Home » Headline » Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Dhio Justice Law 24 Mei 2026 102

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) 

 

NasionalPos.Com, Jakarta – Sejatinya, parlemen adalah wakil rakyat.
Tetapi realitas politik hari ini, parlemen sudah tidak mewakili rakyat, bahkan lebih dekat dengan kekuasaan?

Fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran tampak berjalan. Namun daya kritis parlemen semakin melemah. Ketika hampir semua kekuatan politik berada dalam lingkar kekuasaan, fungsi kontrol ikut kehilangan tajinya.

Parlemen akhirnya terlihat lebih menjaga stabilitas kekuasaan dibanding mengoreksinya.

Masalahnya tidak hanya soal politik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia di dalam parlemen itu sendiri. Tidak sedikit anggota dewan yang minim kapasitas akademik, miskin pengalaman kebijakan publik, dan lemah dalam pemahaman tata negara maupun ekonomi.

Baca Juga :  Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 105 Perwira Tinggi

Akibatnya, parlemen kerap gagal melahirkan perdebatan yang berbobot. Banyak pembahasan kebijakan berjalan dangkal, normatif, bahkan sekadar mengikuti arahan elit partai atau kepentingan kelompok tertentu.

Dalam sistem yang sehat, parlemen seharusnya diisi oleh figur dengan kapasitas berpikir, pengalaman sosial, dan keberanian intelektual. Sebab mereka bukan hanya pembaca naskah politik, tetapi penentu arah negara.

Namun yang sering terjadi justru sebaliknya:
popularitas lebih berharga daripada kapasitas, kedekatan politik lebih penting daripada kualitas.

Baca Juga :  Mendagri Minta Pemerintah Daerah Anggarkan Biaya Penguatan Perbatasan

Ketika pendidikan politik rendah dan pengalaman minim bertemu dengan sistem oligarki partai, parlemen perlahan kehilangan daya kritisnya. Ia tidak lagi tampil sebagai pusat gagasan negara, melainkan sekadar arena kompromi kekuasaan dan mengabaikan kepentingan rakyat.

Yang berbahaya bukan hanya parlemen yang melemah, tetapi saat rakyat mulai terbiasa dengan parlemen yang lemah.

Sebab saat lembaga perwakilan kehilangan kualitas dan keberanian, demokrasi akhirnya hanya menyisakan prosedur—tanpa benar-benar menghadirkan suara rakyat di dalamnya. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Investasi Masa Depan Jadi Lebih Mudah, Aman, dan Terjangkau, BRI Dorong Nasabah Manfaatkan Fitur Emas di Qita.

- Banyuwangi

30 Agu 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Melalui aplikasi super (super apps) Qita, BRI dengan aplikasinya Qita mempermudah nasabah dalam mengelola keuangan serta investasi jangka panjang, salah satunya dengan cara layanan investasi emas digital yang praktis, mudah, aman, dan terjangkau. …

Harapan Warga Nahdliyyin, Muktamar ke-35 NU dan Kesiapan NU Songsong Indonesia Emas 2045

dito

29 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- NU adalah organisasi yg didirikan oleh Para Ulama kharismatik diantara Muassis yg waro adalah Hadrotusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, setiap diadakan Muktamar pasti banyak manfaat yg dihasilkan, disamping mengevaluasi masa khidmat 5 th terakhir, membuat Program strategis 5 th kedepan, dan Rekomendasi unt semua yg terkait dengan keumatan,   Sedangkan manfaat utama Muktamar …

Ratusan Buruh FPE KSBSI Gelar Aksi Unras di Kantor Pusat PT. NNI, Tolak PHK Sepihak dan Union Busting

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan orang Massa pekerja/buruh dari Federasi Pertambangan Dan Energi filiasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI), menggelar aksi demo di Kantor PT. Nadesico Nickel Industry (NNI), di Gedung Noble House, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat , 28/8/2026.   Aksi demo tersebut dilatar belakangi, kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak, yang dilakukan …

Wali Kota Lubuk Linggau Hadiri Rakernas JKPI XII di Ternate

Andi Ledi Lubuk Linggau

28 Agu 2026

NASIONALPOS.COM – Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII di Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (28/8/2026). Rakernas yang mengusung tema “Penyusunan Kebijakan dan Memperkuat Kolaborasi Dalam Pelestarian Kota Pusaka Secara Berkelanjutan” tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Baca Juga :  …

Blokir Nomor rekening Bank Tidak Bisa Sewenang-wenang, Ada Aturannya, Jika di langgar, Rentan Di gugat

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Blokir rekening adalah tindakan pembatasan sementara terhadap akses rekening bank, sehingga kamu tidak bisa melakukan transaksi keluar seperti penarikan, transfer, maupun pembayaran.  Namun, saldo di dalam rekening tetap tercatat dan tidak serta-merta diambil alih oleh pihak berwenang.   Tujuan utama pemblokiran biasanya untuk mencegah aliran dana yang diduga terkait tindak pidana, sengketa perdata, …

Sengketa Tanah 52 Hektar Manggala: Bukti Hanya Fotokopi, Di duga Pemprov-Pemkot Makassar Melanggar Konstitusi dan Hukum Agraria

dito

27 Agu 2026

Nasionalpos.com, Makassar-  Masih terkait dengan Sengketa lahan seluas 52 hektar di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, A. Darwin R Rangreng SH MH Kuasa hukum pihak pemilik sah, Hj. Magdalena de Munnik, Kepada wartawan, Kamis, 27 Agustus 2026 di Makassar, ia mengatakan kini perkara tersebut kembali mencuat ke permukaan setelah pihak pemilik sah, Hj. Magdalena …

x
x