dengan kekuasaan? Fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran tampak berjalan. Namun daya kritis parlemen semakin melemah. Ketika hampir semua kekuatan politik berada dalam lingkar kekuasaan, …

Forum Komunikasi Ojol Tertindas Gelar Aksi Unras Bertajuk Revisi Perpres 27 Tahun 2026 atau Reformasi

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sekitar Ribuan Driver ojol dari wadah taktis bernama Forum Komunikasi Ojol Tertindas (FORKOT) yang merupakan gabungan berbagai Organisasi, Komunitas dan Paguyuban ojol Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan patung kuda di Jalan Thamrin Jakarta pusat, Kamis, 21/5/2026.   ” Kami dari FORKOT dengan ini menyatakan dengan tegas dan mengapresiasi sikap Pemerintah terhadap …

Jaker Bakal Gelar Diskusi Merawat kebudayaan

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) bekerja sama dengan Perpustakaan Jakarta akan menggelar “Diskusi Kebudayaan” bertajuk “Merawat Ingatan di Tengah Budaya Instan dan Krisis Makna di Era Digital”   pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.00–17.00 WIB di Ruang Belajar Lantai 6 Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.   Diskusi ini dihadirkan …

x
x