Home » Headline » Diduga Kinerja BPOM Kerap Rugikan Rakyat, Rakyat Bakal Desak Negara Bubarkan BPOM”

Diduga Kinerja BPOM Kerap Rugikan Rakyat, Rakyat Bakal Desak Negara Bubarkan BPOM”

dito 25 Nov 2022 137

NasionalPos.com, Jakarta- Sekitar Bulan April 2022 lalu, diperoleh informasi yang menyebutkan ribuan orang telah menandatangani petisi meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengingatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar tidak membuat kebijakan yang diskriminatif. IFW sebagai penggagas petisi menyatakan bahwa petisi ini dibuat karena melihat adanya beberapa pihak yang berusaha mendesak BPOM untuk mengeluarkan kebijakan diskriminatif terhadap produk air minum dalam kemasan galon guna ulang yang telah aman dikonsumsi selama lebih dari 30 tahun terakhir, dan tercatat petisi yang dimuat di laman change.org terus mendapat dukungan publik. Tercatat, baru beberapa hari ditayangkan sudah mencapai 1.700 lebih dukungan.

Rasanya bagi BPOM tidak ada kata jera, bahkan kebijakan yang memicu kegaduhan dan merugikan masyarakat yang dilakukan BPOM tersebut, nampaknya terulang lagi, justru lebih parah dari kebijakan tersebut, yakni dalam kasus gangguan ginjal akut, yang diduga adanya kelalaian BPOM mengakibatkan sekitar 300-an nyawa anak-anak Balita maupun remaja meninggal dunia sia-sia, demikian disampaikan Rudy Darmawanto, SH Ketua Umum Poros Rawamangun, Jumaat, 25/11/2022 di Jakarta.

Baca Juga :  Forum Evaluasi Indeks Pembangunan Kebudayaan Dibuka Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan & Pariwisata Prov.DKI Jakarta

“Dari kasus tersebut, nampaknya tidak ada niat dari BPOM untuk memperbaiki kinerjanya, ingat BPOM itu badan publik, gaji Kepala BPOM sampai cleaning servicenya maupun operasional keseharian BPOM itu menggunakan uang rakyat, mestinya kinerja pelayanannya focus kepada masyarakat, tapi realitasnya, malahan mengesampingkan kepentingan rakyat”ungkap Rudy

Lebih lanjut, Rudy mengatakan kondisi kinerja BPOM yang semakin memburuk tersebut, dan tidak ada rasa tanggungjawab untuk memperbaiki kinerja, ini justru menunjukkan arogansi kekuasaan dari BPOM, karena itu, apabila ini dilanjutkan dan bahkan dipertahankan, maka bukan hanya negara yang dirugikan melainkan akan semakin banyak rakyat menjadi korban dari kinerja maupun kebijakan BPOM tersebut, hal ini sebenarnya harus menjadi perhatian Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, sudah saatnya BPOM untuk dibekukan serta dibubarkan saja, selain itu terkait dengan kasus gangguan ginjal akut, diharapkan sebenarnya aparat hukum yakni pihak kepolisian, khususnya Bareskrim Mabes Polri, jangan hanya menetapkan tersangka dari pihak produsen obat-obatan saja, tapi juga memeriksa dan menjadikan BPOM sebagai tersangka, mengapa? Karena sangat tidak mungkin produsen obat-obatan itu memasukkan bahan yang tercemar dan menjadi penyebab munculnya penyakit gangguan ginjal akut, kalau tidak ada kelalaian pengawasan dari BPOM, sebelum obat-obatan itu tersebar, BPOM lah yang melakukan penelitian, pemeriksaan dan juga menetapkan layak atau tidaknya obat-obatan itu dikonsumsi masyarakat, nah, sehingga dengan demikian BPOMlah yang harus bertanggungjawab.

Baca Juga :  Pilih Capim KPK Bekerja Dengan Tulus

“Kita sangat berharap jangan ada politisasi penetapan tersangka dalam kasus gangguan ginjal akut ini, jika ini terjadi, maka yang kami khawatirkan masyarakat yang akan mendesak negara agar BPOM di adili dan dibubarkan, nampaknya saat ini sudah ada petisi yang akan menggalang tandatangan dari masyarakat untuk mendesak negara agar BPOM di adili dan dibubarkan, serta jangan ada kepentingan politik apapun dalam penanganan kasus gangguan ginjal akut ini, tapi kalau Bareskrim Mabes Polri diduga belum menetapkan BPOM sebagai tersangka, saya kok mencium diduga ada politisasi terhadap penanganan kasus ini  maka Jangan salahkan kalau nanti rakyat yang bakal mendesak negara untuk Adili dan Bubarkan BPOM ”pungkas Rudy Darmawanto, SH.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026.   Pada kegiatan ini, Letjen Gabriel Lema memberikan kesempatan kepada Ketum PP PPM …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

x
x