Home » Headline » Di Masa Kini & Di Masa Mendatang, Diharapkan Tak Ada Lagi Kendala Pada Hubungan Bisnis Indonesia-Rusia

Di Masa Kini & Di Masa Mendatang, Diharapkan Tak Ada Lagi Kendala Pada Hubungan Bisnis Indonesia-Rusia

dito 13 Agu 2024 129

NasionalPos.com, Jakarta-  Dalam rangka untuk menjajaki dan memperkuat jalinan kerjasama hubungan perdagangan antara Indonesia-Rusia, maka Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Rusia (PPIR) menggelar acara webinar bertema “Peluang Usaha Timbal Balik Indonesia-Rusia”, pada Senin, 12 Agustus 2024 kemaren di Jakarta.

Acara yang dipandu oleh Eunike Angelita ini, dimulai dengan menayangkan  lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan Lagu Kebangsaan Rusia, serta doa untuk kelancaraan penyelenggaraan kegiatan ini, nampak disambut antusias oleh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Di kesempatan ini, dalam sambutannya ketua PPIR Suryo Susilo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang turut menyukseskan penyelenggaraan kegiatan webinar ini, terutama bagi para narsumber yang bersedia hadir serta juga para peserta yang berkesempatan hadir di acara webinar ini.

“Pada setiap bulan PPIR berusaha untuk menggelar webinar dengan berbagai tema, tentunya focus pada pembahasan peningkatan persahabatan Indonesia-Rusia, mudah-mudahan hasil webinar ini akan di tindaklanjuti secara konkrit dengan berbagai pihak terkait untuk memperkuat hubungan persahabatan Indonesia-Rusia, terima kasih.” Ucap Suryo Susilo.

Sementara itu, acara diskusi yang di moderator oleh Raymod Sihombing secara online langsung dari Moskow ini, memulai acara ini dengan menyebutkan biodata singkat dari para narasumber yang hadir, selanjutnya memberikan kesempatan kepada narasumber untuk penyampaian materi diskusi,

Pada kesempatan pertama, di sampaikan oleh Didit HA Ratam  Ketua Kadin  dan juga ketua Komite Bilateral Rusia, Belarusia, Georgia, serbia dan bosnia-herzegovina, . Lulusan Universitas Indonesia Jurusan Teknik Gas, Petrol Chemical Engenering tahun 1987, kemudian dilanjutkan ke George Washington Univesity lalu tahun 2007 mengambil kuliah di Boston University tersebut, mengupas peluang kerjasama Indonesia-Rusia di sektor perdagangan dan investasi.

Menurutnya,  saat ini peluang usaha Indonesia-Rusia berada pada titik yang menarik, berbeda dengan keadaan enam tahun yang lalu, bahkan sangat berbeda dengan keadaan tiga tahun yang lalu, saat ini sangat berubah, hal tersebut dapat dicermati dari perkembangan neraca perdagangan, bahwa dari angka-angka neraca perdagangan Indonesia-Rusia, ada dua versi yang berbeda, ada versi Indonesia dari BPS atau Kemendag, dan ada versi Rusia yang di keluarkan oleh Federal Custom Service,  di tahun 2021 total Ekspor Indonesia ke Rusia senilai USD 1,493 milyar, sedangkan versi Rusia, di tahun 2021 total ekspor Indonesia senilai USD 2,625 milyar, perbedaan angka ini bisa menimbulkan friksi atau kesalahpahaman,

“Namun  secara neraca perdagangan Indonesia-Rusia tercatat surplus sekitar USD 240 juta, sedangkan menurut neraca perdagangan Rusia mencatatkan adanya surplus sekitar USD 1, 945 milyar, bisa dibayangkan adanya menunjukkan surplus sehingga muncul suatu urgency yang berbeda, yang kemudian baik pemerintah Indonesia maupun Rusia agar mendorong sektor perdagangan sekuat tenaga.”ungkap Didit HA Ratam

Selain itu, lanjutnya di bidang investasi juga terdapat delapan sektor yang memberikan peluang besar investasi yakni sektor mineral, kehutanan, perminyakan, gas bumi, pertanian, Batubara, kelautan dan perikanan, sektor-sektor inilah yang berpeluang untuk bisa di kerjasamakan antara Indonesia-Rusia, kalau bicara masalah perdagangan Indonesia-Rusia, maka saat ini sedang dihadapkan pada 2 perjanjian yang sedang dilakukan finalisasi pembahasannya , yakni  perjanjian perdagangan Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) yang rencananya ditargetkan diselesaikan pembahasannya pada bulan September 2024.

Namun hingga saat ini belum selesai, paling cepat di selesaikan  akhir tahun ini, sedangkan berita yang sangat menggembirakan bahwa  saat ini Dengan Rusia Indonesia sedang mendorong penyelesaian perundingan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trdae Agreement (I-EAEU FTE) yang tentunya juga akan dapat mendorong peningkatan perdagangan Indonesia dan Rusia dan negara anggota EAEU FTE, yang pembahasannya sudah di mulai pada tanggal 22-27 Juni 2024 di Batu, Malang Jatim, yang sebetulnya sudah juga di bahas negosiasi ronde IV atau yang terakhir, namun demikian ternyata masih ada beberapa hal yang perlu di bahas dan dirampungkan, yang diupayakan selesai pembahasannya pada bulan September 2024 mendatang,

Baca Juga :  Panglima Kolinlamil Hadiri Pelantikan Wakil Panglima TNI dan Pengukuhan Satuan Baru

Pada perjanjian tersebut berisikan kesepakatan mengenai penurunan tarif barang yang masuk ke Indonesia, maupun penurunan tarif barang Rusia yang masuk ke Indonesia, hal ini di harapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan perdagangan timbal balik Indonesia-Rusia.

“Kami berusaha membantu dan mengadvokasi mempermudah perdagangan timbal-balik Indonesia-Rusia, sehingga dapat berlangsung dengan baik dan semakin berkembang di masa kini dan di masa mendatang, saya juga berterima kasih kepada PPIR yang telah menyelenggarakan acara webinar ini, karena melalui webinar ini, masyarakat atau pengusaha Indonesia bisa bertukar informasi dengan masyarakat atau pengusaha Rusia, “Tukas Didit HA Ratam

Hal senada juga di sampaikan Mikhail kuritsyn Ketua Business Council Rusia-Indonesia, bahwa pertama dirinya sangat terkesan dengan paparan pak Didit, yang dasarnya pembicaaannya, telah menyajikan data berupa angka maupun arah utama-nya, begitu pula dirinya juga akan menyampaikan beberapa jenis, arah kerjasama yang belum sepenuhnya dilaksanakan oleh Rusia maupun Indonesia, padahal Indonesia maupun Rusia memiliki potensi luar biasa yang berpeluang untuk di kerjasamakan secara berkelanjutan.

“Saya juga terkesan dengan statement Prabowo Subianto Presiden terpilih RI, saat bertemu dengan Presiden Rusia Putin, pada tanggal 31 Juli 2024 di Moskow , bahwa Rusia memiliki pengaruh yang luar biasa bagi Bangsa Indonesia di masa lalu, yakni ketika Indonesia baru saja meraih kemerdekaannya, Rusia sangat memberikan bantuan yang luar biasa bagi kedaulatan Indonesia diberbagai bidang.”ucap Mikhail.

Menurutnya ucapan Prabowo tersebut bisa menjadi dasar maupun acuan untuk meraih masa depan yang baik bagi persahabatan Indonesia-Rusia, yang secara implementatif dapat di terapkan bukan hanya dalam persoalan bisnis semata melainkan juga dalam berbagai bidang, terutama bidang IT, teknologi,  serta dalam penerapan system perekonomian hijau, dengan memanfaatkan teknologi yang tidak merusak lingkungan hidup untuk mengelola sumber daya alam, adapun dalam system perekonomian hijau ini antara Indonesia dengan Rusia bisa saling melengkapi, Indonesia punya Sumber daya Alam sedangkan Rusia punya teknologi, dua potensi tersebut bisa di sinergikan dan saling menguntungkan.

“Saya setuju adanya prioritas dalam pengembangan persahabatan Indonesia-Rusia, yakni penguatan kerjasama di bidang strategis, yakni bidang pertahanan, bidang teknologi, bidang ekonomi, bidang tambang, dan sebagainya yang saling menguatkan dan saling mendukung dalam langkah nyata, yakni dapat di pastikan Rusia berkomitmen untuk membantu kemajuan Indonesia di segala bidang, terutama dalam meningkatkan pendapatan Indonesia yang seperti yang direncanakan Prabowo Subianto menjadi 8% per tahun, dan Rusia siap membantu baik dari pihak pemerintah maupun pihak pengusahannya, tentunya saya juga berterima kasih kepada PPIR yang telah menggelar forum diskusi ini sebagai ruang untuk saling bertukar informasi ”Tandas Mikhail

Sedangkan di acara ini, juga menghadirkan Allova. H Mengko seorang curator dan pakar hukum pertanahan, dalam paparannya, ia mengatakan bahwa pintu pertama dalam berinvestasi di Indonesia adalah pengadaan lahan, baik untuk sektor pariwisata, pertanian, maupun pertambangan, senantiasa pintu utamanya bahkan yang menjadi permasalahan utamanya adalah pertanahan, hal ini dapat di cermati ketika seorang investor membuka kantor di sebuah negara, pasti akan berurusan dengan hukum pertanahan,

“Seringkali persoalan hukum pertanahan tidak diperhatikan dalam hal berinvestasi di Indonesia, di karenakan adanya pandangan bahwa system hukum pertanahan di Indonesia itu rumit., padahal tidak rumit, Cuma berbeda penerapannya dengan negara lain, namun pada prinsipnya sama dengan negara manapun.” Ucap Allova H Mengko yang juga alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti tahun 2005 ini

Baca Juga :  Bolone Kajine" Bertambah lagi Relawan Pendukung Mas Boy

Ia juga menjelaskan mengenai Hukum Pertanahan di Indonesia pada pokoknya  terbagi menjadi empat hak atas tanah yakni ada hak milik, hak guna usaha,  hak guna bangunan dan hak pakai, hal ini sudah sesuai dengan harapan dari para pembuat Undang-Undang Pertanahan pada tahun 1960 silam, serta di harapkan iklim investasi yang terjadi di Indonesia dapat sesuai dengan hukum pertanahan.

Adapun Hak Miliki adalah hak atas tanah yang diberikan kepada masyarakat/warga Indonesia, sedangkan untuk investor atau penanaman modal asing diberikan hak guna bangunan, sedangkan hak guna usaha diberikan pada sektor pertanian, sedangkan  hak pakai di berikan pada perwakilan asing, yakni Gedung kedutaan besar, dll

Di acara ini, dirinya juga menyoroti hal-hal yang biasa ditemui oleh investor asing adalah  seringkali terjadinya adanya konflik pertanahan, yang dipicu oleh tata kelola administrasi pertanahan yang tidak sesuai dengan hukum pertanahan yang berlaku, namun  kini semua kendala itu sudah di tanggulangi oleh adanya reformasi tata kelola administrasi melalui digitalisasi yang di kelola secara rapi dan professional  oleh Kantor Kementerian ATR/BPR.

Selain itu, sambung Allova, masalah tumpang tindih keberadaan lahan, misalnya lahan hutan, yang ternyata tidak masuk dalam peta Kementerian ATR/BPR, namun masuk wilayah Kementerian Perhutanan, sehingga hal ini dapat mempersulit pihak investor untuk mengurus hak guna bangunan atas lahan yang mereka butuhkan, untuk mencegah terjadinya hal tersbeut, maka pihak investor harus terlebih dahulu melakukan investigas terhadap kepemilikan, wilayah, maupun peruntukan lahan yang akan di gunakannya, apakah lahan itu untuk pertanian, Perkebunan, perhutanan, perumahan, pertambangan atau bahkan lahan untuk usaha lainnya.

Persoalan pengadaan tanah dalam investasi memang seringkali jadi batu sandungan bagi investasi, baik itu investasi dari Rusia ke Indonesia, maupun dari negara manapun, karena itu perlu adanya kecermatan dalam pengurusannya.

Tapi jangan khawatir untuk peluang investasi Rusia ke Indonesia, saat ini kondisinya masalah pertanahan jauh lebih baik penataannya, pengelolaannya maupun penerapan hukumnya daripada sepuluh atau lima tahun yang lalu, sehingga jangan takut para pengusaha Rusia untuk berinvestasi ke Indonesia, terutama di bidang Pariwisata di Propinsi Bali,

“Asalkan ada komunikasi yang saling menghormati, dan kemudian kerjasama yang saling memberdayakan dengan masyarakat lokal dan dengan pihak terkait serta berkompeten di bidang hukum pertanahan, maka tidak akan terjadi konflik pertanahan antara investor dengan masyarakat,  untuk itulah forum diskusi seperti yang diadakan oleh PPIR sangat perlu sering di selenggarakan untuk saling memahami dan saling memberikan informasi, sehingga investasi dapat berlangsung aman, serta menguntungkan semua pihak, sehingga di masa kini dan masa mendatang di harapkan tidak ada lagi kendala, hubungan bisnis Indonesia-Rusia terima kasih kepada PPIR yang telah menyelenggarakan webinar ini.”pungkas Allova H Mengko yang juga sebagai Managing Director at SANDIVA.

Acara webinar ini yang tercatat di hadiri secara online sebanyak 60-an orang ini dari berbagai daerah di Indonesia, juga dihadiri beberapa orang dari Rusia ini, nampak begitu dinamis dengan banyaknya penanya disertai berbagai pertanyaan terkait peluang usaha timbal balik Indonesia-Rusia, namun karena keterbatasan waktu, maka tak semua pertanyaan dapat di jawab oleh narasumber.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

x
x