Home » Headline » Diduga Kinerja BPOM Kerap Rugikan Rakyat, Rakyat Bakal Desak Negara Bubarkan BPOM”

Diduga Kinerja BPOM Kerap Rugikan Rakyat, Rakyat Bakal Desak Negara Bubarkan BPOM”

dito 25 Nov 2022 152

NasionalPos.com, Jakarta- Sekitar Bulan April 2022 lalu, diperoleh informasi yang menyebutkan ribuan orang telah menandatangani petisi meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengingatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar tidak membuat kebijakan yang diskriminatif. IFW sebagai penggagas petisi menyatakan bahwa petisi ini dibuat karena melihat adanya beberapa pihak yang berusaha mendesak BPOM untuk mengeluarkan kebijakan diskriminatif terhadap produk air minum dalam kemasan galon guna ulang yang telah aman dikonsumsi selama lebih dari 30 tahun terakhir, dan tercatat petisi yang dimuat di laman change.org terus mendapat dukungan publik. Tercatat, baru beberapa hari ditayangkan sudah mencapai 1.700 lebih dukungan.

Rasanya bagi BPOM tidak ada kata jera, bahkan kebijakan yang memicu kegaduhan dan merugikan masyarakat yang dilakukan BPOM tersebut, nampaknya terulang lagi, justru lebih parah dari kebijakan tersebut, yakni dalam kasus gangguan ginjal akut, yang diduga adanya kelalaian BPOM mengakibatkan sekitar 300-an nyawa anak-anak Balita maupun remaja meninggal dunia sia-sia, demikian disampaikan Rudy Darmawanto, SH Ketua Umum Poros Rawamangun, Jumaat, 25/11/2022 di Jakarta.

Baca Juga :  Awak Media Meminta Polsek Cluring Jangan Tutup Mata Pada Judi Sabung Ayam

“Dari kasus tersebut, nampaknya tidak ada niat dari BPOM untuk memperbaiki kinerjanya, ingat BPOM itu badan publik, gaji Kepala BPOM sampai cleaning servicenya maupun operasional keseharian BPOM itu menggunakan uang rakyat, mestinya kinerja pelayanannya focus kepada masyarakat, tapi realitasnya, malahan mengesampingkan kepentingan rakyat”ungkap Rudy

Lebih lanjut, Rudy mengatakan kondisi kinerja BPOM yang semakin memburuk tersebut, dan tidak ada rasa tanggungjawab untuk memperbaiki kinerja, ini justru menunjukkan arogansi kekuasaan dari BPOM, karena itu, apabila ini dilanjutkan dan bahkan dipertahankan, maka bukan hanya negara yang dirugikan melainkan akan semakin banyak rakyat menjadi korban dari kinerja maupun kebijakan BPOM tersebut, hal ini sebenarnya harus menjadi perhatian Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, sudah saatnya BPOM untuk dibekukan serta dibubarkan saja, selain itu terkait dengan kasus gangguan ginjal akut, diharapkan sebenarnya aparat hukum yakni pihak kepolisian, khususnya Bareskrim Mabes Polri, jangan hanya menetapkan tersangka dari pihak produsen obat-obatan saja, tapi juga memeriksa dan menjadikan BPOM sebagai tersangka, mengapa? Karena sangat tidak mungkin produsen obat-obatan itu memasukkan bahan yang tercemar dan menjadi penyebab munculnya penyakit gangguan ginjal akut, kalau tidak ada kelalaian pengawasan dari BPOM, sebelum obat-obatan itu tersebar, BPOM lah yang melakukan penelitian, pemeriksaan dan juga menetapkan layak atau tidaknya obat-obatan itu dikonsumsi masyarakat, nah, sehingga dengan demikian BPOMlah yang harus bertanggungjawab.

Baca Juga :  Lantik 119 Pejabat Administrator dan Pengawas, Ini Pesan Sekda

“Kita sangat berharap jangan ada politisasi penetapan tersangka dalam kasus gangguan ginjal akut ini, jika ini terjadi, maka yang kami khawatirkan masyarakat yang akan mendesak negara agar BPOM di adili dan dibubarkan, nampaknya saat ini sudah ada petisi yang akan menggalang tandatangan dari masyarakat untuk mendesak negara agar BPOM di adili dan dibubarkan, serta jangan ada kepentingan politik apapun dalam penanganan kasus gangguan ginjal akut ini, tapi kalau Bareskrim Mabes Polri diduga belum menetapkan BPOM sebagai tersangka, saya kok mencium diduga ada politisasi terhadap penanganan kasus ini  maka Jangan salahkan kalau nanti rakyat yang bakal mendesak negara untuk Adili dan Bubarkan BPOM ”pungkas Rudy Darmawanto, SH.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Hasil Musyawarah AHWA Pilih KH Abdul Hakim Mahfud (Gus Kikin) sebagai Ketum PBNU masa khidmat 2026-2031, Muktamar NU Di Tutup Presiden Prabowo Subianto

dito

31 Agu 2026

NasionalPos.com, Jombang- Sidang Pleno Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan lima calon kandidat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).   Kelima kandidat akan diajukan ke Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar untuk mendapatkan izin tertulis dan selanjutnya diputuskan ke Ahlul Halli Wal Aqdi, Senin (31/8/2026).   Kelima nama tersebut sesuai dengan …

Investasi Masa Depan Jadi Lebih Mudah, Aman, dan Terjangkau, BRI Dorong Nasabah Manfaatkan Fitur Emas di Qita.

- Banyuwangi

30 Agu 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Melalui aplikasi super (super apps) Qita, BRI dengan aplikasinya Qita mempermudah nasabah dalam mengelola keuangan serta investasi jangka panjang, salah satunya dengan cara layanan investasi emas digital yang praktis, mudah, aman, dan terjangkau. …

Harapan Warga Nahdliyyin, Muktamar ke-35 NU dan Kesiapan NU Songsong Indonesia Emas 2045

dito

29 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- NU adalah organisasi yg didirikan oleh Para Ulama kharismatik diantara Muassis yg waro adalah Hadrotusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, setiap diadakan Muktamar pasti banyak manfaat yg dihasilkan, disamping mengevaluasi masa khidmat 5 th terakhir, membuat Program strategis 5 th kedepan, dan Rekomendasi unt semua yg terkait dengan keumatan,   Sedangkan manfaat utama Muktamar …

Ratusan Buruh FPE KSBSI Gelar Aksi Unras di Kantor Pusat PT. NNI, Tolak PHK Sepihak dan Union Busting

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan orang Massa pekerja/buruh dari Federasi Pertambangan Dan Energi filiasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI), menggelar aksi demo di Kantor PT. Nadesico Nickel Industry (NNI), di Gedung Noble House, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat , 28/8/2026.   Aksi demo tersebut dilatar belakangi, kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak, yang dilakukan …

Wali Kota Lubuk Linggau Hadiri Rakernas JKPI XII di Ternate

Andi Ledi Lubuk Linggau

28 Agu 2026

NASIONALPOS.COM – Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII di Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (28/8/2026). Rakernas yang mengusung tema “Penyusunan Kebijakan dan Memperkuat Kolaborasi Dalam Pelestarian Kota Pusaka Secara Berkelanjutan” tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Baca Juga :  …

Sempat Kejar-kejaran di Kebun Sawit, Tim Tabur Kejari Pessel Akhirnya Berhasil Amankan DPO Terpidana Kasus Kehutan

Primadoni,SH

28 Agu 2026

Pessel , Nasionalpos.com — Operasi penangkapan Daftar Pencarian Orang (DPO) terpidana kasus tindak pidana kehutanan di Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (28/8/2026), berlangsung menegangkan. Tim Tabur Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan harus melakukan pengejaran hingga ke area kebun sawit setelah terpidana Marsedes Pgl. Sedes melakukan perlawanan saat hendak dieksekusi. Seperti diketahui, …

x
x